Bojonegoro prioritaskan pembangunan jalan daerah terpencil
Jum'at, 12 Oktober 2012 - 16:10 WIB
Bojonegoro prioritaskan pembangunan jalan daerah terpencil
A
A
A
Sindonews.com - Pembangunan jalan dan jembatan di daerah terpencil akan menjadi prioritas Pemkab Bojonegoro pada 2013 nanti. Dengan jalan dan jembatan yang baik diharapkan perekonomian di daerah pedesaan akan berkembang.
Daerah terpencil yang akan menjadi prioritas di antaranya kawasan Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo. Kemudian, daerah terpencil di dekat perbatasan Bojonegoro-Nganjuk, Bojonegoro-Ngawi, dan Bojonegoro-Blora.
“Pembangunan jalan dan jembatan di daerah terpencil itu akan menjadi prioritas,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Bojonegoro, Andi Tjandra, Jumat (12/10/2012).
Ia menuturkan, pembangunan jalan dan jembatan di daerah terpencil itu akan memudahkan akses keluar masuk pedesaan. Dengan begitu, geliat perdagangan dan perekonomian di pedesaan akan hidup. “Hasil pertanian dan tanaman pangan dari pedesaan akan mudah dikirim ke kota. Begitu pula sebaliknya,” ujarnya.
Untuk pembangunan jalan di pedesaan, Pemkab Bojonegoro dan warga membuat program jalan paving poros desa. Hingga kini sedikitnya 1.000 kilometer jalan di pedesaan sudah dipaving. Kemudian, pada 2013 nanti jalan desa yang akan dipaving sepanjang 200 kilometer.
Menurut Andi Tjandra, anggaran untuk pembangunan jalan dan jembatan pada tahun 2012 dialokasikan sebesar Rp140 miliar. Kemudian, pada tahun 2013 akan diusulkan anggaran sebesar Rp150 miliar.
“Proses lelang hingga pengerjaan proyek pembangunan jalan dan jembatan itu dilakukan secara transparan,” ujarnya.
Sementara itu, sejumlah gorong-gorong di daerah perkotaan Bojonegoro terlihat dikeruk dan diperbaiki menjelang musim hujan tahun ini. Perbaikan gorong-gorong dan saluran air itu untuk mengantisipasi terjadinya banjir.
Gorong-gorong yang diperbaiki di antaranya di Jalan Panglima Polim, Jalan Patimura, Jalan Untung Suropati, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Teuku Umar, dan Jalan Pemuda. Sebagian kawasan perkotaan Bojonegoro itu sering terjadi banjir karena saluran airnya macet.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro, Budi Mulyono, mengatakan, perbaikan gorong-gorong itu ditargetkan selesai sebelum datangnya musim hujan. “Kalau saluran airnya lancar, maka kemungkinan tidak terjadi luberan banjir seperti saat musim hujan tahun lalu,” ujarnya.
Daerah terpencil yang akan menjadi prioritas di antaranya kawasan Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo. Kemudian, daerah terpencil di dekat perbatasan Bojonegoro-Nganjuk, Bojonegoro-Ngawi, dan Bojonegoro-Blora.
“Pembangunan jalan dan jembatan di daerah terpencil itu akan menjadi prioritas,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Bojonegoro, Andi Tjandra, Jumat (12/10/2012).
Ia menuturkan, pembangunan jalan dan jembatan di daerah terpencil itu akan memudahkan akses keluar masuk pedesaan. Dengan begitu, geliat perdagangan dan perekonomian di pedesaan akan hidup. “Hasil pertanian dan tanaman pangan dari pedesaan akan mudah dikirim ke kota. Begitu pula sebaliknya,” ujarnya.
Untuk pembangunan jalan di pedesaan, Pemkab Bojonegoro dan warga membuat program jalan paving poros desa. Hingga kini sedikitnya 1.000 kilometer jalan di pedesaan sudah dipaving. Kemudian, pada 2013 nanti jalan desa yang akan dipaving sepanjang 200 kilometer.
Menurut Andi Tjandra, anggaran untuk pembangunan jalan dan jembatan pada tahun 2012 dialokasikan sebesar Rp140 miliar. Kemudian, pada tahun 2013 akan diusulkan anggaran sebesar Rp150 miliar.
“Proses lelang hingga pengerjaan proyek pembangunan jalan dan jembatan itu dilakukan secara transparan,” ujarnya.
Sementara itu, sejumlah gorong-gorong di daerah perkotaan Bojonegoro terlihat dikeruk dan diperbaiki menjelang musim hujan tahun ini. Perbaikan gorong-gorong dan saluran air itu untuk mengantisipasi terjadinya banjir.
Gorong-gorong yang diperbaiki di antaranya di Jalan Panglima Polim, Jalan Patimura, Jalan Untung Suropati, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Teuku Umar, dan Jalan Pemuda. Sebagian kawasan perkotaan Bojonegoro itu sering terjadi banjir karena saluran airnya macet.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro, Budi Mulyono, mengatakan, perbaikan gorong-gorong itu ditargetkan selesai sebelum datangnya musim hujan. “Kalau saluran airnya lancar, maka kemungkinan tidak terjadi luberan banjir seperti saat musim hujan tahun lalu,” ujarnya.
(gpr)
Lihat Juga :