Pemerintah merasa dirugikan RIM
Kamis, 04 Oktober 2012 - 15:23 WIB
Pemerintah merasa dirugikan RIM
A
A
A
Sindonews.com - Terkait gangguan jaringan yang terjadi pada Research In Motion (RIM) kemarin, Pemerintah mengaku merasa sangat dirugikan.
Kerugian yang disandang Pemerintah sendiri bukan pada soal materi, tetapi lebih pada citra pemerintah yang ikut buruk. Pasalnya, gangguan yang terjadi bertepatan pada momen-momen penting yang menyudutkan pihak Pemerintah.
Kepala Humas Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo), Gatot Dewa Broto menerangkan, atas gangguan tersebut, secara mengejutkan Pemerintah disalahkan oleh awak media dengan tuduhan memblok jaringan agar para awak media tidak bisa melakukan aktivitas pemberitaan atas beberapa momentum penting beberapa waktu lalu.
"Ini kejadian sudah ketiga kalinya ya. Dari pemerintah sendiri tentu merasa dirugikan karena isu yang beredar jadi menyudutkan Pemerintah," ungkapnya saat dihubungi Sindonews, Kamis (4/10/2012).
Dirinya memberikan contoh, seperti yang pertama dulu Kominfo dituding memblokir jaringan agar wartawan tidak bisa memberitakan soal pembahasan dan aksi penolakan kenaikan BBM (bahan bakar minyak).
"Nah, yang ketiga ini dikira pemerintah memblokir jaringan agar wartawan tidak bisa mengirim berita soal demo buruh," tandasnya.
Sebelumnya, RIM Indonesia mengonfirmasi layanan BBM sudah normal kembali setelah sehari mengalami gangguan. Namun, konfirmasi itu tidak disertai penjelasan rinci penyebab gangguan.
“Gangguan layanan yang dialami oleh pengguna kami di Asia-Pasifik untuk mengirimdan menerima BBM kini sudah kami selesaikan dan layanan BBM sudah dapat digunakan kembali,” ujar PR Manager PT RIM Indonesia Yolanda Nainggolan.
Kerugian yang disandang Pemerintah sendiri bukan pada soal materi, tetapi lebih pada citra pemerintah yang ikut buruk. Pasalnya, gangguan yang terjadi bertepatan pada momen-momen penting yang menyudutkan pihak Pemerintah.
Kepala Humas Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo), Gatot Dewa Broto menerangkan, atas gangguan tersebut, secara mengejutkan Pemerintah disalahkan oleh awak media dengan tuduhan memblok jaringan agar para awak media tidak bisa melakukan aktivitas pemberitaan atas beberapa momentum penting beberapa waktu lalu.
"Ini kejadian sudah ketiga kalinya ya. Dari pemerintah sendiri tentu merasa dirugikan karena isu yang beredar jadi menyudutkan Pemerintah," ungkapnya saat dihubungi Sindonews, Kamis (4/10/2012).
Dirinya memberikan contoh, seperti yang pertama dulu Kominfo dituding memblokir jaringan agar wartawan tidak bisa memberitakan soal pembahasan dan aksi penolakan kenaikan BBM (bahan bakar minyak).
"Nah, yang ketiga ini dikira pemerintah memblokir jaringan agar wartawan tidak bisa mengirim berita soal demo buruh," tandasnya.
Sebelumnya, RIM Indonesia mengonfirmasi layanan BBM sudah normal kembali setelah sehari mengalami gangguan. Namun, konfirmasi itu tidak disertai penjelasan rinci penyebab gangguan.
“Gangguan layanan yang dialami oleh pengguna kami di Asia-Pasifik untuk mengirimdan menerima BBM kini sudah kami selesaikan dan layanan BBM sudah dapat digunakan kembali,” ujar PR Manager PT RIM Indonesia Yolanda Nainggolan.
(gpr)
Lihat Juga :