Kenaikan harga sapi, rentan pengaruhi inflasi
Sabtu, 13 Oktober 2012 - 14:19 WIB
Kenaikan harga sapi, rentan pengaruhi inflasi
A
A
A
Sindonews.com – Menjelang Idul Adha, harga jual sapi di sejumlah pasar hewan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) naik. Setiap ekornya, naik sekitar Rp2 juta.
Hal ini rentan menyebabkan kenaikan inflasi pada bulan Oktober. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY akan melakukan pemantauan langsung di lapangan untuk melihat kondisi riil di lapangan.
“Sampai H-1 kita akan pantau kondisi pasar untuk antisipasi inflasi dari kenaikan harga sapi ini,” tutur Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) pemda DIY Retno Setijowati.
Retno menengarai kenaikan harga jual sapi ini masih wajar. Ini tidak lepas dari melonjaknya permintaan sapi menjelang Idhul Adha. Hanya saja, kenaikan ini harus dikendalikan agar tidak memberikan andil terhadap inflasi.
Saat ini, harga sapi di pasar naik dari Rp10 juta menjadi Rp12 juta. Kenaikan yang ada jangan sampai memberatkan konsumen. Karena itu, spekulan dan pedagang harus berpikir rasional dan tidak hanya mencari keuntungan sesaat. “Terpenting, kenaikan ini tidak memberatkan konsumen,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Disperindagkop dan UKM Riyadi Ida Bagus mengatakan, banyak sapi asal DIY, khususnya dari Gunungkidul yang diincar pedagang luar daerah. Hal ini membuat harga sapi meningkat signifikan.
“Untuk impor kita arahkan pada bibit, biar peternak yang membesarkan,” jelasnya.
Hal ini rentan menyebabkan kenaikan inflasi pada bulan Oktober. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY akan melakukan pemantauan langsung di lapangan untuk melihat kondisi riil di lapangan.
“Sampai H-1 kita akan pantau kondisi pasar untuk antisipasi inflasi dari kenaikan harga sapi ini,” tutur Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) pemda DIY Retno Setijowati.
Retno menengarai kenaikan harga jual sapi ini masih wajar. Ini tidak lepas dari melonjaknya permintaan sapi menjelang Idhul Adha. Hanya saja, kenaikan ini harus dikendalikan agar tidak memberikan andil terhadap inflasi.
Saat ini, harga sapi di pasar naik dari Rp10 juta menjadi Rp12 juta. Kenaikan yang ada jangan sampai memberatkan konsumen. Karena itu, spekulan dan pedagang harus berpikir rasional dan tidak hanya mencari keuntungan sesaat. “Terpenting, kenaikan ini tidak memberatkan konsumen,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Disperindagkop dan UKM Riyadi Ida Bagus mengatakan, banyak sapi asal DIY, khususnya dari Gunungkidul yang diincar pedagang luar daerah. Hal ini membuat harga sapi meningkat signifikan.
“Untuk impor kita arahkan pada bibit, biar peternak yang membesarkan,” jelasnya.
(rna)
Lihat Juga :