Pertamina minat akuisisi Blok Migas di Sudan
Senin, 15 Oktober 2012 - 19:52 WIB
Pertamina minat akuisisi Blok Migas di Sudan
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina (persero) berencana untuk masuk ke dalam blok produksi minyak dan gas bumi di Sudan. Meski belum ada kesepakatan, namun komunikasi yang insentif tetap diluncurkan untuk akuisisi tersebut.
"Kita masih mengajukan negosiasi," kata Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (15/10/2012).
Dengan memilih blok yang sudah berproduksi, menurutnya akan lebih efektif dibandingkan blok eksplorasi. Karena, blok eklporasi membutuhkan waktu yang lama hingga akhirnya blok tersebut bisa berproduksi.
"Ini kan supaya jangan dikasih yang eksplorasi karena kalau eksplorasi untuk development dan produksi butuh 8 sampai 10 tahun. Kalau boleh kita dapat yang development supaya lebih cepat untuk produksi," jelasnya.
Rencana tersebut, lanjutnya, membuka peluang yang besar karena perusahaan Malaysia yang sebelumnya juga berminat terhadap pengelolaan blok tersebut kini mengundurkan diri.
"Pertamina ingin terjun ke situ. Tapi yang diajukan oleh Sudan blok yang masih eksplorasi, kita ingin bargain dengan pemerintah Sudan terkait hal itu," tambah Karen.
Karen menyatakan, untuk komunikasi, pihaknya juga bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) menggunakan surfaktan.
"Memang kita sedang kerja sama dengan ITB, mengetes surfaktan untuk EOR di sana. Kalau itu berhasil mungkin kita bisa dikasih kepercayaan untuk menangani aset-aset new development," pungkasnya.
"Kita masih mengajukan negosiasi," kata Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (15/10/2012).
Dengan memilih blok yang sudah berproduksi, menurutnya akan lebih efektif dibandingkan blok eksplorasi. Karena, blok eklporasi membutuhkan waktu yang lama hingga akhirnya blok tersebut bisa berproduksi.
"Ini kan supaya jangan dikasih yang eksplorasi karena kalau eksplorasi untuk development dan produksi butuh 8 sampai 10 tahun. Kalau boleh kita dapat yang development supaya lebih cepat untuk produksi," jelasnya.
Rencana tersebut, lanjutnya, membuka peluang yang besar karena perusahaan Malaysia yang sebelumnya juga berminat terhadap pengelolaan blok tersebut kini mengundurkan diri.
"Pertamina ingin terjun ke situ. Tapi yang diajukan oleh Sudan blok yang masih eksplorasi, kita ingin bargain dengan pemerintah Sudan terkait hal itu," tambah Karen.
Karen menyatakan, untuk komunikasi, pihaknya juga bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) menggunakan surfaktan.
"Memang kita sedang kerja sama dengan ITB, mengetes surfaktan untuk EOR di sana. Kalau itu berhasil mungkin kita bisa dikasih kepercayaan untuk menangani aset-aset new development," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :