Warga Yogyakarta miskin tapi bahagia
Kamis, 11 Oktober 2012 - 13:42 WIB
Warga Yogyakarta miskin tapi bahagia
A
A
A
Sindonews.com - Tingkat kemiskinan masyarakat di DIY masih tinggi. Padahal jumlah pengangguran rendah.
"Ini menunjukkan masyarakat DIY suka bekerja meskipun tetap miskin," tutur Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY Nur Achmad Affandi pada seminar prospek perekonomian Yogyakarta setelah ditetapkannya UU Keistimewaan DIY di kantor Bank Indonesia Yogyakarta, Kamis (11/10/12).
Meski begitu, ujar Nur Achmad, tingkat kebahagiaan masyarakat cukup tinggi. Data dari IMF pada 2011 masyarakat DIY miskin tapi cukup bahagia. "UUK ini harus bisa menjadikan masyrakat tidak miskin dan bahagia," tambahnya.
Keistimewaan ini harus bisa merubah tingkat pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. Sebab selama 2006-2011 pertumbuhan ekonomi hanya 8,06 persen per tahun.
Salah satunya dengan mempermudah perijinan agar mudah bagi investor masuk. Kasultanan dan Pakualaman harus bisa fasilitasi masalah pertanahan untuk industri.
"Ini menunjukkan masyarakat DIY suka bekerja meskipun tetap miskin," tutur Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY Nur Achmad Affandi pada seminar prospek perekonomian Yogyakarta setelah ditetapkannya UU Keistimewaan DIY di kantor Bank Indonesia Yogyakarta, Kamis (11/10/12).
Meski begitu, ujar Nur Achmad, tingkat kebahagiaan masyarakat cukup tinggi. Data dari IMF pada 2011 masyarakat DIY miskin tapi cukup bahagia. "UUK ini harus bisa menjadikan masyrakat tidak miskin dan bahagia," tambahnya.
Keistimewaan ini harus bisa merubah tingkat pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. Sebab selama 2006-2011 pertumbuhan ekonomi hanya 8,06 persen per tahun.
Salah satunya dengan mempermudah perijinan agar mudah bagi investor masuk. Kasultanan dan Pakualaman harus bisa fasilitasi masalah pertanahan untuk industri.
(gpr)
Lihat Juga :