Kuartal III, TINS kurangi penjualan
Selasa, 16 Oktober 2012 - 19:02 WIB
Kuartal III, TINS kurangi penjualan
A
A
A
Sindonews.com - PT Timah Tbk (TINS) mengurangi penjualan komoditas timahnya pada kuartal III tahun ini, namun tidak memangkas produksinya. Ini dilakukan agar perseroan bisa fokus untuk mendapatkan margin yang lebih baik.
Corporate Secretary TINS Agung Nugroho mengatakan, kuartal III/2012 perseroan tetap berproduksi, namun dalam hal ini perseroan tidak ingin langsung menjualnya. "Maka yang dibatasi adalah penjualannya,
diharapkan itu yang terbaik," ujar Agung ketika dihubungi, Selasa (16/10/2012).
Menurut dia, meski perseroan mengurangi penjualan, volume produksi kuartal III/2012 mengalami pertumbuhan sebesar dua persen dibanding kuartal sebelumnya. Agung menjelaskan, sepanjang tahun ini, produksi kemungkinan lebih besar dari tahun lalu yang mencapai 37.000 metrik ton. "Intinya lebih baik dari tahun lalu, yakni sekitar 38.000-40.000 metrik ton," harapnya.
Selain itu, dia memperkirakan, penjualan pada kuartal IV/2012 tidak terlalu bagus. Pasalnya, akan ada penahanan produksi, hal ini sebagai tindak lanjut dari keseriusan PT Timah dalam merevitalisasi
sistem penambangan di wilayah Bangka Belitung (Babel). Implementasi ini sesuai dengan penerapan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 28 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.
Sementara Agung memperkirakan kuartal IV/2012 harga jual timah perseroan USD21.000-USD24.000 per ton. "Kita harapkan average nya USD22.500 per ton," harapnya.
Corporate Secretary TINS Agung Nugroho mengatakan, kuartal III/2012 perseroan tetap berproduksi, namun dalam hal ini perseroan tidak ingin langsung menjualnya. "Maka yang dibatasi adalah penjualannya,
diharapkan itu yang terbaik," ujar Agung ketika dihubungi, Selasa (16/10/2012).
Menurut dia, meski perseroan mengurangi penjualan, volume produksi kuartal III/2012 mengalami pertumbuhan sebesar dua persen dibanding kuartal sebelumnya. Agung menjelaskan, sepanjang tahun ini, produksi kemungkinan lebih besar dari tahun lalu yang mencapai 37.000 metrik ton. "Intinya lebih baik dari tahun lalu, yakni sekitar 38.000-40.000 metrik ton," harapnya.
Selain itu, dia memperkirakan, penjualan pada kuartal IV/2012 tidak terlalu bagus. Pasalnya, akan ada penahanan produksi, hal ini sebagai tindak lanjut dari keseriusan PT Timah dalam merevitalisasi
sistem penambangan di wilayah Bangka Belitung (Babel). Implementasi ini sesuai dengan penerapan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 28 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.
Sementara Agung memperkirakan kuartal IV/2012 harga jual timah perseroan USD21.000-USD24.000 per ton. "Kita harapkan average nya USD22.500 per ton," harapnya.
(rna)
Lihat Juga :