Riau Pulp siap pekerjakan 1.000 warga mengganggur

Senin, 15 Oktober 2012 - 10:14 WIB
Riau Pulp siap pekerjakan...
Riau Pulp siap pekerjakan 1.000 warga mengganggur
A A A
Sindonews.com - PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menyatakan, pihaknya saat ini siap menampung kembali sekitar seribuan pekerja warga Pulau Padang, Kabupaten Meranti, Riau yang terpaksa menggangur.

Direktur Utama PT Riau Pulp Kusnan Rahmin kepada okezone mengatakan bahwa saat ini perusahaan sudah kembali mempekerjakan sekitar 500 orang yang sempat mengangur.

"Dan ada 500 warga lain yang selama ini bekerja di Pulau Padang siap akan kita tampung lagi," tegas Kusnan di Pekanbaru, Senin (15/10/2012).

Kusnan menyebutkan bahwa mereka akan bekerja membantu di bagian pembibitan kayu akasia. "Saat ini kita mempunyai 200 juta bibit kayu akasia yang selama ini dibudiyakan di pusat pembibitan di Kerinci, Kabupaten Pelalawan. Bibit inilah yang akan kita kembangkan di Pulau Padang dengan bantuan tenaga kerja lokal tersebut," imbuh dia.

Masih menurut Kusnan, saat ini perusahaan yang berpusat di Pangkalan Kerinci, Pelalawan telah melakukan program pemberdayaan masyarakat di Pulau Padang.

"Dan kita akan mengembangkan tanaman kehidupan itu untuk kesejahteraan masyarakat disana. Dan kita akan budidayakan pekerja lokal. " imbuhnya.

PT RAPP adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan bubur kertas dan kertas berpusat di Pelalawan. Dan tercatat sebagai perusaah pulp dan paper terbesar di Asia Tenggara. Saat ini perusahaan telah menyerap sekitar 29.500 tenaga kerja.

RAPP memperluas izinnya di Pulau Padang. Namun segelintir yang mengaku dari warga tempatan menolak konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) karena mengangap perusahaan melakukan penyerobotan lahan mereka. Mereka yang menolak kehadiran perusahaan melakukan aksi jahit mulut di Kantor DPR RI beberapa waktu lalu. Sementara RAPP memastikan tidak ada lahan warga yang diserobot.

Mereka juga mengancam akan membakar aksi bakar diri. Aksi ini membuat Pemerintah menghentikan sementara operasional perusahaan di Pulau Padang. Pengentian operasional di Pulau Padang untuk sementara yang terjadi sejak awal 2012 ini berdampak pada seribuan pekerja yang terpaksa dirumahkan.

Namun, sebagian besar warga Pulau Padang mengaku bahwa yang melakukan aksi jahit mulut adalah warga pendatang. Warga meminta agar operasional PT RAPP dibuka lagi dan mereka bisa dipekerjakan lagi untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarga.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bank DKI Pimpin Sindikasi...
Bank DKI Pimpin Sindikasi Kredit Rp1,5 triliun untuk PT Oki Pulp and Paper Mills
Kolaborasi BPD Salurkan...
Kolaborasi BPD Salurkan Kredit ke Indah Kiat Pulp and Paper
PT RAPP Kirim 500 Ton...
PT RAPP Kirim 500 Ton Oksigen Medis Bantu Penanganan COVID-19 di Jawa
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Menhut Audit PT Toba Pulp atas Dugaan Penyebab Banjir Sumut
PT TPL Salurkan Sembako...
PT TPL Salurkan Sembako dan Air Bersih bagi Korban Banjir Bandang Samosir
Mangrove Terluas di...
Mangrove Terluas di Kepulauan Riau Jadi Wisata Andalan Natuna
Berita Terkini
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
10 menit yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
29 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
1 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
1 jam yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
1 jam yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
1 jam yang lalu
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved