Hatta pimpin delegasi RI di KTT ACD
Selasa, 16 Oktober 2012 - 10:47 WIB
Hatta pimpin delegasi RI di KTT ACD
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa berkunjung ke Kuwait Selama tiga hari, 15-17 Oktober 2012 untuk memimpin delegasi Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Cooperation Dialogue (ACD).
Kehadiran Hatta Rajasa ini dalam rangka mewakili Presiden SBY sebagai kepala negara, karena berhalangan hadir. KTT ACD ini merupakan yang pertama setelah sebelumnya forum ini hanya dihadiri oleh para menteri luar negeri negara anggota. Forum ACD didirikan pada Juni 2002 di Cha-Am Thailand oleh 18 Menteri Luar Negeri se-Asia, termasuk Indonesia.
Tujuan dibentuknya forum ACD adalah untuk menyambungkan missing link di Asia dengan menyediakan wadah bagi negara-negara di kawasan untuk membentuk Komunitas Asia, tanpa membuat duplikasi organisasi yang sudah ada ataupun membentuk blok yang beseberangan dengan lainnya.
Dari waktu ke waktu, ACD berkembang menjadi 2 dimensi, yaitu dialogue dan projects. Menteri-menteri luar negeri pada umumnya bertemu tiap tahunnya di sela-sela UN General Assembly pada bulan September untuk saling meng-update perkembangan kerjasama proyek ACD. Dalam project dimension, kebanyakan negara mengajukan proposal untuk menjadi penggerak di 20 area kerjasama, termasuk energi, pertanian, biotechnology, pariwisata, penangggulangan kemiskinan, perkembangan IT, e-education dan kerjasama keuangan.
Saat ini, ACD beranggotakan 33 negara, antara lain Arab Saudi, Afghanistan, Bahrain, Bangladesh, Bhutan, Brunei, Kamboja, RRT, Indonesia, India, Iran, Jepang, Kazakhstan, Korea Selatan, Kuwait, Kyrgyzstan, Laos, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Oman, Pakistan, Filipina, Qatar, Rusia, Singapura, Sri Lanka, Tajikistan, Thailand, Uni Emirat Arab, Uzbekistan dan Vietnam.
Afghanistan merupakan anggota termuda yang diterima berdasarkan konsensus seluruh anggota saat Foreign Ministers Breakfast Meeting di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB tanggal 27 September 2012 di New York.
Bersama-sama dengan Bahrain, China, Filipina, Kazakhstan, dan Qatar, Indonesia merupakan co-prime movers bidang energi. Sebagai salah satu co-prime movers, Indonesia terlibat secara aktif dalam berbagai aktivitas di area kerjasama tersebut, di antaranya bersama dengan Bahrain menyusun draft awal concept paper ”ACD: Concept Paper on Energy Security” yang telah diajukan dalam Meeting of Prime Movers on Energy Security ACD di Manama pada Februari 2003.
Selain itu, bersama dengan Filipina, Indonesia juga terlibat dalam penyusunan draft awal ACD Plan of Action on Energy yang telah diajukan dalam Meeting of ACD Co-Prime Movers on Energy Action Plan di Bali pada April 2007.
Kehadiran Hatta Rajasa ini dalam rangka mewakili Presiden SBY sebagai kepala negara, karena berhalangan hadir. KTT ACD ini merupakan yang pertama setelah sebelumnya forum ini hanya dihadiri oleh para menteri luar negeri negara anggota. Forum ACD didirikan pada Juni 2002 di Cha-Am Thailand oleh 18 Menteri Luar Negeri se-Asia, termasuk Indonesia.
Tujuan dibentuknya forum ACD adalah untuk menyambungkan missing link di Asia dengan menyediakan wadah bagi negara-negara di kawasan untuk membentuk Komunitas Asia, tanpa membuat duplikasi organisasi yang sudah ada ataupun membentuk blok yang beseberangan dengan lainnya.
Dari waktu ke waktu, ACD berkembang menjadi 2 dimensi, yaitu dialogue dan projects. Menteri-menteri luar negeri pada umumnya bertemu tiap tahunnya di sela-sela UN General Assembly pada bulan September untuk saling meng-update perkembangan kerjasama proyek ACD. Dalam project dimension, kebanyakan negara mengajukan proposal untuk menjadi penggerak di 20 area kerjasama, termasuk energi, pertanian, biotechnology, pariwisata, penangggulangan kemiskinan, perkembangan IT, e-education dan kerjasama keuangan.
Saat ini, ACD beranggotakan 33 negara, antara lain Arab Saudi, Afghanistan, Bahrain, Bangladesh, Bhutan, Brunei, Kamboja, RRT, Indonesia, India, Iran, Jepang, Kazakhstan, Korea Selatan, Kuwait, Kyrgyzstan, Laos, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Oman, Pakistan, Filipina, Qatar, Rusia, Singapura, Sri Lanka, Tajikistan, Thailand, Uni Emirat Arab, Uzbekistan dan Vietnam.
Afghanistan merupakan anggota termuda yang diterima berdasarkan konsensus seluruh anggota saat Foreign Ministers Breakfast Meeting di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB tanggal 27 September 2012 di New York.
Bersama-sama dengan Bahrain, China, Filipina, Kazakhstan, dan Qatar, Indonesia merupakan co-prime movers bidang energi. Sebagai salah satu co-prime movers, Indonesia terlibat secara aktif dalam berbagai aktivitas di area kerjasama tersebut, di antaranya bersama dengan Bahrain menyusun draft awal concept paper ”ACD: Concept Paper on Energy Security” yang telah diajukan dalam Meeting of Prime Movers on Energy Security ACD di Manama pada Februari 2003.
Selain itu, bersama dengan Filipina, Indonesia juga terlibat dalam penyusunan draft awal ACD Plan of Action on Energy yang telah diajukan dalam Meeting of ACD Co-Prime Movers on Energy Action Plan di Bali pada April 2007.
(gpr)
Lihat Juga :