Dampak pelambatan ekonomi China tidak signifikan
Rabu, 10 Oktober 2012 - 16:07 WIB
Dampak pelambatan ekonomi China tidak signifikan
A
A
A
Sindonews.com - Meski perdagangan dengan China meningkat pesat, pelambatan ekonomi China tidak akan berdampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia.
Hal ini disampaikan oleh Head of Global Market HSBC Indonesia, Ali Setiawan, dalam konferensi pers mengenai "Internalisation of Renminbi-Opportunities and Challenge" di Hotel Ritz Carlton, Rabu (10/10/2012). "Kita belum lihat perekonomian China akan merosot, biarpun turun masih 7 persen. Efeknya tidak akan besar ke Indonesia," ungkap Ali.
Saat ini, nilai transaksi perdagangan antara Indonesia dengan China mencapai USD76 juta atau sekitar 14 persen dari seluruh nilai transaksi ekspor-impor Indonesia. Ali mengemukakan bahwa saat ini pemerintah China telah melakukan berbagai intervensi dan memberikan berbagai stimulus untuk menjaga pertumbuhan ekonominya.
"Mereka banyak melakukan intervensi dan usaha-usaha lainnya agar investasi kembali ke China, ekonomi China akan membaik, hasilnya akan terlihat mulai tahun depan," terangnya.
Namun Ali tidak menampik adanya dampak negatif pelambatan ekonomi China terhadap perekonomian Indonesia. Menurutnya, dampak terbesar pelambatan ekonomi China terhadap Indonesia adalah penurunan produk domestik bruto (PDB), namun tidak besar.
"Memang kita tidak imun, pelemahan di China berpengaruh terutama terhadap PDB Indonesia, tapi tidak signifikan. Indonesia tak perlu takut terkena imbas," simpul Ali.
Hal ini disampaikan oleh Head of Global Market HSBC Indonesia, Ali Setiawan, dalam konferensi pers mengenai "Internalisation of Renminbi-Opportunities and Challenge" di Hotel Ritz Carlton, Rabu (10/10/2012). "Kita belum lihat perekonomian China akan merosot, biarpun turun masih 7 persen. Efeknya tidak akan besar ke Indonesia," ungkap Ali.
Saat ini, nilai transaksi perdagangan antara Indonesia dengan China mencapai USD76 juta atau sekitar 14 persen dari seluruh nilai transaksi ekspor-impor Indonesia. Ali mengemukakan bahwa saat ini pemerintah China telah melakukan berbagai intervensi dan memberikan berbagai stimulus untuk menjaga pertumbuhan ekonominya.
"Mereka banyak melakukan intervensi dan usaha-usaha lainnya agar investasi kembali ke China, ekonomi China akan membaik, hasilnya akan terlihat mulai tahun depan," terangnya.
Namun Ali tidak menampik adanya dampak negatif pelambatan ekonomi China terhadap perekonomian Indonesia. Menurutnya, dampak terbesar pelambatan ekonomi China terhadap Indonesia adalah penurunan produk domestik bruto (PDB), namun tidak besar.
"Memang kita tidak imun, pelemahan di China berpengaruh terutama terhadap PDB Indonesia, tapi tidak signifikan. Indonesia tak perlu takut terkena imbas," simpul Ali.
(rna)
Lihat Juga :