Ratifikasi FCTC peluang bagi produsen rokok asing

Jum'at, 12 Oktober 2012 - 09:52 WIB
Ratifikasi FCTC peluang...
Ratifikasi FCTC peluang bagi produsen rokok asing
A A A
Sindonews.com - Ratifikasi Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau atau Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) dinilai tidak murni bertujuan menjaga kesehatan. Aturan tersebut justru dianggap memiliki agenda lain terkait bisnis di industri rokok.

”Kami melihat adanya rezim bisnis internasional yang berkepentingan dalam aturan tersebut. Melalui FCTC, rezim bisnis internasional hendak memonopoli bisnis tembakau dan juga menguasai sekaligus menghancurkan industri kretek nasional,” kata pendiri dan peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia Salamuddin Daeng dalam diskusi terbatas di Jakarta kemarin.

Dia menambahkan, FCTC pada akhirnya hanya akan membatasi aktivitas industri rokok nasional karena di dalamnya ada beberapa aturan yang harus dipenuhi namun cenderung merugikan pelaku industri tembakau.

FCTC merupakan traktat kesehatan global yang berada di bawah naungan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Perjanjian itu mulai berlaku pada Februari 2005 dan sudah ditandatangani oleh 168 dari 192 negara anggota WHO, di mana lebih dari 170 negara telah menjadi meratifikasi konvensi tersebut.

Dia menambahkan, dalam FCTC ada beberapa poin yang masih belum jelas kedudukannya seperti pada artikel 17 yang berisi pengendalian suplai tembakau melalui kegiatan ekonomi alternatif.

Menurut dia, pasar tersebut bisa mengancam petani tembakau yang selama ini menggantungkan hidup dari industri rokok. ”Kalau suplai tembakau dibatasi, karena ada standar yang ditetapkan secara internasional seperti kadar tar dan nikotin.Tapi, di sisi lain keran impor tembakau dibuka, kan ini tidak adil,” katanya.

Salamuddin menambahkan, ratifikasi FCTC juga berkaitan dengan masalah perdagangan internasional. Menurutnya, aturan tersebut hanya menguntungkan negara-negara yang saat ini sudah baik dalam pengelolaan industrinya.

Sementara, Sekretaris Perusahaan PT Wismilak Inti Makmur Surjanto Yasaputera mengatakan, ratifikasi FCTC sebenarnya tidak akan terlalu berpengaruh pada industri rokok nasional. Pasalnya, kebijakan pemerintah saat ini dianggap sudah cukup mendukung industri secara keseluruhan.

”Pada beberapa hal memang akan ada turunan kebijakan baru jika FCTC diratifikasi. Misalnya, terkait kemasan produk dan aturan promosi produk rokok,” katanya.

Namun demikian, dia juga tidak menyangkal jika FCTC bakal memberikan ruang bagi pabrikan rokok asing masuk ke industri rokok di Tanah Air.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Didominasi Perempuan,...
Didominasi Perempuan, Pekerja di Industri Hasil Tembakau Mayoritas Jadi Tulang Punggung Keluarga
Cerita Paino, Kesejahteraan...
Cerita Paino, Kesejahteraan Meningkat hingga Kuliahkan Anak Berkat Bertani Tembakau
Festival Industri Tembakau...
Festival Industri Tembakau Garut 2020 Pacu Pemasaran Produk Hasil Tembakau
Warga Jember Tolak Hari...
Warga Jember Tolak Hari Tanpa Tembakau Sedunia
Produk HPTL Meningkat,...
Produk HPTL Meningkat, Pemerintah Harus Tingkatkan Kajian Ilmiah
Berperan pada Program...
Berperan pada Program Asta Cita, Pemerintah Diminta Lindungi IHT
Berita Terkini
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
38 menit yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
47 menit yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
1 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
1 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
2 jam yang lalu
Misteri Brankas Rahasia:...
Misteri Brankas Rahasia: Mengapa Banyak Negara Pilih Simpan Cadangan Emasnya di Luar Negeri?
3 jam yang lalu
Infografis
15 Jurusan UI yang Sepi...
15 Jurusan UI yang Sepi Peminat, Referensi Tingkatkan Peluang Lolos SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved