Kredit perbankan tetap tumbuh 25%

Jum'at, 12 Oktober 2012 - 09:49 WIB
Kredit perbankan tetap...
Kredit perbankan tetap tumbuh 25%
A A A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) masih optimistis pertumbuhan kredit tahun ini dapat mencapai kisaran 23–25 persen meskipun terjadi perlambatan dalam penyaluran kredit selama bulan Agustus 2012.

Jika penyaluran kredit di bulan Juli 2012 tercatat sebesar 25,2 persen (year on year), maka penyaluran kredit di bulan Agustus mencapai 23,6 persen dibandingkan Agustus 2011 dengan perlambatan yang mencolok di segmen kredit modal kerja (KMK).

BI mencatat, selama Agustus kredit investasi masih tumbuh cukup tinggi yaitu sebesar 29,8 persen atau naik dibandingkan Juli yang mencapai 29,6 persen, sementara kredit konsumsi juga tetap bertumbuh di Agustus yaitu di level 19,9 persen atau naik dibandingkan Juli yang sebesar 18,9 persen.

Namun dari sisi kredit modal kerja, pertumbuhan di Juli yang mencapai 27,3 persen harus turun di bulan Agustus yang hanya tumbuh sebesar 23,2 persen.

Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah mengatakan, jika melihat pertumbuhan kredit berdasarkan komponen di Agustus, komponen KM memang terlihat adanya penurunan atau pelemahan tapi BI melihat hal ini masih positif terlebih pertumbuhannya masih di atas 20 persen. Berdasarkan pengamatan BI, penurunan ini terutama terjadi di 14 bank besar.

Halim menilai, penurunan ini bisa jadi disebabkan oleh perbankan cenderung hati-hati menyalurkan kredit di segmen korporasi terutama yang terkait ekspor dan impor, perusahaan juga cenderung menahan diri karena melihat kondisi global.

“KMK melambat karena beberapa perusahaan besar yang cenderung agak sedikit hati-hati dalam menggunakan credit line. Kita harap ini tidak turun terus karena permintaan kuat dan kita menduga di 2012 masih tumbuh 23-25 persen,” ujar Halim usai konferensi pers Rapat Dewan Gubernur kuartal III/2012 di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan, dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) industri perbankan di awal memberikan proyeksi pertumbuhan di kisaran level 23,4–23,5 yang kemudian direvisi kembali menjadi kisaran 26 persen. “Tapi kalau melihat kondisi sekarang, antara 23–25 persen masih tercapai,” imbuhnya.

Halim juga memberikan gambaran, permintaan kredit dalam bentuk rupiah dan valuta asing juga masih baik, terlihat dari pertumbuhan kredit dalam rupiah tumbuh di kisaran 23,3 persen kemudian di sisi kredit dalam bentuk valas tumbuh 22,6 persen.

Meski pertumbuhan dalam rupiah cenderung kecil,secara keseluruhan atau total kredit tumbuhnya masih baik yaitu di level 23,6 persen.
Pengamat Perbankan Paul Sutaryono mengatakan, pertumbuhan kredit pada Agustus yang turun tidak terlepas dari masa Lebaran yang jatuh pada 19–20 Agustus dan ada libur panjang di banyak perusahaan sehingga berpengaruh kepada pencairan kredit.

“Ini menjadi sebab mengapa KMK menipis, jadi bukan karena bank-bank besar menahan KMK. Sebaliknya, kemungkinan besar justru kredit konsumsi lebih menebal karena konsumsi masyarakat naik tinggi,” tuturnya.

Meski demikian, Paul juga memprediksikan pada semester II kredit akan sedikit menipis. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menambahkan, secara umum kenaikan kredit memang akan sedikit berkurang.

Menurut Jahja, hal ini sesuai dengan kondisi keadaan makro kita dan kondisi dunia.Khusus untuk BCA,tampaknya penurunan penyaluran kredit tidak terlalu signifikan. Pada kuartal III permintaan memang di bawah kuartal II tetapi Jahja masih optimistis pada kuartal IV kredit akan naik lagi.

“Angka September belum boleh dipublikasikan, tapi secara umum kenaikan kredit akan sedikit berkurang. Memang ini lebih sehat, ibarat kita sedang memacu mobil, kalau dekat tikungan tajam kan harus mengurangi kecepatan, kalau tidak bisa bahaya,” tutupnya.

Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM Tony Prasentiantono mengatakan, perlambatan ekspansi kredit justru diharapkan oleh BI. Ketika kredit tumbuh 25,8 persen, BI khawatir terjadi overheating, yang berimbas pada kenaikan impor. “Akibatnya, neraca perdagangan kita sempat defisit selama empat bulan berturut-turut,” ujarnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hati-Hati, Nasabah Perbankan...
Hati-Hati, Nasabah Perbankan Rentan jadi Korban Kejahatan Social Engineering
Pertemuan Tahunan Perbankan...
Pertemuan Tahunan Perbankan Syariah 2024
Dana Nasabah Raib, Sistem...
Dana Nasabah Raib, Sistem Keamanan Perbankan Dipertanyakan
Lewat Media Dongeng...
Lewat Media Dongeng Perbankan, JMI Berikan Donasi Pendidikan Masyarakat Pesisir di SDN Tanjung Burung Kabupaten Banten
Bagaimana Kinerja Perbankan...
Bagaimana Kinerja Perbankan Dua Kuartal ke Depan?, Nih Hitung-hitungannya
Cermat Dalam Memilih...
Cermat Dalam Memilih Aplikasi Perbankan
Berita Terkini
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
38 menit yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
47 menit yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
1 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
1 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
2 jam yang lalu
Misteri Brankas Rahasia:...
Misteri Brankas Rahasia: Mengapa Banyak Negara Pilih Simpan Cadangan Emasnya di Luar Negeri?
3 jam yang lalu
Infografis
25 Negara Paling Dermawan,...
25 Negara Paling Dermawan, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved