BI: Ekonomi masih positif

Jum'at, 12 Oktober 2012 - 09:50 WIB
BI: Ekonomi masih positif
BI: Ekonomi masih positif
A A A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun masih berada di jalur yang positif di tengah perlambatan ekonomi global.

Bank Sentral memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun ini mencapai kisaran 6,1–6,5 persen dengan titik tengah di level 6,3 persen, terutama didukung konsumsi dan investasi.

Optimisme ini membuat BI kemarin tetap mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 5,75 persen guna mendukung pertumbuhan ekonomi dalam sisa dua bulan ke depan.

Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih relatif tinggi di tengah perekonomian global yang tumbuh lambat dan masih dibayangi ketidakpastian.

Perekonomian Amerika Serikat juga masih rentan dan Eropa mengalami kontraksi seiring krisis yang berlanjut. Di sisi lain ekonomi China dan India juga makin lambat pertumbuhannya.

Namun, Darmin menilai pertumbuhan ekonomi domestik, khususnya di Kawasan Timur Indonesia (KTI) dan Jawa, masih tumbuh walaupun tidak setinggi perkiraan semula.

Pada kuartal III, perekonomian diprediksi masih tumbuh 6,3 persen atau sedikit lebih rendah dari perkiraan sebelumnya, disebabkan oleh sektor eksternal yang berakibat pada penurunan ekspor.

Menurut Darmin, meski ekspor melambat dan dibayangi ketidakpastian global, konsumsi dan investasi dalam negeri tetap cukup tinggi sehingga perekonomian global yang melambat tidak terlalu signifikan pengaruhnya terhadap melihat dua unsur utama tersebut membuat ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh 6,3 persen di kuartal ketiga dan keempat.

”Jadi, kita cukup berbesar hati karena konsumsi dalam negeri, konsumsi rumah tangga, dan anggaran pemerintah berjalan relatif lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Itu memengaruhi kegiatan ekonomi di dalam negeri,” ujar mantan Dirjen Pajak ini di sela-sela konferensi pers Rapat Dewan Gubernur Triwulan III/2012, di Gedung BI, Jakarta, kemarin.

Selain itu, Darmin juga menyatakan neraca pembayaran Indonesia di kuartal III diperkirakan akan surplus yang didukung membaiknya transaksi berjalan serta surplus transaksi modal dan finansial.

”Di kuartal II, defisit transaksi kita sedikit melampaui 3 persen dan di kuartal III kita perkirakan akan menjadi 2,6 persen dari PDB (produk domestik bruto). Jadi, ada penurunan dalam rasio terhadap PDB.Akhir tahun kita perkirakan akan mencapai 2,2 persen dari PDB, jadi arahnya sesuai perkiraan tapi besarannya sedikit di atas 2 persen,” imbuhnya.

Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah menambahkan,soal neraca pembayaran meski surplus tapi kondisinya masih volatil. ”Kita melihat ekspor kita lebih rendah dan itu juga diikuti penurunan impor. Hanya impornya tidak turun secepat yang terjadi di ekspor,” tuturnya.

Sementara, pada 2013, berdasarkan proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) yang melihat ekonomi global akan membaik, BI optimistis pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 6,3-6,7 persen dengan titik tengah 6,5 persen.

Dihubungi terpisah, Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM Tony Prasetiantono juga optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai kisaran 6,3 persen tahun ini. Menurut Tony, krisis global bisa dibilang sangat serius, tapi rasanya pertumbuhan “kepala 6” masih bisa dicapai.

Optimisme tersebut, lanjut Tony, didasari oleh kelas menengah masih memiliki daya beli sehingga konsumsi rumah tangga masih tinggi. Selain itu, kondisi perbankan Indonesia saat ini cukup baik untuk menghadapi krisis. Dan, dukungan lainnya dari modal asing masih masuk,baik langsung maupun dalam bentuk portofolio.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
29 menit yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
1 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
1 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
2 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
2 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved