Sejarah baru IHSG dipicu pernyataan ECB
Jum'at, 05 Oktober 2012 - 17:51 WIB
Sejarah baru IHSG dipicu pernyataan ECB
A
A
A
Sindonews.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini kembali mencetak sejarah baru di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Rekor baru IHSG kali ini didorong Bank Sentral Eropa (ECB) yang siap membeli surat utang negara-negara Eropa, yang tengah dilanda krisis.
"ECB memberikan penyataan siap untuk membeli surat utang secepatnya setelah persyaratan-persyaratan dipenuhi," kata analis PT Panin Sekuritas Purwoko Sartono dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (5/10/2012).
Dalam rapat kemarin, ECB juga memutuskan untuk menahan suku bunga rendah pada level 0,75 persen. Selain faktor tersebut, sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang positif juga menjadi pemicu positifnya gerak Bursa lokal. "Data-data ekonomi AS lebih baik dari estimasi," imbuh dia.
Di samping dua faktor itu, dia menambahkan, klaim tunjangan pengganguran AS pekan lalu sebesar 367.000 lebih baik dari perkiraan sebelumnya sebesar 370.000. Factory orders di Agustus meski menurun 5,2 persen, namun lebih baik dari estimasi 5,9 persen.
Di samping itu, data kepercayaan konsumen (consumer confidence) yang naik dalam dua bulan berturut-turut mendorong positifnya gerak bursa. Pasalnya, kenaikan tersebut menjadi yang terlama sejak 2006.
IHSG pada perdagangan Jumat (5/10/2012) ditutup menguat 39,85 poin atau 0,93 persen menuju level 4.311,31. Penguatan IHSG ini melanjutkan penguatan yang terjadi pada hari kemarin, yang ditutup pada level 4.271,03.
"ECB memberikan penyataan siap untuk membeli surat utang secepatnya setelah persyaratan-persyaratan dipenuhi," kata analis PT Panin Sekuritas Purwoko Sartono dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (5/10/2012).
Dalam rapat kemarin, ECB juga memutuskan untuk menahan suku bunga rendah pada level 0,75 persen. Selain faktor tersebut, sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang positif juga menjadi pemicu positifnya gerak Bursa lokal. "Data-data ekonomi AS lebih baik dari estimasi," imbuh dia.
Di samping dua faktor itu, dia menambahkan, klaim tunjangan pengganguran AS pekan lalu sebesar 367.000 lebih baik dari perkiraan sebelumnya sebesar 370.000. Factory orders di Agustus meski menurun 5,2 persen, namun lebih baik dari estimasi 5,9 persen.
Di samping itu, data kepercayaan konsumen (consumer confidence) yang naik dalam dua bulan berturut-turut mendorong positifnya gerak bursa. Pasalnya, kenaikan tersebut menjadi yang terlama sejak 2006.
IHSG pada perdagangan Jumat (5/10/2012) ditutup menguat 39,85 poin atau 0,93 persen menuju level 4.311,31. Penguatan IHSG ini melanjutkan penguatan yang terjadi pada hari kemarin, yang ditutup pada level 4.271,03.
(rna)
Lihat Juga :