Cadev September capai USD110,2 M
Kamis, 11 Oktober 2012 - 15:09 WIB
Cadev September capai USD110,2 M
A
A
A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah cadangan devisa (cadev) akhir September 2012 meningkat dibandingkan posisi akhir bulan sebelumnya. Tercatat cadev akhir September tahun ini sebesar USD110,2 miliar atau setara dengan 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
"Cadev di akhir September 2012 sebesar USD110,2 miliar," ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution di kantornya, Jakarta, Kamis (11/10/2012).
Naiknya cadev ini seiring dengan perkembangan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal III/2012, yang diperkirakan mengalami surplus. Hal ini juga didorong oleh membaiknya defisit transaksi berjalan dan lebih besarnya surplus pada transaksi modal dan finansial.
"Defisit transaksi berjalan pada kuartal III/2012 diperkirakan lebih rendah dibandingkan kuartal II/2012," tegasnya.
Darmin menambahkan, indikasi juga terlihat dari neraca perdagangan pada bulan Agustus 2012 yang tercatat mengalami surplus. Di sisi lain, surplus transaksi modal dan finansial diprakirakan meningkat seiring dengan aliran masuk modal portofolio yang cukup besar dan aliran masuk investasi langsung (FDI) yang tetap tinggi.
"Cadev di akhir September 2012 sebesar USD110,2 miliar," ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution di kantornya, Jakarta, Kamis (11/10/2012).
Naiknya cadev ini seiring dengan perkembangan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal III/2012, yang diperkirakan mengalami surplus. Hal ini juga didorong oleh membaiknya defisit transaksi berjalan dan lebih besarnya surplus pada transaksi modal dan finansial.
"Defisit transaksi berjalan pada kuartal III/2012 diperkirakan lebih rendah dibandingkan kuartal II/2012," tegasnya.
Darmin menambahkan, indikasi juga terlihat dari neraca perdagangan pada bulan Agustus 2012 yang tercatat mengalami surplus. Di sisi lain, surplus transaksi modal dan finansial diprakirakan meningkat seiring dengan aliran masuk modal portofolio yang cukup besar dan aliran masuk investasi langsung (FDI) yang tetap tinggi.
(rna)
Lihat Juga :