Pertamina bangun kilang TDAE

Senin, 08 Oktober 2012 - 10:12 WIB
Pertamina bangun kilang...
Pertamina bangun kilang TDAE
A A A
Sindonews.com - PT Pertamina (Persero) akan membangun kilang treated distillate aromatic extract (TDAE) yang merupakan bahan baku utama industri ban dan karet sintetis berkapasitas 50.000 ton per tahun.

Kilang tersebut rencananya dibangun di kompleks kilang pengolahan di Cilacap, Jawa Tengah. Kilang baru itu ditargetkan dapat beroperasi secara komersial pada akhir 2015. Tingkat produksi TDAE yang kini masih terbatas di dunia dinilai sebagai peluang oleh Pertamina .

“Produknya akan dipasarkan di dalam negeri dan ekspor dengan komposisi awal 60:40. Nantinya, kalau pasar di dalam negeri meningkat, kami akan prioritaskan ke domestik,” jelas Direktur Pengolahan Pertamina Chrisna Damayanto di Jakarta kemarin.

Menurut Chrisna, Pertamina bekerja sama dengan PT Pura Barutama untuk menggarap proyek kilang TDAE tersebut. Kerja sama mencakup pembuatan basic engineering design (BED), small scale operation plant (SSPU), dan front end engineering design (FEED) untuk membangun kilang TDAE skala komersial.

“Jadi, kami bekerja sama mulai dari uji laboratorium hingga pembuatan hak patennya, dilanjutkan dengan membangun kilang skala kecil hingga akhirnya kilang TDAE secara komersial. Ini pertama kalinya kami lakukan,” tuturnya.

Pertamina dan Pura Barutama menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/ MoU) kerja sama tersebut pada 27 Agustus 2012. Kedua perusahaan sepakat membentuk perusahaan patungan dengan komposisi saham masing-masing 50 persen.

Chrisna menuturkan, selama ini Pertamina hanya membeli lisensi proses teknologi dari perusahaan lain.Namun,kali ini BUMN energi tersebut membuat sendiri prosesnya.

Dengan memakai bahan baku TDAE, maka produk ban yang diproduksikan dapat dipasarkan di Uni Eropa.Selama ini bahan baku ban memakai minarex yang bersifat karsinogenik sehingga dilarang dijual di Uni Eropa. Chrisna menjelaskan, bagi Pertamina kilang TDAE akan memberikan sejumlah keuntungan seperti nilai keekonomian yang jauh lebih tinggi dibandingkan minarex.

Harga TDAE, kata dia, bisa dua kali lipat minarex. Keuntungan lainnya,Pertamina memberikan kontribusi bagi pengembangan produk yang ramah lingkungan. “Ini juga sejarah penting karena Pertamina akan menjadi pemilik lisensi pemrosesan TDEA,” ujarnya.

Bahan baku kilang tersebut seluruhnya adalah minarex yang merupakan produk samping Lube Oil Complex di Unit Kilang Cilacap.

Minarex selanjutnya diolah di kilang baru tersebut menjadi produk TDAE. Pertamina telah memiliki dan mengoperasikan enam buah unit Kilang dengan kapasitas total mencapai 1.046.700 barel.

Beberapa kilang minyak seperti kilang UP-III Plaju dan Kilang UP-IV Cilacap terintegrasi dengan kilang petrokimia, lainnya juga menghasilkan produk elpiji seperti di Pangkalan Brandan, Dumai, Plaju, Cilacap, Balikpapan, Balongan dan Mundu, serta kilang Cilacap yang juga menghasilkan lube base oil.

Terkait pembangunan kilang, sebelumnya Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Evita Legowo mengatakan bahwa ada rencana pembangunan tiga kilang baru oleh pemerintah dan Pertamina.Pemerintah berencana membangun kilang pengolahan BBM berkapasitas 300.000 barel per hari yang ditargetkan beroperasi pada 2019.

Kebutuhan dana pembangunan kilang BBM sekaligus petrokimia itu diperkirakan mencapai Rp90 triliun. Di luar itu, kata dia, Pertamina juga berencana membangun dua kilang baru bekerja sama dengan Saudi Aramco dan Kuwait Petroleum dengan kapasitas setara.

“Lokasi ketiga kilang itu dipertimbangkan di Sumatera, Jatim, dan Kalimantan dengan pertimbangan soal ketersediaan lahan dan kemudahan akses bahan baku dan produk,” ungkapnya beberapa waktu lalu.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Berita Terkini
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
16 menit yang lalu
Misteri Brankas Rahasia:...
Misteri Brankas Rahasia: Mengapa Banyak Negara Pilih Simpan Cadangan Emasnya di Luar Negeri?
1 jam yang lalu
BRI Hadirkan KKB Expo...
BRI Hadirkan KKB Expo Serentak di 131 Titik, Tawarkan Berbagai Promo Spesial untuk Masyarakat
2 jam yang lalu
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Polda Sumut Sinergi Percepat Normalisasi Distribusi BBM
3 jam yang lalu
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Hybrid Tawarkan Gaya Kalcer, Konsumsi BBM Diklaim Capai 60 Km per Liter
3 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved