Simposium penanganan sampah se-Asia Pasifik dihelat
Kamis, 04 Oktober 2012 - 15:43 WIB
Simposium penanganan sampah se-Asia Pasifik dihelat
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya akan mengadakan pertemuan penanganan sampah secara regional atau The 7th Asian Pacific Landfill Symposium pada 8-11 Agustus 2012 di Sanur, Bali.
Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, Budi Yuwono mengatakan penyelenggaraan pertemuan ini bertujuan untuk menjadi wadah dan berdiskusi mengenai sistem penanganan sampah secara regional. Selain itu juga mencakup teknologi pengolahan lahan urug dan daur ulang sampah.
"Saat ini tingkat cakupan penanganan nasional masih rendah yaitu 54 persen, selain itu kecakapan peningkatan volume sampah setiap tahunnya jauh lebih cepat ketimbang kecepatan penanganan sampah yang tersedia," kata Budi dalam keterangan persnya di Kementerian PU, Jakarta, Kamis (4/10/2012).
Dengan permasalahan tersebut, lanjut dia, pentingnya dibuat pertemuan yang telah terselenggara selama tujuh tahun berturut-turut ini. Permasalahan yang hangat dibahas di wilayah regional Asia Pacifik, kata Budi, yaitu upaya untuk mengoptimalkan teknologi pengolahan sampah yang dapat mereduksi volume sampah dengan laju tinggi dan ramah lingkungan, dengan biaya yang terjangkau.
"Pertemuan ini akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti Menteri Lingkungan Hidup, pengamat dari ITB dan Ikatan Alumni Teknik Penyehatan Indonesia, serta didukung International Advisory Board," jelasnya.
Sementara itu, Kementerian PU berperan dalam mendanai logistik penyelenggaraan dan keikutsertaan pemda yang berjumlah 99 orang dari seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, Budi Yuwono mengatakan penyelenggaraan pertemuan ini bertujuan untuk menjadi wadah dan berdiskusi mengenai sistem penanganan sampah secara regional. Selain itu juga mencakup teknologi pengolahan lahan urug dan daur ulang sampah.
"Saat ini tingkat cakupan penanganan nasional masih rendah yaitu 54 persen, selain itu kecakapan peningkatan volume sampah setiap tahunnya jauh lebih cepat ketimbang kecepatan penanganan sampah yang tersedia," kata Budi dalam keterangan persnya di Kementerian PU, Jakarta, Kamis (4/10/2012).
Dengan permasalahan tersebut, lanjut dia, pentingnya dibuat pertemuan yang telah terselenggara selama tujuh tahun berturut-turut ini. Permasalahan yang hangat dibahas di wilayah regional Asia Pacifik, kata Budi, yaitu upaya untuk mengoptimalkan teknologi pengolahan sampah yang dapat mereduksi volume sampah dengan laju tinggi dan ramah lingkungan, dengan biaya yang terjangkau.
"Pertemuan ini akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti Menteri Lingkungan Hidup, pengamat dari ITB dan Ikatan Alumni Teknik Penyehatan Indonesia, serta didukung International Advisory Board," jelasnya.
Sementara itu, Kementerian PU berperan dalam mendanai logistik penyelenggaraan dan keikutsertaan pemda yang berjumlah 99 orang dari seluruh Indonesia.
(rna)
Lihat Juga :