Toyota Indonesia akan recall 53.000 mobil
Jum'at, 12 Oktober 2012 - 08:24 WIB
Toyota Indonesia akan recall 53.000 mobil
A
A
A
Sindonews.com - PT Toyota Astra Motor (TAM) sebagai agen pemegang merek (APM) Toyota di Indonesia akan melakukan penarikan (recall) terhadap 53.000 mobil di Indonesia.
Kebijakan ini menyusul instruksi dari Toyota Motor Corp (TMC) atas adanya masalah pada master switch power window yang berpotensi memicu kebakaran. Mobil-mobil yang akan ditarik untuk kemudian diperiksa tersebut adalah Toyota Camry, Yaris, Altis, dan Vios yang diproduksi dalam kurun 2006–2008.
”Sesuai dengan instruksi TMC, di Indonesia kami mengidentifikasi ada empat model, yaitu Yaris, Vios, Altis, dan Camry, yang diproduksi di Toyota Motor Thailand,” ujar Direktur Pemasaran TAM Joko Trisanyoto di Jakarta kemarin.
Berdasarkaninvestigasi TMC, diduga ada kekurangan pelumas pada tombol utama pengatur jendela mobil tersebut. Menurut dia, tidak ada masalah pada jendela pada sisi pengemudi. Namun, gangguan terjadi di tiga jendela lainnya. ”Untuk Indonesia, hingga saat ini kami belum menerima keluhan dari para pemilik mobil tersebut,” katanya.
Meski demikian, lanjut Joko,TAM akan meminta kepada para pemilik mobil produksi 2006–2008 tersebut untuk melakukan pemeriksaan di bengkel resmi Toyota di seluruh Indonesia.
”Meskipun belum ada keluhan, kami ingin memberikan rasa aman dan nyaman kepada konsumen sebagai tanggung jawab dan komitmen kami untuk menjaga kualitas mobil-mobil Toyota di Indonesia,” tegasnya.
Pemeriksaan dan perbaikan mobil tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 30 menit.Saat ini jaringan dealer Toyota di seluruh Indonesia dipersiapkan untuk melakukan jadwal pemeriksaan terhadap 53.000 mobil tersebut. TAM akan melakukan pendataan dan segera menghubungi konsumen untuk dilakukan penjadwalan pemeriksaan.
Semua dealer dan jaringan bengkel resmi saat ini sedang mengumpulkan data dan menghubungi konsumen pemilik mobil-mobil tersebut. Namun, lanjut Joko, TAM mempersilakan para pemilik mobil dari empat varian itu untuk datang langsung ke bengkel terdekat apabila mobil mereka terdeteksi mengalami gangguan pada tombol jendela penumpang seperti tersendat atau macet.
Sejauh ini, suku cadang yang diperlukan untuk perbaikan tombol utama tersebut sudah tersedia dan dipasok dari TMC Jepang.
General Manager Corporate Planning & Public Relation TAM Widyawati Soedigdo memaparkan, pada periode 2006–2008 volume penjualan empat varian tersebut mencapai 57.229 unit. Terdiri atas Yaris (33.199 unit), Vios (12.144 unit),Corolla Altis (4.879 unit), dan Camry (7.007 unit).
Seperti diberitakan, Toyota Motor Corp mengumumkan rencana penarikannya terhadap 7,4 unit mobil dari seluruh dunia. Recall jutaan mobil ini setelah ditemukan masalah pada tombol power window yang bisa memicu kebakaran.
Model yang akan ditarik adalah Toyota Camry, Corolla, Yaris, Matrix, RAV4, Highlander, Tundra, Sequoia, dan Scion yang diproduksi pada kurun Juli 2005—Mei 2010 yang dijual di Jepang, Amerika Utara, Eropa, China, Timur Tengah, Oceania serta wilayah lain.
Penarikan kendaraan bermasalah di Indonesia bukan terjadi kali ini saja. Recall terhadap produk yang dijual ini juga pernah dilakukan sejumlah agen pemegang merek (APM) lain seperti PT Honda Prospect Motor (HPM), PT Nissan Motor Indonesia, dan PT Astra Daihatsu Motor.
PT Honda Prospect Motor (HPM) pada 2011 menarik dan memperbaiki sekitar 42.892 unit Honda Jazz dan City produksi 2006–2008 di Indonesia. Ini dilakukan karena tombol power window dari model-model tersebut bermasalah meski saat itu belum ada keluhan dari konsumen di Indonesia.
Pada Februari 2011,HPM juga melakukan pemeriksaan terhadap All New Jazz, City, dan Freed untuk penggantian komponen lost motion spring pada pelatuk katup (rocker arm) di kepala silinder.
Pada Juli 2012 lalu, PT Nissan Motor Indonesia juga melakukan penarikan dan memperbaiki ratusan unit sport cross over Nissan Juke Maret 2012 hingga Juni 2012 menyusul temuan kerusakan pada komponen pengait jok belakang.
Pemeriksaan Nissan Juke di Indonesia terkait dengan temuan otoritas Keselamatan Lalu Lintas dan Transportasi Amerika Serikat (NHTSA). Di Amerika Serikat, sekitar 11.076 unit Nissan Juke keluaran 3 Februari 2012 hingga 26 Mei 2012 ditarik lantaran ada masalah pada jok belakang.
PT Astra Daihatsu Motor (ADM) pada Mei 2012 silam juga mengumumkan program pemeriksaan dan perbaikan dua varian produknya, yakni Gran Max dan Sirion. Program ini juga dilakukan berdasarkan hasil evaluasi Daihatsu Motor Company (DMC) Jepang pada salah satu bagian komponen Daihatsu Gran Max dan Sirion.
Menurut hasil evaluasi DMC, pada Gran Max ditemukan munculnya potensi keretakan pada bagian dudukan ban cadangan yang terletak di bagian belakang bawah kendaraan.
Gran Max pikap yang teridentifikasi terkena penarikan sebanyak 36.988 unit yang diproduksi 2007 hingga 15 Oktober 2010.Lalu 11.715 unit Gran Max Mini Bus (GM MB) dan Blind Van (GM BV) yang diproduksi 2007 hingga 23 Oktober 2008.
Untuk Daihatsu Sirion, ditemukan tetesan air yang keluar dari selang pembuangan air AC yang menetes mengenai bagian luar steering rack. Masalah ini dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan karat dan pada kondisi terburuk fungsi steering rack dapat terganggu.
Kebijakan ini menyusul instruksi dari Toyota Motor Corp (TMC) atas adanya masalah pada master switch power window yang berpotensi memicu kebakaran. Mobil-mobil yang akan ditarik untuk kemudian diperiksa tersebut adalah Toyota Camry, Yaris, Altis, dan Vios yang diproduksi dalam kurun 2006–2008.
”Sesuai dengan instruksi TMC, di Indonesia kami mengidentifikasi ada empat model, yaitu Yaris, Vios, Altis, dan Camry, yang diproduksi di Toyota Motor Thailand,” ujar Direktur Pemasaran TAM Joko Trisanyoto di Jakarta kemarin.
Berdasarkaninvestigasi TMC, diduga ada kekurangan pelumas pada tombol utama pengatur jendela mobil tersebut. Menurut dia, tidak ada masalah pada jendela pada sisi pengemudi. Namun, gangguan terjadi di tiga jendela lainnya. ”Untuk Indonesia, hingga saat ini kami belum menerima keluhan dari para pemilik mobil tersebut,” katanya.
Meski demikian, lanjut Joko,TAM akan meminta kepada para pemilik mobil produksi 2006–2008 tersebut untuk melakukan pemeriksaan di bengkel resmi Toyota di seluruh Indonesia.
”Meskipun belum ada keluhan, kami ingin memberikan rasa aman dan nyaman kepada konsumen sebagai tanggung jawab dan komitmen kami untuk menjaga kualitas mobil-mobil Toyota di Indonesia,” tegasnya.
Pemeriksaan dan perbaikan mobil tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 30 menit.Saat ini jaringan dealer Toyota di seluruh Indonesia dipersiapkan untuk melakukan jadwal pemeriksaan terhadap 53.000 mobil tersebut. TAM akan melakukan pendataan dan segera menghubungi konsumen untuk dilakukan penjadwalan pemeriksaan.
Semua dealer dan jaringan bengkel resmi saat ini sedang mengumpulkan data dan menghubungi konsumen pemilik mobil-mobil tersebut. Namun, lanjut Joko, TAM mempersilakan para pemilik mobil dari empat varian itu untuk datang langsung ke bengkel terdekat apabila mobil mereka terdeteksi mengalami gangguan pada tombol jendela penumpang seperti tersendat atau macet.
Sejauh ini, suku cadang yang diperlukan untuk perbaikan tombol utama tersebut sudah tersedia dan dipasok dari TMC Jepang.
General Manager Corporate Planning & Public Relation TAM Widyawati Soedigdo memaparkan, pada periode 2006–2008 volume penjualan empat varian tersebut mencapai 57.229 unit. Terdiri atas Yaris (33.199 unit), Vios (12.144 unit),Corolla Altis (4.879 unit), dan Camry (7.007 unit).
Seperti diberitakan, Toyota Motor Corp mengumumkan rencana penarikannya terhadap 7,4 unit mobil dari seluruh dunia. Recall jutaan mobil ini setelah ditemukan masalah pada tombol power window yang bisa memicu kebakaran.
Model yang akan ditarik adalah Toyota Camry, Corolla, Yaris, Matrix, RAV4, Highlander, Tundra, Sequoia, dan Scion yang diproduksi pada kurun Juli 2005—Mei 2010 yang dijual di Jepang, Amerika Utara, Eropa, China, Timur Tengah, Oceania serta wilayah lain.
Penarikan kendaraan bermasalah di Indonesia bukan terjadi kali ini saja. Recall terhadap produk yang dijual ini juga pernah dilakukan sejumlah agen pemegang merek (APM) lain seperti PT Honda Prospect Motor (HPM), PT Nissan Motor Indonesia, dan PT Astra Daihatsu Motor.
PT Honda Prospect Motor (HPM) pada 2011 menarik dan memperbaiki sekitar 42.892 unit Honda Jazz dan City produksi 2006–2008 di Indonesia. Ini dilakukan karena tombol power window dari model-model tersebut bermasalah meski saat itu belum ada keluhan dari konsumen di Indonesia.
Pada Februari 2011,HPM juga melakukan pemeriksaan terhadap All New Jazz, City, dan Freed untuk penggantian komponen lost motion spring pada pelatuk katup (rocker arm) di kepala silinder.
Pada Juli 2012 lalu, PT Nissan Motor Indonesia juga melakukan penarikan dan memperbaiki ratusan unit sport cross over Nissan Juke Maret 2012 hingga Juni 2012 menyusul temuan kerusakan pada komponen pengait jok belakang.
Pemeriksaan Nissan Juke di Indonesia terkait dengan temuan otoritas Keselamatan Lalu Lintas dan Transportasi Amerika Serikat (NHTSA). Di Amerika Serikat, sekitar 11.076 unit Nissan Juke keluaran 3 Februari 2012 hingga 26 Mei 2012 ditarik lantaran ada masalah pada jok belakang.
PT Astra Daihatsu Motor (ADM) pada Mei 2012 silam juga mengumumkan program pemeriksaan dan perbaikan dua varian produknya, yakni Gran Max dan Sirion. Program ini juga dilakukan berdasarkan hasil evaluasi Daihatsu Motor Company (DMC) Jepang pada salah satu bagian komponen Daihatsu Gran Max dan Sirion.
Menurut hasil evaluasi DMC, pada Gran Max ditemukan munculnya potensi keretakan pada bagian dudukan ban cadangan yang terletak di bagian belakang bawah kendaraan.
Gran Max pikap yang teridentifikasi terkena penarikan sebanyak 36.988 unit yang diproduksi 2007 hingga 15 Oktober 2010.Lalu 11.715 unit Gran Max Mini Bus (GM MB) dan Blind Van (GM BV) yang diproduksi 2007 hingga 23 Oktober 2008.
Untuk Daihatsu Sirion, ditemukan tetesan air yang keluar dari selang pembuangan air AC yang menetes mengenai bagian luar steering rack. Masalah ini dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan karat dan pada kondisi terburuk fungsi steering rack dapat terganggu.
(gpr)
Lihat Juga :