BI: Pertumbuhan kredit melambat
Kamis, 11 Oktober 2012 - 15:18 WIB
BI: Pertumbuhan kredit melambat
A
A
A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) menyatakan, pertumbuahan kredit hingga Agustus 2012 hanya 23,6 persen secara year on year (yoy). Angka ini melambat dibandingkan dua bulan sebelumnya yang mampu mencapai 25,2 persen.
"Pelambatan terutama pada kredit modal kerja yang tumbuh sebesar 23,2 persen. Padahal bulan lalu, kredit modal kerja mencapai angka pertumbuhan sebesar 27,3 persen," ujar Gubernur BI Darmin Nasution dikantornya, Jakarta, Kamis (11/10/2012).
Sementara itu, kredit konsumsi tumbuh relatif stabil, yaitu 19,9 persen (yoy). Sedangkan, kredit investasi tumbuh lebih tinggi, yaitu sebesar 29,8 persen (yoy) dan diharapkan dapat meningkat kapasitas perekonomian nasional.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Halim Alamsyah menyatakan, pelambatan pertumbuhan kredit modal kerja terjadi karena banyak perusahaan besar di Indonesia yang hati-hati dalam ekspansinya.
"Terutama untuk perusahaan yang kegiatannya adalah ekspor, cenderung menahan diri untuk menarik kreditnya dan itu sudah terlihat di beberapa bank besar yang melayani kredit korporasi," ungkap Halim.
BI pun melihat kedepannya pelambatan kredit tidak akan mengalami tren pelemahan, mengingat permintaan domestik saat ini masih tinggi. "Kredit tahun ini diperkirakan tetap tumbuh pada kisaran 23-25 persen," pungkasnya.
"Pelambatan terutama pada kredit modal kerja yang tumbuh sebesar 23,2 persen. Padahal bulan lalu, kredit modal kerja mencapai angka pertumbuhan sebesar 27,3 persen," ujar Gubernur BI Darmin Nasution dikantornya, Jakarta, Kamis (11/10/2012).
Sementara itu, kredit konsumsi tumbuh relatif stabil, yaitu 19,9 persen (yoy). Sedangkan, kredit investasi tumbuh lebih tinggi, yaitu sebesar 29,8 persen (yoy) dan diharapkan dapat meningkat kapasitas perekonomian nasional.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Halim Alamsyah menyatakan, pelambatan pertumbuhan kredit modal kerja terjadi karena banyak perusahaan besar di Indonesia yang hati-hati dalam ekspansinya.
"Terutama untuk perusahaan yang kegiatannya adalah ekspor, cenderung menahan diri untuk menarik kreditnya dan itu sudah terlihat di beberapa bank besar yang melayani kredit korporasi," ungkap Halim.
BI pun melihat kedepannya pelambatan kredit tidak akan mengalami tren pelemahan, mengingat permintaan domestik saat ini masih tinggi. "Kredit tahun ini diperkirakan tetap tumbuh pada kisaran 23-25 persen," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :