Penetrasi internet percepat financial inclusion
Rabu, 17 Oktober 2012 - 09:59 WIB
Penetrasi internet percepat financial inclusion
A
A
A
Sindonews.com – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) memperkirakan penetrasi internet ke masyarakat akan berdampak pada perluasan financial inclusion dan gerakan kewirausahaan di Tanah Air.
Saat ini masyarakat yang terjangkau layanan perbankan memang masih sangat kecil yakni baru 20 persen dari total populasi.
“Baru sekitar 64 juta yang punya rekening bank. Ini peluang usaha bagi perbankan tapi juga tantangan bagi pemerintah dan swasta. Namun dengan penetrasi internet yang semakin kuat, kita optimistis akan meningkatkan financial inclusion utamanya keuangan mikro,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Syariffudin Hasan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (16/10/2012).
Dia mengatakan, penetrasi internet itu juga akan mendorong gerakan kewirausahaan di masyarakat. Pasalnya, akan semakin banyak warga masyarakat yang terlayani perbankan atau lembaga keuangan melalui internet dan jaringan mobile banking.
Sementara, Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Choirul Djamhari mengatakan, penetrasi keuangan mikro melalui unit kerja atau kantor, utamanya perbankan, memang terus bertambah yakni sekitar 15.000 unit hingga pertengahan 2012.
Namun peningkatan unit kerja ini tidak cukup untuk melayani keuangan mikro bagi 240 juta penduduk Indonesia. “Sebab itu kita harapkan teknologi elektronik perbankan (e-banking), internet banking, bahkan mobile banking ini terus ditingkatkan. Supaya ini tidak sekedar jadi gaya hidup kelas menengah,” kata dia.
Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Muhamad Ali mengatakan, kehadiran internet banking tak hanya akan meningkatkan layanan pinjaman keuangan mikro. Namun juga akan menjadikan perbankan semakin efisien.
“Tingkat efisiensi BRI rasionya selalu di bawah rata-rata perbankan,” jelas dia.
Saat ini masyarakat yang terjangkau layanan perbankan memang masih sangat kecil yakni baru 20 persen dari total populasi.
“Baru sekitar 64 juta yang punya rekening bank. Ini peluang usaha bagi perbankan tapi juga tantangan bagi pemerintah dan swasta. Namun dengan penetrasi internet yang semakin kuat, kita optimistis akan meningkatkan financial inclusion utamanya keuangan mikro,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Syariffudin Hasan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (16/10/2012).
Dia mengatakan, penetrasi internet itu juga akan mendorong gerakan kewirausahaan di masyarakat. Pasalnya, akan semakin banyak warga masyarakat yang terlayani perbankan atau lembaga keuangan melalui internet dan jaringan mobile banking.
Sementara, Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Choirul Djamhari mengatakan, penetrasi keuangan mikro melalui unit kerja atau kantor, utamanya perbankan, memang terus bertambah yakni sekitar 15.000 unit hingga pertengahan 2012.
Namun peningkatan unit kerja ini tidak cukup untuk melayani keuangan mikro bagi 240 juta penduduk Indonesia. “Sebab itu kita harapkan teknologi elektronik perbankan (e-banking), internet banking, bahkan mobile banking ini terus ditingkatkan. Supaya ini tidak sekedar jadi gaya hidup kelas menengah,” kata dia.
Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Muhamad Ali mengatakan, kehadiran internet banking tak hanya akan meningkatkan layanan pinjaman keuangan mikro. Namun juga akan menjadikan perbankan semakin efisien.
“Tingkat efisiensi BRI rasionya selalu di bawah rata-rata perbankan,” jelas dia.
(rna)
Lihat Juga :