Membesarkan brand dalam industri kecil

Rabu, 10 Oktober 2012 - 11:16 WIB
Membesarkan brand dalam...
Membesarkan brand dalam industri kecil
A A A
Sindonews.com - Industri kecil atau yang lebih dikenal dengan istilah usaha kecil menengah (UKM), dewasa ini mempunyai peranan yang sangat penting bagi kemajuan ekonomi Indonesia.

Dalam hal ini UKM tidak hanya berperan dalam menyumbang surplus produksi dalam negeri, tapi juga dapat menciptakan sebuah lapangan pekerjaan dalam skala yang cukup besar.

Tetapi, sebagian besar UKM masih dihadapkan dengan banyak masalah, salah satunya dari segi pemasaran. Sejauh ini mereka hanya terfokus pada produk, penetapan harga dan hal-hal lain yang berorientasi pada penjualan. Bagi sebagian kalangan membangun sebuah brand belumlah menjadi prioritas.

Mereka berpandangan bahwa branding sejauh ini biasanya identik dengan industri berskala besar saja. Mereka juga belum menyadari bahwa brand adalah salah satu aset penting dalam sebuah perusahaan.

Banyak persepsi yang timbul bahwa branding membutuhkan biaya yang besar, oleh sebab itu pemilik UKM lebih memilih untuk mengalokasikan modalnya untuk sektor riil, seperti meningkatkan kapasitas produksi, penambahan bahan baku dan lain sebagainya.

Padahal apabila mereka melihat branding sebagai sebuah investasi, dan proses branding yang diterapkan efektif dan efisien, pada akhirnya hal tersebut akan memberikan keuntungan jangka panjang.

Brand bisa dianalogikan sebagai sebuah identitas.Tanpa identitas yang kuat dan jelas, sebuah usaha tidak akan dikenal oleh target market-nya. Di lain sisi, baik buruknya identitas sebuah brand terbentuk dari apa yang diterapkan oleh stakeholder-nya sendiri. Sebuah brand dikatakan baik apabila merek tersebut dapat membentuk ikatan emosional yang kuat dengan pelanggannya.

Selain itu, apabila persepsi akan sebuah brand tinggi, maka value yang dihasilkan pun akan berbanding lurus. Hal ini akan membantu perusahaan dalam membangun citra positif dan terkesan profesional.

Di sisi lain hal tersebut juga akan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk dan jasa yang ditawarkan. Sebagai contoh, sebuah keluarga memilih untuk menggunakan hanya satu merek pasta gigi yang terus direkomendasikan dari generasi ke generasi.

Ikatan emosional yang sudah terbentuk seperti itu seringkali akan membuat pelanggan mengabaikan produk atau jasa lain yang ditawarkan di pasaran karena didasarkan oleh persepsi brand yang sudah terbentuk di benak mereka, serta brand recognition yang tinggi.

Keripik Maicih adalah salah satu contoh branding UKM yang cukup berhasil. Berbekal dengan strategi branding dan pemasaran yang kuat dan jelas, Keripik Maicih kini cukup dikenal di kalangan penggemar keripik di Indonesia pada umumnya, dan Bandung pada khususnya.

Sebuah ikatan emosional yang kuat sudah terbentuk oleh brand keripik ini dengan pelanggannya. Didukung dengan strategi branding dan pemasaran yang unik, hal ini membedakan mereka dengan para pesaingnya.

Strategi pemasaran gerilya, yaitu lokasi penjualan yang selalu berpindah-pindah, membuat para pelanggannya penasaran dan selalu mencari info mengenai lokasi penjualan yang bisa ditemukan melalui akun mereka di situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.

Para pelanggannya pun rela untuk mengantre demi mendapatkan makanan ringan yang terbuat dari singkong ini. Saat ini Keripik Maicih tidak hanya menjual keripik singkong, tetapi juga menjual camilan khas Indonesia lainnya seperti sablak, basreng, dan gurilem.

Sebagai kesimpulan, brand adalah sebuah aset penting walaupun untuk industri berskala kecil, di mana brand bisa menjadi diferensiasi bagi sebuah UKM dengan UKM lainnya.

Selain itu, brand juga dapat membantu sebuah UKM dapat dikenal luas dan diingat oleh konsumen, terutama apabila merek tersebut dapat berhasil membentuk sebuah ikatan emosional yang kuat dengan pelanggannya, dan memiliki persepsi positif dari segi pencitraannya.

DANIEL SURYA
Chairman & President South East Asia DM IDHOLLAND
&
FREDDY SIMANJUNTAK
Sr. Brand Designer DM IDHOLLAND
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terancam Tutup, Perusahaan...
Terancam Tutup, Perusahaan Perparkiran Butuh Sederet Relaksasi Pajak
Pabrik Mulai Berproduksi,...
Pabrik Mulai Berproduksi, VW Ubah Logo seperti Game PacMan
Sosialisasikan COVID-19,...
Sosialisasikan COVID-19, Pengelola Apartemen Manfaatkan Jaringan TV Lokal
Jukir CentrePark Kembalikan...
Jukir CentrePark Kembalikan Dompet Temuan Berisi Jutaan Rupiah ke Pemiliknya
Berkat Kerja Keras Tim,...
Berkat Kerja Keras Tim, CentrePark Raih Penghargaan Wajib Pajak Terbaik
Pura Trans dan Hino...
Pura Trans dan Hino Latih Smart Driving untuk Para Sopir
Berita Terkini
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
50 menit yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
55 menit yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
1 jam yang lalu
Misteri Brankas Rahasia:...
Misteri Brankas Rahasia: Mengapa Banyak Negara Pilih Simpan Cadangan Emasnya di Luar Negeri?
2 jam yang lalu
BRI Hadirkan KKB Expo...
BRI Hadirkan KKB Expo Serentak di 131 Titik, Tawarkan Berbagai Promo Spesial untuk Masyarakat
3 jam yang lalu
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
3 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved