DPR tolak wacana ganti direksi Telkomsel
Senin, 08 Oktober 2012 - 17:28 WIB
DPR tolak wacana ganti direksi Telkomsel
A
A
A
Sindonews.com - Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan Direksi PT Telkomsel, anggota DPR Fraksi PDIP Maruarar Sirait menyatakan dukungan penuhnya kepada direksi Telkomsel.
"Manajemen Telkomsel sudah bertindak benar," tegas Maruarar Sirait usai RDP di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/10/2012).
Anggota DPR Fraksi PDIP yang akrab dipanggil Ara ini menilai, kegagalan manajemen Telkomsel di pengadilan tidak bisa dijadikan alasan untuk penggantian direksi. Ara menolak wacana penggantian direksi Telkomsel.
"Proses pengadilan itu tidak bisa dijadikan sebagai parameter. Bagi saya, yang saya nilai adalah upaya manajemen," sambung Ara.
Ara menduga adanya permainan di pengadilan yang menyebabkan Telkomsel kalah. "Sekarang saya tanya, apakah semua yang benar pasti menang?" tanyanya kepada wartawan.
Menurutnya, Telkomsel jelas tidak bersalah dalam masalah dengan PT Prima Jaya Informatika (PJI) sebab PJI belum membayar produk yang dipesan dari Telkomsel. "Mereka kan belum bayar, kalau mereka sudah bayar barulah Telkomsel yang salah," simpulnya.
"Manajemen Telkomsel sudah bertindak benar," tegas Maruarar Sirait usai RDP di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/10/2012).
Anggota DPR Fraksi PDIP yang akrab dipanggil Ara ini menilai, kegagalan manajemen Telkomsel di pengadilan tidak bisa dijadikan alasan untuk penggantian direksi. Ara menolak wacana penggantian direksi Telkomsel.
"Proses pengadilan itu tidak bisa dijadikan sebagai parameter. Bagi saya, yang saya nilai adalah upaya manajemen," sambung Ara.
Ara menduga adanya permainan di pengadilan yang menyebabkan Telkomsel kalah. "Sekarang saya tanya, apakah semua yang benar pasti menang?" tanyanya kepada wartawan.
Menurutnya, Telkomsel jelas tidak bersalah dalam masalah dengan PT Prima Jaya Informatika (PJI) sebab PJI belum membayar produk yang dipesan dari Telkomsel. "Mereka kan belum bayar, kalau mereka sudah bayar barulah Telkomsel yang salah," simpulnya.
(gpr)
Lihat Juga :