Menteri PU : Pemukiman tanpa kumuh pada 2020
Sabtu, 06 Oktober 2012 - 12:22 WIB
Menteri PU : Pemukiman tanpa kumuh pada 2020
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto mengajak semua pemangku kepentingan meningkatkan kepedulian terhadap peningkatan kualitas pemukiman.
"Tugas mulia ini merupakan tanggung jawab semua pihak," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/10/2012).
Karena itu, Kementerian PU mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan pemukiam tanpa kumuh pada 2020. Terkait ini, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya mengapresiasi peningkatan kualitas kota dan pemukiman yang dilakukan kota Surabaya dengan menyelenggarakan Hari Habitat Dunia (HHD) 2012.
"Peringatan HHD dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulian semua pihak, baik pemerintah pusat atau daerah, swasta, perguruan tinggi dan masyarakat bagi peningkatan kualitas perumahan dan pemukiman yang lebih baik," tutur dia.
Dia menambahkan, momentum ini juga dimanfaatkan bagi pengkajian permasalahan perumahan dan pembangunan perkotaan serta memikirkan solusi bagi pengembangan perumahan, teruatama masyarakat miskin dan perkotaan yang berkelanjutan di Indonesia.
Fakta yang ada, menunjukkan bahwa kota-kota di Indonesia memberi kontribusi sebesar 52,7 persen terhadap perekonomian nasional. Namun, pada saat yang sama, kota-kota tersebut juga menghadapi tantangan.
Berdasarkan laporan UN Habitat (Badan PBB untuk urusan tempat tinggal mausia), masalah yang dihadapi kota-kota di Indonesia, mulai dari urbanisasi yang pesat 1,7 persen per tahun, degradasi lingkungan dan banyaknya penduduk di kawasan pemukiman kumuh sekitar 23 persen.
Melihat kondisi ini, tema HHD 2012 yang diusung adalah "Menuju pemukiman tanpa kumuh 2020". Hal ini didasari baha kota tanpa kumuh menjadi salah satu prioritas rencana jangka panjang nasional (RJPN) hingga 2025. Ini juga sesuai dengan salah satu tujuan MDG's, yakni tercapainya perbaikan signifikan dalam kehidupan bagi minimal 100 juta penghuni kawasan kumuh di dunia pada 2020.
"Tugas mulia ini merupakan tanggung jawab semua pihak," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/10/2012).
Karena itu, Kementerian PU mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan pemukiam tanpa kumuh pada 2020. Terkait ini, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya mengapresiasi peningkatan kualitas kota dan pemukiman yang dilakukan kota Surabaya dengan menyelenggarakan Hari Habitat Dunia (HHD) 2012.
"Peringatan HHD dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulian semua pihak, baik pemerintah pusat atau daerah, swasta, perguruan tinggi dan masyarakat bagi peningkatan kualitas perumahan dan pemukiman yang lebih baik," tutur dia.
Dia menambahkan, momentum ini juga dimanfaatkan bagi pengkajian permasalahan perumahan dan pembangunan perkotaan serta memikirkan solusi bagi pengembangan perumahan, teruatama masyarakat miskin dan perkotaan yang berkelanjutan di Indonesia.
Fakta yang ada, menunjukkan bahwa kota-kota di Indonesia memberi kontribusi sebesar 52,7 persen terhadap perekonomian nasional. Namun, pada saat yang sama, kota-kota tersebut juga menghadapi tantangan.
Berdasarkan laporan UN Habitat (Badan PBB untuk urusan tempat tinggal mausia), masalah yang dihadapi kota-kota di Indonesia, mulai dari urbanisasi yang pesat 1,7 persen per tahun, degradasi lingkungan dan banyaknya penduduk di kawasan pemukiman kumuh sekitar 23 persen.
Melihat kondisi ini, tema HHD 2012 yang diusung adalah "Menuju pemukiman tanpa kumuh 2020". Hal ini didasari baha kota tanpa kumuh menjadi salah satu prioritas rencana jangka panjang nasional (RJPN) hingga 2025. Ini juga sesuai dengan salah satu tujuan MDG's, yakni tercapainya perbaikan signifikan dalam kehidupan bagi minimal 100 juta penghuni kawasan kumuh di dunia pada 2020.
(rna)
Lihat Juga :