Semester I, BNI salurkan kredit nonmigas Rp2,12 T
Senin, 15 Oktober 2012 - 16:22 WIB
Semester I, BNI salurkan kredit nonmigas Rp2,12 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) hingga pertengahan tahun ini telah menyalurkan kredit pertambangan nonmigas sebesar Rp2,12 triliun. Angka ini naik sekitar 42 persen dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp1,74 triliun.
Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo mengatakan, perbankan pelat merah yang dipimpinnya berkomitmen mendukung industri pertambangan, baik dari sisi pembiayaan maupun fasilitas transaksi perbankan lainnya.
"BNI melihat sektor pertambangan menjadi salah satu sektor unggulan yang diprediksi akan berkembang dalam lima tahun ke depan dan menjadi fokus ekspansi bisnis perseroan," kata dia dalam rilisnya di Jakarta, Senin (15/10/2012).
Ke delapan sektor tersebut adalah pertanian, komunikasi, kelistrikan, perdagangan, minyak, gas dan pertambangan, konstruksi dan industri permesinan, industri makanan dan minuman dan, kimia serta pupuk. Komitmen BNI mendukung industri pertambangan nonmigas ini sejalan dengan program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Gatot menuturan, perbankan nasional secara umum siap menjadi mitra strategis bagi industri pertambangan nonmigas agar bisa menjadi salah satu penggerak perekonomian nasional. Kredit perbankan pada sektor pertambangan nonmigas tumbuh dari Rp15,2 triliun pada 2009 menjadi Rp50,4 triliun pada pertengahan tahun ini.
Pertumbuhan tersebut mencapai rata-rata sekitar 50 persen per tahun. Angka ini ebih tinggi dibanding pertumbuhan total kredit perbankan yang rata-rata berkisar 25 persen per tahun. Pertumbuhan tersebut didukung rasio non performing loan (NPL) sektor pertambangan nonmigas yang menurun dari 4,4 persen pada 2009 menjadi 0,9 persen di semester I/2012.
Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo mengatakan, perbankan pelat merah yang dipimpinnya berkomitmen mendukung industri pertambangan, baik dari sisi pembiayaan maupun fasilitas transaksi perbankan lainnya.
"BNI melihat sektor pertambangan menjadi salah satu sektor unggulan yang diprediksi akan berkembang dalam lima tahun ke depan dan menjadi fokus ekspansi bisnis perseroan," kata dia dalam rilisnya di Jakarta, Senin (15/10/2012).
Ke delapan sektor tersebut adalah pertanian, komunikasi, kelistrikan, perdagangan, minyak, gas dan pertambangan, konstruksi dan industri permesinan, industri makanan dan minuman dan, kimia serta pupuk. Komitmen BNI mendukung industri pertambangan nonmigas ini sejalan dengan program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Gatot menuturan, perbankan nasional secara umum siap menjadi mitra strategis bagi industri pertambangan nonmigas agar bisa menjadi salah satu penggerak perekonomian nasional. Kredit perbankan pada sektor pertambangan nonmigas tumbuh dari Rp15,2 triliun pada 2009 menjadi Rp50,4 triliun pada pertengahan tahun ini.
Pertumbuhan tersebut mencapai rata-rata sekitar 50 persen per tahun. Angka ini ebih tinggi dibanding pertumbuhan total kredit perbankan yang rata-rata berkisar 25 persen per tahun. Pertumbuhan tersebut didukung rasio non performing loan (NPL) sektor pertambangan nonmigas yang menurun dari 4,4 persen pada 2009 menjadi 0,9 persen di semester I/2012.
(rna)
Lihat Juga :