Industri asuransi dituntut ciptakan agen berkualitas
Senin, 08 Oktober 2012 - 09:00 WIB
Industri asuransi dituntut ciptakan agen berkualitas
A
A
A
Sindonews.com - Industri asuransi dituntut meningkatkan kualitas agen sebagai ujung tombak pemasaran produknya kepada masyarakat. Hal itu agar agen semakin profesional sehingga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap asuransi terus bertumbuh.
”Kami tidak mengejar agen yang sebanyak-banyaknya, tetapi bagaimana meningkatkan kualitas dan profesionalisme,” ujar Presiden Direktur AIA Finansial Carl Gustini di sela-sela Top Agen Awards 2012 di Nusa Dua, Bali, akhir pekan lalu.
Menurutnya, agen yang profesional sangat dibutuhkan agar penetrasi asuransi di In-donesia semakin meningkat. Kemampuan mereka menawarkan produk dengan memberi pemahaman manfaat dari proteksi hingga proses klaim yang mudah dan cepat menjadi kunci kesuksesan sebagai agen.
Dia mengatakan, untuk menjadi agen yang profesional, pihaknya memberi pelatihan serta melengkapi modulmodulnya dengan sistem informasi teknologi canggih.
Chief Marketing Officer and Head of Syariah AIA Financial Ade Bungsu mengatakan, hingga saat ini AIA memiliki 10.000 agen dan telah besertifikasi.
Pihaknya terus mendorong para agen agar memiliki kualitas dan reputasi yang baik, sebagai modal mendapat kepercayaan dari nasabah. Hal itu menyebabkan jumlah agen AIA yang masuk nominasi Top Agent Award yang digelar Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dari tahun ke tahun terus bertambah.
Dalam ajang tersebut, agen AIA Yudi Antoni meraih posisi kelima kategori agent top policy, kemudian Adrian Hartanto meraih posisi kedua untuk kategori rookie agent top premium 2011.
Sedangkan, Kenny Leonara berada di posisi kedua sebagai agent top premium 2011. Kenny juga berada di posisi kedua untuk kategori agent of the year.
Kenny yang diminta pendapatnya mengatakan, selama ini dia hanya mencoba bekerja keras mengejar target tanpa memikirkan hasil yang akan diraihnya.
Selain mengapresiasi para agen berprestasi, Ketua Panitia Top Agent Awards 2012 Lena S Lukman mengatakan, AAJI juga menggelar aksi untuk memberikan ruang sosial bagi industri asuransi jiwa di Panti Wreda, Denpasar, Bali. ”Industri asuransi ingin berbagi dengan masyarakat, tidak melulu mengumpulkan premi dari nasabah,” ujarnya.
Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim menambahkan,untuk meningkatkan profesionalisme agen,pada 2014 mendatang AAJI menargetkan sebanyak 500.000 agen asuransi jiwa memperoleh sertifikasi. Saat ini per September 2013 AAJI mencatat sedikitnya 340.000 agen asuransi jiwa yang tesertifikasi.
”Kami tidak mengejar agen yang sebanyak-banyaknya, tetapi bagaimana meningkatkan kualitas dan profesionalisme,” ujar Presiden Direktur AIA Finansial Carl Gustini di sela-sela Top Agen Awards 2012 di Nusa Dua, Bali, akhir pekan lalu.
Menurutnya, agen yang profesional sangat dibutuhkan agar penetrasi asuransi di In-donesia semakin meningkat. Kemampuan mereka menawarkan produk dengan memberi pemahaman manfaat dari proteksi hingga proses klaim yang mudah dan cepat menjadi kunci kesuksesan sebagai agen.
Dia mengatakan, untuk menjadi agen yang profesional, pihaknya memberi pelatihan serta melengkapi modulmodulnya dengan sistem informasi teknologi canggih.
Chief Marketing Officer and Head of Syariah AIA Financial Ade Bungsu mengatakan, hingga saat ini AIA memiliki 10.000 agen dan telah besertifikasi.
Pihaknya terus mendorong para agen agar memiliki kualitas dan reputasi yang baik, sebagai modal mendapat kepercayaan dari nasabah. Hal itu menyebabkan jumlah agen AIA yang masuk nominasi Top Agent Award yang digelar Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dari tahun ke tahun terus bertambah.
Dalam ajang tersebut, agen AIA Yudi Antoni meraih posisi kelima kategori agent top policy, kemudian Adrian Hartanto meraih posisi kedua untuk kategori rookie agent top premium 2011.
Sedangkan, Kenny Leonara berada di posisi kedua sebagai agent top premium 2011. Kenny juga berada di posisi kedua untuk kategori agent of the year.
Kenny yang diminta pendapatnya mengatakan, selama ini dia hanya mencoba bekerja keras mengejar target tanpa memikirkan hasil yang akan diraihnya.
Selain mengapresiasi para agen berprestasi, Ketua Panitia Top Agent Awards 2012 Lena S Lukman mengatakan, AAJI juga menggelar aksi untuk memberikan ruang sosial bagi industri asuransi jiwa di Panti Wreda, Denpasar, Bali. ”Industri asuransi ingin berbagi dengan masyarakat, tidak melulu mengumpulkan premi dari nasabah,” ujarnya.
Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim menambahkan,untuk meningkatkan profesionalisme agen,pada 2014 mendatang AAJI menargetkan sebanyak 500.000 agen asuransi jiwa memperoleh sertifikasi. Saat ini per September 2013 AAJI mencatat sedikitnya 340.000 agen asuransi jiwa yang tesertifikasi.
(gpr)
Lihat Juga :