Perbankan waspadai sektor manufaktur

Rabu, 10 Oktober 2012 - 13:47 WIB
Perbankan waspadai sektor...
Perbankan waspadai sektor manufaktur
A A A
Sindonews.com - Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Persero Destry Damayanti menyatakan kewaspadaan
industri perbankan Indonesia dalam menyalurkan kredit ke sektor manufaktur. Hal ini seiring dengan ancaman krisis global yang tidak hanya menyerang sektor manufaktur.

"Kita sangat selektif dalam memberikan pinjaman. Kita akan klasifikasi, kita akan lihat apakah industrinya mudah terkena eksternal shock atau sebaliknya," kata Destry di Jakarta, Rabu (10/10/2012).

Dia mengungkapkan, jumlah kredit macet (non-performing loan/NPL) manufaktur cukup tinggi mencapai 2,6 persen pada Juli 2012. Karena itu, menurut dia, diperlukan management dan sustainable yang baik sebelum memberikan kredit.

"Dalam memberikan kredit, kita melihat suplai dan demand-nya, bagaimana ketergantungannya terhadap import, bagaimana profit margin-nya? Ini history-nya yang kita lihat," jelasnya

Sejauh ini, Destry melanjutkan, beberapa industri manufaktur yang cukup sustainabel adalah garmen dan tekstil. "Garmen so far ok, karena dia punya karakteristik yang unik, seperti kerajinan tangan dia juga punya prospek yang bagus," tegasnya

Sementara untuk bidang tekstil cukup memiliki tingkat kerentanan yang tinggi. Pasalnya, bidang ini rata-rata memiliki pangsa pasar yang luas di luar negeri. Dengan demikian, jika terjadi krisis global, sektor ini dinilai mudah terkena dampaknya.

"Kalau dilihat dari kredit by sektor di manufaktur, terbesar share-nya hanya 12,9 persen," tambah Destry. Meskii demikian, Destry melihat potensi pertumbuhan di sektor manufaktur cukup potensial, tapi yang harus dilihat adalah pasar yang berkelanjutan dan margin bisnisnya.

"Dalam porfolio, kita juga melihat bagaimana persaingan di manufaktur dan ketergantungannya terhadap bahan baku impor. Kita belum tahu bagaimana kondisi global, jadi dalam memberikan kredit pun kita harus konservatif," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
42 menit yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
2 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
2 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
2 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
2 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
3 jam yang lalu
Infografis
Waspadai Gejalanya Virus...
Waspadai Gejalanya Virus B Langka yang Ditemukan di Hong Kong
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved