Rieke orasi kedaulatan pangan di Jabar
Selasa, 16 Oktober 2012 - 14:12 WIB
Rieke orasi kedaulatan pangan di Jabar
A
A
A
Sindonews.com - Rieke Dyah Pitaloka melakukan orasi dalam peringatan Hari Pangan Dunia di Gedung Taman Pramuka, Jalan Martadinata (Riau), Bandung.
Lewat seminar bertajuk Seminar Rakyat memperingati Hari Pangan Dunia itu, Rieke yang mengenakan baju merah melakukan orasi di hadapan seratusan peserta seminar, di antaranya sesepuh Jawa Barat yang juga mantan Gubernur Jabar Solihin GP.
Politisi PDI Perjuangan yang namanya melejit lewat peran Oneng di sinetron komedi Bajaj Bajuri, menyatakan tidak setuju dengan program pemerintah tentang ketahanan pangan.
Menurutnya, kedaulatan pangan terkait dengan manusia, alam, dan negara. "Saya tidak setuju ketahanan pangan, tapi setuju dengan kedaulatan pangan," tandas Rieke, dalam orasinya, Selasa (16/10/2012).
Rieke yang orasi penuh semangat, juga mengutip kata-kata Presiden RI pertama, Soekarno. Katanya, kedaulatan pangan akan berdampak pada kesejahteraan penduduk Indonesia, khususnya para petani.
"Jika petani tidak lagi sejahtera, buruh tidak bekerja, tetapi negara hanya mengirim kuli ke luar negeri, ini menunjukkan tidak berdaulatnya pangan di Indonesia," tuturnya.
Sehingga, tegasnya, berbicara soal pangan artinya bicara soal kedaulatan negara, manusia dan alam. Namun yang terjadi saat ini, lanjutnya, Indonesia justru melakukan impor pangan dari negara lain. Padahal negeri ini subur dan bisa menyediakan pangan.
"Kenapa semua harus impor padahal bahan-bahan sudah ada di Indonesia," tanyanya, disambut riuh hadirin.
Rieke juga menyinggung masuknya dirinya dalam penjaringan Pilgub Jabar dari PDI Perjuangan. Dia menuturkan, sempat ada yang bertanya untuk apa dirinya menjadi Gubernur Jabar?
"Saya sederhana saja, ingin jadikan Jabar sebagai labolatorium Pancasila di mana bisa dibumikan tak sekedar ngawang-ngawang. Segala rupa ada di Jabar ini. Sejarah Indonesia dimulai dari Jabar," ungkapnya.
Lewat seminar bertajuk Seminar Rakyat memperingati Hari Pangan Dunia itu, Rieke yang mengenakan baju merah melakukan orasi di hadapan seratusan peserta seminar, di antaranya sesepuh Jawa Barat yang juga mantan Gubernur Jabar Solihin GP.
Politisi PDI Perjuangan yang namanya melejit lewat peran Oneng di sinetron komedi Bajaj Bajuri, menyatakan tidak setuju dengan program pemerintah tentang ketahanan pangan.
Menurutnya, kedaulatan pangan terkait dengan manusia, alam, dan negara. "Saya tidak setuju ketahanan pangan, tapi setuju dengan kedaulatan pangan," tandas Rieke, dalam orasinya, Selasa (16/10/2012).
Rieke yang orasi penuh semangat, juga mengutip kata-kata Presiden RI pertama, Soekarno. Katanya, kedaulatan pangan akan berdampak pada kesejahteraan penduduk Indonesia, khususnya para petani.
"Jika petani tidak lagi sejahtera, buruh tidak bekerja, tetapi negara hanya mengirim kuli ke luar negeri, ini menunjukkan tidak berdaulatnya pangan di Indonesia," tuturnya.
Sehingga, tegasnya, berbicara soal pangan artinya bicara soal kedaulatan negara, manusia dan alam. Namun yang terjadi saat ini, lanjutnya, Indonesia justru melakukan impor pangan dari negara lain. Padahal negeri ini subur dan bisa menyediakan pangan.
"Kenapa semua harus impor padahal bahan-bahan sudah ada di Indonesia," tanyanya, disambut riuh hadirin.
Rieke juga menyinggung masuknya dirinya dalam penjaringan Pilgub Jabar dari PDI Perjuangan. Dia menuturkan, sempat ada yang bertanya untuk apa dirinya menjadi Gubernur Jabar?
"Saya sederhana saja, ingin jadikan Jabar sebagai labolatorium Pancasila di mana bisa dibumikan tak sekedar ngawang-ngawang. Segala rupa ada di Jabar ini. Sejarah Indonesia dimulai dari Jabar," ungkapnya.
(gpr)
Lihat Juga :