KEN: Kestabilan Rupiah bantu pelaku usaha
Kamis, 04 Oktober 2012 - 17:01 WIB
KEN: Kestabilan Rupiah bantu pelaku usaha
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung (CT) menyatakan kestabilan nilai Rupiah sangat membantu para pelaku usaha. Dia menyebutkan rupiah yang berada di Rp9.000 hingga Rp9.500 atas dollar USD, cukup membuat pelaku usaha nyaman.
"Itu mekanisme pasar, menurut saya untuk jangka pendek di angka 9.500 ini atau stabil saja itu dunia usaha tidak bermasalah, mau 9.000, 9.500, itu tidak masalah asal stabil," kata Chairul di Kemenko Perekonomian Jakarta, Kamis (4/10/2012).
Kestabilan, lanjutnya, merupakan masalah dunia saat ini. Jika Rupiah ke level 8.500, dapat merugikan pelaku usaha. "Karena sebelumnya masalah dunia usaha adalah ketidakstabilan, misalnya dia beli barang di Rp9.500 nanti harus menjual barang di Rp8.500 kan rugi, jadi kestabilan itu menjadi kata kunci di dunia usaha," paparnya.
Chairul menyatakan NTR sangat bergantung pada defisit transaksi berjalan. Semakin besar defisit maka nilai tukar dapat melemah. "Kalau kita surplus pasti kita nilai Rupiahnya menguat. Jadi kalau mau lihat ini trennya menguat atau melemah maka lihat tren defisit neraca berjalannya. Kalau tren defisitnya neraca berjaannya mengecil dan mengarah ke surplus maka Rupiah akan menguat," tambahnya.
Dengan kondisi saat ini, Chairul mengungkapkan, dalam waktu yang tidak terlalu lama surplus bisa terwujud. Maka dapat dipastikan Rupiah akan menguat.
"Itu mekanisme pasar, menurut saya untuk jangka pendek di angka 9.500 ini atau stabil saja itu dunia usaha tidak bermasalah, mau 9.000, 9.500, itu tidak masalah asal stabil," kata Chairul di Kemenko Perekonomian Jakarta, Kamis (4/10/2012).
Kestabilan, lanjutnya, merupakan masalah dunia saat ini. Jika Rupiah ke level 8.500, dapat merugikan pelaku usaha. "Karena sebelumnya masalah dunia usaha adalah ketidakstabilan, misalnya dia beli barang di Rp9.500 nanti harus menjual barang di Rp8.500 kan rugi, jadi kestabilan itu menjadi kata kunci di dunia usaha," paparnya.
Chairul menyatakan NTR sangat bergantung pada defisit transaksi berjalan. Semakin besar defisit maka nilai tukar dapat melemah. "Kalau kita surplus pasti kita nilai Rupiahnya menguat. Jadi kalau mau lihat ini trennya menguat atau melemah maka lihat tren defisit neraca berjalannya. Kalau tren defisitnya neraca berjaannya mengecil dan mengarah ke surplus maka Rupiah akan menguat," tambahnya.
Dengan kondisi saat ini, Chairul mengungkapkan, dalam waktu yang tidak terlalu lama surplus bisa terwujud. Maka dapat dipastikan Rupiah akan menguat.
(gpr)
Lihat Juga :