Beri kredit, bank pertimbangkan faktor risiko kristis

Senin, 15 Oktober 2012 - 16:57 WIB
Beri kredit, bank pertimbangkan...
Beri kredit, bank pertimbangkan faktor risiko kristis
A A A
Sindonews.com - Meski potensi pengembangan kredit sektor pertambangan masih sangat terbuka, Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo mengingatkan, kalangan pelaku usaha pertambangan nasional agar menyadari adanya beberapa faktor risiko kritis (critical risk factor) yang menjadi pertimbangan perbankan pada saat menilai kelayakan kredit.

"Faktor risiko kritis itu, seperti ketersediaan dan keekonomisan deposit tambang, stripping rasio yang memadai, serta ketersediaan atau jaminan adanya pembeli atau pemasok jasa penambangan," kata dia dalam rilisnya di Jakarta, Senin (15/10/2012).

Selain itu, ada juga risiko ketersediaan infrastruktur atau fasilitas tambang yang memadai, sehingga dapat dilakukan efisiensi biaya secara optimal yang kemudian tercermin pada kinerja keuangan.

Selain memperhatikan critical risk factor itu, pertimbangan untuk pembiayaan kepada sektor pertambangan juga dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian yang lazim digunakan ketika mempertimbangkan pembiayaan secara umum.

Kendati demikian, BNI berkomitmen mendukung industri pertambangan, baik dari sisi pembiayaan maupun fasilitas transaksi perbankan lainnya. Ini karena BNI melihat, sektor perbankan menjadi salah satu sektor unggulan yang diprediksi akan berkembang dalam lima tahun ke depan.

Besarnya potensi pertambangan di Indonesia terlihat dari produk domestik bruto (PDB) pertambangan nonmigas, yang tumbuh dari Rp254 triliun pada 2009 menjadi Rp394 triliun di 2011. Selain itu, kontribusi pertambangan nonmigas dalam perekonomian Indonesia meningkat dari 6,0 persen di 2009 menjadi 6,8 persen di 2011. Peningkatan ini, terutama dipicu pertumbuhan sektor batu bara.

Kredit pertambangan BNI secara umum masih didominasi oleh pertambangan di sektor migas. Sepanjang tahun lalu, kredit BNI di sektor minyak, gas, dan pertambangan tumbuh signifikan sebesar 68 persen menjadi Rp11,9 triliun.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BNI Hadir Lebih Dekat...
BNI Hadir Lebih Dekat di HUT ke-79, Sapa Nasabah Rayakan Momen Perjalanan Tumbuh Bersama
HUT BNI ke-74, Pegawai...
HUT BNI ke-74, Pegawai dan Serikat Pekerja Sebar 146.000 Paket Sembako
BNI Ubah Jam Operasional...
BNI Ubah Jam Operasional Selama Bulan Ramadan
BNI Catat Kenaikan Transaksi...
BNI Catat Kenaikan Transaksi Nasabah Premium di Private Event BNI-Emirates Travel Fair 2025
Peringati HUT ke-76,...
Peringati HUT ke-76, BNI Terus Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan dan SDM
Bantu Perangi COVID-19,...
Bantu Perangi COVID-19, UKM Binaan BNI Turut Produksi APD
Berita Terkini
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
7 menit yang lalu
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
9 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
9 jam yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
9 jam yang lalu
Mendorong Penguatan...
Mendorong Penguatan Tata Kelola Bank Jakarta, Serikat Karyawan Beri 4 Rekomendasi Strategis
10 jam yang lalu
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan...
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan Lingkungan melalui Wisata Edukasi
10 jam yang lalu
Infografis
Anggoro Eko Cahyo, Dirut...
Anggoro Eko Cahyo, Dirut Baru Bank Syariah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved