Indonesia perjuangkan kepentingan kawasan selatan di WTO

Senin, 15 Oktober 2012 - 20:23 WIB
Indonesia perjuangkan...
Indonesia perjuangkan kepentingan kawasan selatan di WTO
A A A
Sindonews.com - Pada pertemuan tingkat menteri WTO di Bali Desember 2013 mendatang, Indonesia akan mengangkat dua isu pokok untuk memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang dan tertinggal di kawasan Asia dan Afrika, yaitu "Fasilitation Trade" dan "Duty Free".

Demikian disampaikan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dalam konferensi pers "World Export Development Forum" (WEDF) 2012 di di Hotel Shangri-La, Jakarta, (15/10/2012).

Gita optimis kedua isu tersebut akan mendapat dukungan luas dari negara-negara maju dan berkembang. "Trade Fasilitation itu satu hal yang harus digolkan, dan ini kelihatannya sudah ada tanda-tanda kesepakatan antara negara-negara berkembang dan negara-negara maju," ungkapnya.

Lebih jauh, Gita menjelaskan bahwa Trade Fasilitation akan mempermudah aktivitas perdagangan sehingga negara-negara berkembang yang saat ini tengah menggiatkan ekspornya, termasuk Indonesia akan mendapat kemudahan.

"Trade Fasilitation akan membuat aliran barang dan jasa lewat pelabuhab maupun bandara menjadi lebih lancar, tentunya volume perdagangan akan meningkat. Itu kepentingan kita," tandasnya.

Adapun Duty Free ditujukan untuk memberikan bantuan kepada negara-negara tertinggal tanpa membebani negara-negara tersebut dengan berbagai macam biaya. Diharapkan bantuan ini bisa meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) mereka sehingga bisa ikut aktif dalam perdagangan internasional.

"Semangat Duty Free adalah untuk memberikan fasilitas tanpa duty kepada Least Development Country (LDP/negara-negara tertinggal), kebanyakan negara-negara Afrika," jelas Gita.

Agar kedua isu ini berhasil digolkan dalam pertemuan WTO, Indonesia akan mensosialisasikan terlebih dahulu permasalahan ini dalam berbagai forum seperti ASEAN Summit pada November mendatang, pertemuan APEC 2013, dan ASEAN-India Summit, serta meyakinkan negara-negara maju.

"Kita harus bisa meyakinkan negara-negara maju, khususnya Amerika Serikat, untuk mau mempertimbangkan konsep Duty Free. Itu akan memberikan angin segar," imbuhnya menutup wawancara.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap 28 Kasus TPPO dalam 20 Hari, 29 Pelaku Ditangkap
Gagalkan Perdagangan...
Gagalkan Perdagangan Orang ke Malaysia, Ditpolair Amankan Satu Nahkoda Speed Boat
Penangkapan Kawanan...
Penangkapan Kawanan Pelaku TPPO di Banten
Top! Surplus Neraca...
Top! Surplus Neraca Dagang Tertinggi Sejak 9 Tahun Terakhir
Juara Lawan AS, Neraca...
Juara Lawan AS, Neraca Dagang RI Keok dengan Thailand
Berita Terkini
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
33 menit yang lalu
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
9 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
10 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
10 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
10 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
11 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved