Pangan makin jauh dari tangan petani

Selasa, 16 Oktober 2012 - 11:18 WIB
Pangan makin jauh dari...
Pangan makin jauh dari tangan petani
A A A
Sindonews.com - Hari pangan dunia tahun ini masih menunjukkan kesuraman. Angka kemiskinan masih tinggi baik itu di Indonesia dan tingkat dunia. Di Indonesia, jumlah orang miskin tetap saja tinggi, yang berubah dan menurun hanyalah persentasenya.

Pada tahun 1990 jumlah orang miskin di Indonesia mencapai 27,20 Jiwa atau 15,10 persen, sedangkan menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2012 terdapat 29,13 juta atau 11,96 persen orang miskin yang secara langsung bisa disebutkan sebagai orang yang tidak cukup makan.

Di tingkat dunia, Food and Agriculture Organization (FAO) melaporkan pada tahun 2012 ini terdapat 870 juta jiwa orang kelaparan, bahkan pada tahun 2008 mencapai 1 miliar orang. Artinya ada peningkatan orang kelaparan di dunia bila dibandingkan dengan angka kelaparan sebesar 825 juta Jiwa pada tahun 1996, tahun dimana para pemimpin negara yang hadir di World Food Summit (WFS) berjanji akan menghapuskan 50 persen jumlah orang lapar pada tahun 2015 akan datang ini.

Menurut Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI), Henry Saragih, semua ini akibat penerapan konsep ketahanan pangan FAO -yang menjalankan telah menjalankan prinsip-prinsip neoliberalisme yang didorong oleh IMF- World Bank dan WTO (World Trade Organization) yang disponsori oleh negara industri dan kekuatan perusahaan transnasional yang bergerak di bidang pangan dan finansial.

“Setelah lebih 15 tahun penerapan konsep food security (ketahanan pangan) oleh FAO (1996-2012), justru terjadi krisis pangan, krisis keanekaragaman hayati, krisis perubahan iklim dan krisis ekonomi, semua itu menjadi pemicu naiknya angka kemiskinan dan kelaparan,” ungkap Henry dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/10/2012).

Henry yang juga Koordinator Umum La Via Campesina (Gerakan Petani Internasional) menyatakan, kesemuanya ini membuat pangan menjadi sangat jauh dari rakyat yang berada di pedesaan, karena merekalah yang seharusnya pertama kali mendapatkan makanan.

“Yang terjadi saat ini petani sulit mendapatkan makanan yang baik dan sehat, hal ini dikarenakan mereka produsen namun sekaligus konsumen dengan pendapatan dan sekaligus daya beli yang rendah. Pangan semakin dikuasai oleh perusahaan transnasional, begitu juga benih dan pupuk,” tutur Henry.

Henry menyampaikan, fakta semakin jauhnya pangan dari tangan petani bisa dilihat dari tanah-tanah yang diperuntukkan untuk tanaman pangan harus dikonversi dengan tanaman untuk keperluan ekspor, seperti kelapa sawit.

Selanjutnya penggusuran tanah-tanah petani, irigasi dan sumber-sumber air petani hilang karena dikuasai perusahaan air minum, benih pertanian diambil alih oleh perusahaan industri benih, dan pemasaran produksi pertanian petani kalah dalam pasar bebas.

Akibatnya Indonesia tergantung pada impor pangan dari luar negeri, seperti kacang kedelai, dimana petani akhirnya tidak berproduksi, dan mengkonsumsinya dengan mengandalkan impor.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sistem SP2KP untuk Pengendalian...
Sistem SP2KP untuk Pengendalian Harga Pangan
Swasembada Beras 3 Tahun...
Swasembada Beras 3 Tahun Berturut-turut, Indonesia Raih Penghargaan
Biaya Tersembunyi Sistem...
Biaya Tersembunyi Sistem Pangan RI Setara Hampir Separuh PDB
Pengamat Ekonomi : Kenaikan...
Pengamat Ekonomi : Kenaikan Harga Pangan Masih Wajar di Bulan Ramadan 2026
Bibit Ayam Broiler PPG...
Bibit Ayam Broiler PPG Siap Dukung Kedaulatan Pangan Nasional
Dukung Ketahanan Pangan...
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Syngenta Luncurkan Jagung Hibrida NK Perkasa Sakti
Berita Terkini
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
55 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan SPBU di Medan Beroperasi Normal
1 jam yang lalu
Kopdes Merah Putih di...
Kopdes Merah Putih di Melawai Baru Cuan Rp78 Ribu dalam 6 Bulan, Menkop Ferry Buka Suara
1 jam yang lalu
Jasa Marga Perkuat Penciptaan...
Jasa Marga Perkuat Penciptaan Nilai Berkelanjutan, Selaras Arah Transformasi Danantara
1 jam yang lalu
IHSG Berakhir Menghijau...
IHSG Berakhir Menghijau di 6.041, Transaksi Tembus Rp11,3 Triliun
2 jam yang lalu
Tips MotionTrade: Strategi...
Tips MotionTrade: Strategi Buy on Weakness & Buy on Breakout Sesuai Kondisi Pasar
3 jam yang lalu
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved