Kadin: Distribusi jangan gunakan truk bekas
Kamis, 11 Oktober 2012 - 17:57 WIB
Kadin: Distribusi jangan gunakan truk bekas
A
A
A
Sindonews.com - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mengeluhkan mahalnya biaya distribusi barang melalui jalur darat.
"Angkutan jalur darat masih mahal, faktornya macam-macam, di antaranya adalah karena truk sudah tua, biaya jadi mahal," jelas Wakil Ketua Umum Kadin, M Natsir Mansyur di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (11/10/2012).
Menurut Natsir, penggunaan truk-truk yang sudah kurang layak kondisinya tersebut merugikan para pengusaha sehingga pihaknya mengusulkan agar impor truk bekas sebaiknya dihentikan. "Kita minta impor truk bekas ditutup saja," ujarnya.
Untuk mengatasi tingginya biaya distribusi akibat penggunaan truk-truk yang kurang layak tersebut, Kadin saat ini tengah mengusahakan revitalisasi angkutan truk barang dan pangan dengan total investasi Rp30 triliun untuk jangka waktu 5 tahun. Dana investasi untuk revitalisasi ini seluruhnya berasal dari pihak swasta. "Investasi total Rp30 triliun, murni swasta," sambungnya.
Namun ia mengakui revitalisasi ini belum bisa menurunkan biaya angkutan secara signifikan. "Yah sekitar nol koma sekian persen lah, penurunan cost logistik kan macam-macam komponennya, ada aspek birokrasi atau yang teknis seperti truk," tutup Natsir.
"Angkutan jalur darat masih mahal, faktornya macam-macam, di antaranya adalah karena truk sudah tua, biaya jadi mahal," jelas Wakil Ketua Umum Kadin, M Natsir Mansyur di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (11/10/2012).
Menurut Natsir, penggunaan truk-truk yang sudah kurang layak kondisinya tersebut merugikan para pengusaha sehingga pihaknya mengusulkan agar impor truk bekas sebaiknya dihentikan. "Kita minta impor truk bekas ditutup saja," ujarnya.
Untuk mengatasi tingginya biaya distribusi akibat penggunaan truk-truk yang kurang layak tersebut, Kadin saat ini tengah mengusahakan revitalisasi angkutan truk barang dan pangan dengan total investasi Rp30 triliun untuk jangka waktu 5 tahun. Dana investasi untuk revitalisasi ini seluruhnya berasal dari pihak swasta. "Investasi total Rp30 triliun, murni swasta," sambungnya.
Namun ia mengakui revitalisasi ini belum bisa menurunkan biaya angkutan secara signifikan. "Yah sekitar nol koma sekian persen lah, penurunan cost logistik kan macam-macam komponennya, ada aspek birokrasi atau yang teknis seperti truk," tutup Natsir.
(gpr)
Lihat Juga :