Investasi tak terdampak
Rabu, 17 Oktober 2012 - 09:08 WIB
Investasi tak terdampak
A
A
A
Sindonews.com - Pelambatan ekonomi global tidak membuat Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menurunkan realisasi target penanaman modal dari dalam dan luar negeri tahun ini sebesar Rp283,5 triliun.
BKPM tetap optimistis, target bisa dicapai melihat perkembangan investasi hingga semester I/2012. Deputi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis mengungkapkan, investasi pada semester I/2012 tercatat Rp148,1 triliun atau naik 28,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan ini meliputi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp40,5 triliun yang naik 22,7 persen dari tahun lalu dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp107,6 triliun yang meningkat 30,3 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Azhar juga meyakini, pertumbuhan investasi tetap positif pada kuartal III dengan perkiraan kenaikan 20 persen dari periode yang sama tahun lalu Rp65,4 triliun, menjadi sebesar Rp78,48 triliun.
“Dari catatan BKPM, belum ada indikasi yang menunjukkan menurunnya investasi. Untuk PMDN dan PMA, kita masih optimistis target Rp283,5 triliun bisa tercapai,” tegasnya di Jakarta, Selasa (16/10/2012).
Pernyataan tersebut dikeluarkan Azhar menanggapi proyeksi Bank Indonesia (BI) dalam laporan kebijakan moneter kuartal III/2012 yang menyebutkan pertumbuhan investasi tahun ini hanya 10,9 persen atau lebih rendah dari perkiraan awal sebesar 12 persen dari total produk domestik bruto (PDB).
BI menyebutkan, penurunan itu disebabkan pengaruh pelambatan ekonomi global saat ini. Direktur Kebijakan Moneter BI Perry Warjiyo mengatakan, rendahnya pertumbuhan ekonomi global menyebabkan pertumbuhan ekspor riil Indonesia tahun ini hanya tumbuh 3,4 persen, sehingga investasi yang berorientasi ekspor semua akan melambat.
“Tapi, investasi di sektor domestik tetap tumbuh sehingga investasi masih bisa meningkat 10,9 persen, meskipun lebih rendah dari target awal 12 persen. Ekonomi Indonesia hingga akhir tahun diperkirakan masih akan tumbuh 6,3 persen dengan konsumsi domestik meningkat 5,1 persen dan impor riil tumbuh 9,3 persen,” katanya belum lama ini.
Sejumlah pengamat memperkirakan, kondisi investasi di kuartal III dan IV menjadi acuan BKPM melihat angka pertumbuhan investasi secara keseluruhan PDB hingga akhir tahun ini. “Investasi itu memang tak serta merta langsung menurun karena perlambatan global. Kalau melihat realisasi di kuartal III dan IV diperkirakan masih bisa di kisaran 11–13 persen,” ungkap Ekonom PT Bank Internasional Indonesia Tbk Juniman saat dihubungi SINDO kemarin.
Dia bahkan menilai, berdasarkan nominal seperti yang tercatat pada BKPM, maka diperkirakan investasi bisa tumbuh 15-20 persen sampai dengan akhir tahun. Besarnya investasi secara musiman pada kuartal III dan IV serta lewatnya target realisasi investasi semester I/2012 membuat capaian investasi akan melampaui target tahun ini.
“Kita perkirakan, karena kuartal III dan IV tahun ini secara musiman akan semakin meningkat maka investasi nominal akan mencapai Rp250– 300 triliun, bahkan dapat melewati target BKPM tahun ini,” tandasnya.
BKPM tetap optimistis, target bisa dicapai melihat perkembangan investasi hingga semester I/2012. Deputi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis mengungkapkan, investasi pada semester I/2012 tercatat Rp148,1 triliun atau naik 28,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan ini meliputi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp40,5 triliun yang naik 22,7 persen dari tahun lalu dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp107,6 triliun yang meningkat 30,3 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Azhar juga meyakini, pertumbuhan investasi tetap positif pada kuartal III dengan perkiraan kenaikan 20 persen dari periode yang sama tahun lalu Rp65,4 triliun, menjadi sebesar Rp78,48 triliun.
“Dari catatan BKPM, belum ada indikasi yang menunjukkan menurunnya investasi. Untuk PMDN dan PMA, kita masih optimistis target Rp283,5 triliun bisa tercapai,” tegasnya di Jakarta, Selasa (16/10/2012).
Pernyataan tersebut dikeluarkan Azhar menanggapi proyeksi Bank Indonesia (BI) dalam laporan kebijakan moneter kuartal III/2012 yang menyebutkan pertumbuhan investasi tahun ini hanya 10,9 persen atau lebih rendah dari perkiraan awal sebesar 12 persen dari total produk domestik bruto (PDB).
BI menyebutkan, penurunan itu disebabkan pengaruh pelambatan ekonomi global saat ini. Direktur Kebijakan Moneter BI Perry Warjiyo mengatakan, rendahnya pertumbuhan ekonomi global menyebabkan pertumbuhan ekspor riil Indonesia tahun ini hanya tumbuh 3,4 persen, sehingga investasi yang berorientasi ekspor semua akan melambat.
“Tapi, investasi di sektor domestik tetap tumbuh sehingga investasi masih bisa meningkat 10,9 persen, meskipun lebih rendah dari target awal 12 persen. Ekonomi Indonesia hingga akhir tahun diperkirakan masih akan tumbuh 6,3 persen dengan konsumsi domestik meningkat 5,1 persen dan impor riil tumbuh 9,3 persen,” katanya belum lama ini.
Sejumlah pengamat memperkirakan, kondisi investasi di kuartal III dan IV menjadi acuan BKPM melihat angka pertumbuhan investasi secara keseluruhan PDB hingga akhir tahun ini. “Investasi itu memang tak serta merta langsung menurun karena perlambatan global. Kalau melihat realisasi di kuartal III dan IV diperkirakan masih bisa di kisaran 11–13 persen,” ungkap Ekonom PT Bank Internasional Indonesia Tbk Juniman saat dihubungi SINDO kemarin.
Dia bahkan menilai, berdasarkan nominal seperti yang tercatat pada BKPM, maka diperkirakan investasi bisa tumbuh 15-20 persen sampai dengan akhir tahun. Besarnya investasi secara musiman pada kuartal III dan IV serta lewatnya target realisasi investasi semester I/2012 membuat capaian investasi akan melampaui target tahun ini.
“Kita perkirakan, karena kuartal III dan IV tahun ini secara musiman akan semakin meningkat maka investasi nominal akan mencapai Rp250– 300 triliun, bahkan dapat melewati target BKPM tahun ini,” tandasnya.
(rna)
Lihat Juga :