Dana kelolaan reksa dana syariah bertambah Rp453 M
Selasa, 16 Oktober 2012 - 09:22 WIB
Dana kelolaan reksa dana syariah bertambah Rp453 M
A
A
A
Sindonews.com - Dana kelolaan reksa dana berbasis syariah hingga akhir September tahun ini tercatat sebesar Rp6,468 triliun. Angka ini naik sekitar Rp453 miliar atau 7,53 persen dibanding bulan sebelumnya, yang tercatat Rp6,015 triliun.
Data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menyebutkan, dana kelolaan reksa dana berbasis syariah hingga akhir bulan kesembilan tahun ini terbesar dikontribusi dari reksa dana syariah saham sebesar Rp2,2 triliun.
Sementara, dana kelolaan reksa dana syariah campuran mencapai Rp1,84 triliun, reksa dana syariah terproteksi Rp1,51 triliun, reksa dana syariah pendapatan tetap Rp726,24 miliar dan reksa dana syariah indeks Rp180,92 miliar.
Adapun, 51 reksa dana syariah beredar hingga September tahun ini, terdiri atas 16 reksa dana syariah campuran dan terproteksi, 15 reksa dana syariah terproteksi, 11 reksa dana syariah saham, delapan reksa dana syariah pendapatan tetap dan satu reksa dana syariah indeks.
Perkembangan reksa dana syariah dari sisi kinerja pada paruh kedua tahun ini tidak berbeda dengan kinerja reksa dana konvensional. Analis riset PT Infovesta Utama Fadil Sulaimin menuturkan, kinerja industri reksa dana pada September tahun ini didukung sejumlah berita positif dari luar dan dalam negeri.
Sejumlah berita positif dari luar tersebut, seperti program stimulus outright monetary transaction yang dikeluarkan oleh European Central Bank (ECB) yang diumumkan pada minggu ke-2 dan pelonggaran kuantitatif ketiga (quantitative easing/QE3) pada minggu ketiga oleh Federal Reserve (The Fed).
"Selain itu, data yang terbit dari dalam negeri seperti tingkat inflasi yang terjaga, suku bunga acuan (BI rate) yang stabil, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap di level 6 persen mendukung penguatan kinerja reksa dana kita," kata dia kepada Sindonews baru-baru ini.
Data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menyebutkan, dana kelolaan reksa dana berbasis syariah hingga akhir bulan kesembilan tahun ini terbesar dikontribusi dari reksa dana syariah saham sebesar Rp2,2 triliun.
Sementara, dana kelolaan reksa dana syariah campuran mencapai Rp1,84 triliun, reksa dana syariah terproteksi Rp1,51 triliun, reksa dana syariah pendapatan tetap Rp726,24 miliar dan reksa dana syariah indeks Rp180,92 miliar.
Adapun, 51 reksa dana syariah beredar hingga September tahun ini, terdiri atas 16 reksa dana syariah campuran dan terproteksi, 15 reksa dana syariah terproteksi, 11 reksa dana syariah saham, delapan reksa dana syariah pendapatan tetap dan satu reksa dana syariah indeks.
Perkembangan reksa dana syariah dari sisi kinerja pada paruh kedua tahun ini tidak berbeda dengan kinerja reksa dana konvensional. Analis riset PT Infovesta Utama Fadil Sulaimin menuturkan, kinerja industri reksa dana pada September tahun ini didukung sejumlah berita positif dari luar dan dalam negeri.
Sejumlah berita positif dari luar tersebut, seperti program stimulus outright monetary transaction yang dikeluarkan oleh European Central Bank (ECB) yang diumumkan pada minggu ke-2 dan pelonggaran kuantitatif ketiga (quantitative easing/QE3) pada minggu ketiga oleh Federal Reserve (The Fed).
"Selain itu, data yang terbit dari dalam negeri seperti tingkat inflasi yang terjaga, suku bunga acuan (BI rate) yang stabil, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap di level 6 persen mendukung penguatan kinerja reksa dana kita," kata dia kepada Sindonews baru-baru ini.
(rna)
Lihat Juga :