Jepang siap danai proyek besar di Jabodetabek
Rabu, 10 Oktober 2012 - 12:21 WIB
Jepang siap danai proyek besar di Jabodetabek
A
A
A
Sindonews.com - Hasil positif kembali didapat delegasi Indonesia yang dipimpin Menko Perekonomian Hatta Rajasa, saat bertemu dengan pejabat kementerian, liga parlemen dan pengusaha Jepang di Gedung Parlemen Jepang, Selasa (9/10/2012) malam.
Dalam pertemuan lanjutan bertajuk The Third Steering Committee Meeting of The Metropolitan Priority Areas (MPA) for Investment and Industry, Jepang menyatakan setuju mendanai lima proyek besar di kawasan metropolitan Jakarta dan sekitarnya yang terintegrasi dalam proyek MPA senilai 1 triliun yen atau setara dengan Rp125 triliun.
Hatta menegaskan, Jepang telah menyatakan setuju untuk mendanai proyek MPA di Jabodetabek. "Jepang melalui Japan's Official Development Assistance (ODA) dan bantuan asing setuju untuk mendanai Rp125 triliun dalam 10 tahun ke depan," kata Hatta Rajasa dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/10/2012) malam.
Lima proyek besar yang segera dilakukan adalah konstruksi MRT, pengembangan pelabuhan baru skala internasional di Cilamaya, perluasan Bandara Soekarno-Hatta, pengembangan klaster penelitian baru, dan pengembangan sistem saluran air limbah di Jakarta.
Dengan rentang waktu penggarapan diperkirakan mencapai 10 tahun, proyek besar itu direncanakan selesai pada tahun 2020. Untuk tahap awal, Jakarta dan sekitarnya menjadi pilihan, karena bersifat visible.
Banyak investor yang tertarik untuk proyek MPA yang dijalankan di Jakarta dan sekitarnya. Jika proyek MPA di Jabodetabek berjalan lancar dan sukses, tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan ke daerah lain, seperti Medan, Bandung, Makassar, Denpasar dan Surabaya.
Hal ini dibenarkan oleh Dedy Priyatna, Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas, serta Luki Eko Wuryanto, Deputi Infrastruktur dan Pengembangan wilayah yang ikut bersama rombongan delegasi RI ke Jepang.
"Indonesia dan Jepang dalam pertemuan rangkaian pertemuan forum ekonomi bersama itu juga telah mengidentifikasi 45 proyek prioritas termasuk 18 proyek percepatan yang akan dimulai pada akhir 2013," ungkap Luki Eko.
Sementara itu Dedy Priyatna menjelaskan MPA merupakan konsep pengembangan jaringan infrastruktur di kawasan Jabodetabek yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sistem distribusi, logistik dan transportasi di Jakarta.
Dalam pertemuan lanjutan bertajuk The Third Steering Committee Meeting of The Metropolitan Priority Areas (MPA) for Investment and Industry, Jepang menyatakan setuju mendanai lima proyek besar di kawasan metropolitan Jakarta dan sekitarnya yang terintegrasi dalam proyek MPA senilai 1 triliun yen atau setara dengan Rp125 triliun.
Hatta menegaskan, Jepang telah menyatakan setuju untuk mendanai proyek MPA di Jabodetabek. "Jepang melalui Japan's Official Development Assistance (ODA) dan bantuan asing setuju untuk mendanai Rp125 triliun dalam 10 tahun ke depan," kata Hatta Rajasa dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/10/2012) malam.
Lima proyek besar yang segera dilakukan adalah konstruksi MRT, pengembangan pelabuhan baru skala internasional di Cilamaya, perluasan Bandara Soekarno-Hatta, pengembangan klaster penelitian baru, dan pengembangan sistem saluran air limbah di Jakarta.
Dengan rentang waktu penggarapan diperkirakan mencapai 10 tahun, proyek besar itu direncanakan selesai pada tahun 2020. Untuk tahap awal, Jakarta dan sekitarnya menjadi pilihan, karena bersifat visible.
Banyak investor yang tertarik untuk proyek MPA yang dijalankan di Jakarta dan sekitarnya. Jika proyek MPA di Jabodetabek berjalan lancar dan sukses, tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan ke daerah lain, seperti Medan, Bandung, Makassar, Denpasar dan Surabaya.
Hal ini dibenarkan oleh Dedy Priyatna, Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas, serta Luki Eko Wuryanto, Deputi Infrastruktur dan Pengembangan wilayah yang ikut bersama rombongan delegasi RI ke Jepang.
"Indonesia dan Jepang dalam pertemuan rangkaian pertemuan forum ekonomi bersama itu juga telah mengidentifikasi 45 proyek prioritas termasuk 18 proyek percepatan yang akan dimulai pada akhir 2013," ungkap Luki Eko.
Sementara itu Dedy Priyatna menjelaskan MPA merupakan konsep pengembangan jaringan infrastruktur di kawasan Jabodetabek yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sistem distribusi, logistik dan transportasi di Jakarta.
(gpr)
Lihat Juga :