BBM terganggu, RIM harus klarifikasi
Kamis, 04 Oktober 2012 - 10:00 WIB
BBM terganggu, RIM harus klarifikasi
A
A
A
Sindonews.com – Produsen BlackBerry, Research in Motion (RIM) harus memberikan klarifikasi atas gangguan layanan BlackBerry Messenger (BBM) yang terjadi kemarin.
Klarifikasi akan menjelaskan penyebab permasalahan itu sekaligus sebagai pertanggungjawaban atas kualitas yang diberikan terhadap konsumen.
Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mengatakan, klarifikasi ke publik sangat penting karena gangguan teknis pada layanan BBM, jika terjadi bertepatan dengan momen penting dan besar, dapat menimbulkan spekulasi yang ujungnya hanya menimbulkan keresahan masyarakat.
Dia mencontohkan gangguan teknis RIM pada Maret 2012. Saat itu bertepatan dengan sidang paripurna DPR soal rencana kenaikan harga bahan bakar minyak.
“Saat itu sedang ada agenda paripurna bahan bakar minyak yang disorot publik karena memang penting. Di luar (gedung DPR) serta di daerah-daerah ada demonstrasi menolak kenaikan harga BBM.Tapi saat itu layanan e-mail BlackBerry sempat mengalami gangguan sehingga ada yang berspekulasi itu terjadi karena ada pihak yang boikot,” katanya.
Tadi malam RIM Indonesia mengonfirmasi layanan BBM sudah normal kembali setelah sehari mengalami gangguan. Namun, konfirmasi itu tidak disertai penjelasan rinci penyebab gangguan.
“Gangguan layanan yang dialami oleh pengguna kami di Asia-Pasifik untuk mengirimdan menerima BBM kini sudah kami selesaikan dan layanan BBM sudah dapat digunakan kembali,” ujar PR Manager PT RIM Indonesia Yolanda Nainggolan.
Pelanggan sudah bisa kembali berkomunikasi tanpa kendala. “Kami mohon maaf kepada pengguna atas ketidaknyamanan yang dialami,” tambahnya.
Jutaan pengguna BlackBerry kemarin mengeluhkan terganggunya layanan BBM yang menyebabkan pesan mereka sulit terkirim. “Saya kirim BBM dari siang hanya checklist, tidak muncul-muncul huruf D (delivery/terkirim),” ujar Andriantono, salah satu pengguna layanan BlackBerry Internet Service (BIS) dari Telkomsel.
Permasalahan yang sama juga dialami pengguna operator lain. Manager Public Relations PT XL Axiata Tbk Henry Wijayanto sejak pukul 11.00 telah menerima keluhan dari pelanggan yang melaporkan matinya komunikasi BBM.
Setelah ditelusuri, tim XL memastikan kerusakan tidak terjadi pada jaringan mereka, tetapi dari server RIM yang down. “Kami laporkan ke RIM dan memang mereka mengakui ada masalah di server mereka,“ katanya.
Division Head Public Relations PT Indosat Tbk Adrian Prasanto juga mengakui pelanggan Indosat mengalami gangguan dalam berkomunikasi menggunakan BBM. Namun karena gangguan tersebut berasal dari RIM, Indosat hanya bisa menjelaskan kepada pelanggan mengenai perbaikan jaringan yang dilakukan RIM.
Direktur Marketing RIM Indonesia Eka Anwar menuturkan, gangguan tidak hanya terjadi di Indonesia, namun mencakup kawasan Asia-Pasifik. ”Tetapi gangguan hanya pada aplikasi BBM, layanan lain seperti kirim email dan browsing masih bisa,”katanya.
Di tengah ketatnya persaingan ponsel cerdas dengan Apple terus meraup laba dan popularitas lewat iPhone, gangguan layanan BBM seperti melengkapi catatan buruk RIM. Pada Oktober 2011 layanan BlackBerry bermasalah di lima benua akibat gangguan server. Pada September lalu pengguna BlackBerry di Indonesia juga mengeluhkan terganggunya layanan email dan BBM.
Klarifikasi akan menjelaskan penyebab permasalahan itu sekaligus sebagai pertanggungjawaban atas kualitas yang diberikan terhadap konsumen.
Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mengatakan, klarifikasi ke publik sangat penting karena gangguan teknis pada layanan BBM, jika terjadi bertepatan dengan momen penting dan besar, dapat menimbulkan spekulasi yang ujungnya hanya menimbulkan keresahan masyarakat.
Dia mencontohkan gangguan teknis RIM pada Maret 2012. Saat itu bertepatan dengan sidang paripurna DPR soal rencana kenaikan harga bahan bakar minyak.
“Saat itu sedang ada agenda paripurna bahan bakar minyak yang disorot publik karena memang penting. Di luar (gedung DPR) serta di daerah-daerah ada demonstrasi menolak kenaikan harga BBM.Tapi saat itu layanan e-mail BlackBerry sempat mengalami gangguan sehingga ada yang berspekulasi itu terjadi karena ada pihak yang boikot,” katanya.
Tadi malam RIM Indonesia mengonfirmasi layanan BBM sudah normal kembali setelah sehari mengalami gangguan. Namun, konfirmasi itu tidak disertai penjelasan rinci penyebab gangguan.
“Gangguan layanan yang dialami oleh pengguna kami di Asia-Pasifik untuk mengirimdan menerima BBM kini sudah kami selesaikan dan layanan BBM sudah dapat digunakan kembali,” ujar PR Manager PT RIM Indonesia Yolanda Nainggolan.
Pelanggan sudah bisa kembali berkomunikasi tanpa kendala. “Kami mohon maaf kepada pengguna atas ketidaknyamanan yang dialami,” tambahnya.
Jutaan pengguna BlackBerry kemarin mengeluhkan terganggunya layanan BBM yang menyebabkan pesan mereka sulit terkirim. “Saya kirim BBM dari siang hanya checklist, tidak muncul-muncul huruf D (delivery/terkirim),” ujar Andriantono, salah satu pengguna layanan BlackBerry Internet Service (BIS) dari Telkomsel.
Permasalahan yang sama juga dialami pengguna operator lain. Manager Public Relations PT XL Axiata Tbk Henry Wijayanto sejak pukul 11.00 telah menerima keluhan dari pelanggan yang melaporkan matinya komunikasi BBM.
Setelah ditelusuri, tim XL memastikan kerusakan tidak terjadi pada jaringan mereka, tetapi dari server RIM yang down. “Kami laporkan ke RIM dan memang mereka mengakui ada masalah di server mereka,“ katanya.
Division Head Public Relations PT Indosat Tbk Adrian Prasanto juga mengakui pelanggan Indosat mengalami gangguan dalam berkomunikasi menggunakan BBM. Namun karena gangguan tersebut berasal dari RIM, Indosat hanya bisa menjelaskan kepada pelanggan mengenai perbaikan jaringan yang dilakukan RIM.
Direktur Marketing RIM Indonesia Eka Anwar menuturkan, gangguan tidak hanya terjadi di Indonesia, namun mencakup kawasan Asia-Pasifik. ”Tetapi gangguan hanya pada aplikasi BBM, layanan lain seperti kirim email dan browsing masih bisa,”katanya.
Di tengah ketatnya persaingan ponsel cerdas dengan Apple terus meraup laba dan popularitas lewat iPhone, gangguan layanan BBM seperti melengkapi catatan buruk RIM. Pada Oktober 2011 layanan BlackBerry bermasalah di lima benua akibat gangguan server. Pada September lalu pengguna BlackBerry di Indonesia juga mengeluhkan terganggunya layanan email dan BBM.
(rna)
Lihat Juga :