Pemetaan zona agroekologi (AEZ) diseminarkan
Jum'at, 05 Oktober 2012 - 16:34 WIB
Pemetaan zona agroekologi (AEZ) diseminarkan
A
A
A
Sindonews.com - Seminar dan penelitian Pemetaan Zona Agroekologi (AEZ) untuk evaluasi kelas kesesuaian lahan bagi komoditi andalan pertanian, perkebunan, dan perikanan di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan dilaksanakan di ruang Pola Kantor Bupati Wajo.
Kegiatan ini hadiri Asisten 1 Setda Wajo Andi Sederhana mewakili Bupati Wajo, Tim LP2M UNHAS Makassar, SKPD yang terkait, Camat, Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Wajo.
Panitia pelaksana kabag ekonomi Pemkab Wajo, M.Arwes mengatakan kegiatan tersebut untuk mencapai kesepahaman dan kerja sama antara pemerintah dengan LP2M Unhas Makassar, dengan sumber daya yang dimiliki kabupaten Wajo dengan kesesuaian lahan bagi komoniti andalan Pertanian, Perkebunan, dan perikanan yang berkelanjutan.
Asisten II Setda Wajo, Andi Sederhana dalam sambutannya mengaku sangat merespon dan memberikan peluang kepada investor yang akan masuk di daerah ini. Menurutnya, pemerintah Kabupaten Wajo sangat mendukung masalah sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan dimana saat ini Bupati tidak henti-hentinya melaksanakan panen raya bersama masyarakat di 14 kecamatan di kabupaten Wajo.
"Itu harus ditunjang dengan infrastruktur jalan yang bagus, dan ini telah dibuktikan sudah mengirim beras di luar Sulawesi Selatan," katanya.
Dan bukan saja itu, Kabupaten Wajo juga merupakan lumbung padi di Sulsel, salah satu penghasil dan produksi beras kedua di Indonesia setelah Krawang. Juga mempunyai potensi di bidang perikanan laut, tambak, rumput laut, dan hasil ikan dari danau, dan juga perkebunan kakao, cengkeh, kelapa dan lainnya.
Sementara Ketua Tim LP2M UNHAS Prof Dr. Ir. Kristianto mengatakan, untuk meningkatkan produktivitas berbagai komoditi pertanian dan perkebunan dapat dilakukan melalui pengembangan komoditi pada wilayah-wilayah yang sesuai penerapan tekhnologi spesifik lokasi.
"Untuk setiap komoditi memiliki persyaratan khusus atau spesifik baik terhadap karakteristik iklim dan tanah maupun terhadap menejemen, teknologi skala usaha," katanya.
Karakteristik ini, merupakan sumber daya lahan meliputi iklim dan tanah juga bervariasi dan berbeda dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Oleh karena itu dalam upaya pembangunan pertanian, perkebunan, perikanan yang berorientasi pada agroindustri/agrobisnis.
"Ini perlu dilakukan survei evaluasi kesesuaian lahan untuk berbagai komuditi yang ada di daerah ini, guna peningkatan produksi dan produktivitas komoditi unggulan berbasis skala ekonomi yang selanjutnya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan ekonomi di daerah kabupaten Wajo," katanya.
Dia juga berharap kabupaten Wajo kedepan dapat dijadikan sentra pertanian, perkebunan dan perikanan karena Wajo cukup terbuka untuk hal tersebut. "Wajo cukup berkemampuan karena memiliki tiga demensi untuk itu. Itupun Embung-Embung di Kabupaten wajo harus diperluas," katanya.
Kegiatan ini hadiri Asisten 1 Setda Wajo Andi Sederhana mewakili Bupati Wajo, Tim LP2M UNHAS Makassar, SKPD yang terkait, Camat, Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Wajo.
Panitia pelaksana kabag ekonomi Pemkab Wajo, M.Arwes mengatakan kegiatan tersebut untuk mencapai kesepahaman dan kerja sama antara pemerintah dengan LP2M Unhas Makassar, dengan sumber daya yang dimiliki kabupaten Wajo dengan kesesuaian lahan bagi komoniti andalan Pertanian, Perkebunan, dan perikanan yang berkelanjutan.
Asisten II Setda Wajo, Andi Sederhana dalam sambutannya mengaku sangat merespon dan memberikan peluang kepada investor yang akan masuk di daerah ini. Menurutnya, pemerintah Kabupaten Wajo sangat mendukung masalah sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan dimana saat ini Bupati tidak henti-hentinya melaksanakan panen raya bersama masyarakat di 14 kecamatan di kabupaten Wajo.
"Itu harus ditunjang dengan infrastruktur jalan yang bagus, dan ini telah dibuktikan sudah mengirim beras di luar Sulawesi Selatan," katanya.
Dan bukan saja itu, Kabupaten Wajo juga merupakan lumbung padi di Sulsel, salah satu penghasil dan produksi beras kedua di Indonesia setelah Krawang. Juga mempunyai potensi di bidang perikanan laut, tambak, rumput laut, dan hasil ikan dari danau, dan juga perkebunan kakao, cengkeh, kelapa dan lainnya.
Sementara Ketua Tim LP2M UNHAS Prof Dr. Ir. Kristianto mengatakan, untuk meningkatkan produktivitas berbagai komoditi pertanian dan perkebunan dapat dilakukan melalui pengembangan komoditi pada wilayah-wilayah yang sesuai penerapan tekhnologi spesifik lokasi.
"Untuk setiap komoditi memiliki persyaratan khusus atau spesifik baik terhadap karakteristik iklim dan tanah maupun terhadap menejemen, teknologi skala usaha," katanya.
Karakteristik ini, merupakan sumber daya lahan meliputi iklim dan tanah juga bervariasi dan berbeda dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Oleh karena itu dalam upaya pembangunan pertanian, perkebunan, perikanan yang berorientasi pada agroindustri/agrobisnis.
"Ini perlu dilakukan survei evaluasi kesesuaian lahan untuk berbagai komuditi yang ada di daerah ini, guna peningkatan produksi dan produktivitas komoditi unggulan berbasis skala ekonomi yang selanjutnya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan ekonomi di daerah kabupaten Wajo," katanya.
Dia juga berharap kabupaten Wajo kedepan dapat dijadikan sentra pertanian, perkebunan dan perikanan karena Wajo cukup terbuka untuk hal tersebut. "Wajo cukup berkemampuan karena memiliki tiga demensi untuk itu. Itupun Embung-Embung di Kabupaten wajo harus diperluas," katanya.
(gpr)
Lihat Juga :