Pertamina belum terima surat tugas salurkan BBM
Rabu, 17 Oktober 2012 - 10:04 WIB
Pertamina belum terima surat tugas salurkan BBM
A
A
A
Sindonews.com – PT Pertamina (Persero) mengaku hingga kemarin (16/10) belum menerima surat penugasan penyaluran tambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar 4 juta kilo liter (kl) dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
Padahal, surat penugasan itu dijanjikan telah diterima BUMN energi itu pada Senin (15/10/2012). Kendati demikian, Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir menegaskan bahwa hal itu tidak membuat Pertamina menunda penyaluran BBM bersubsidi, terutama untuk DKI Jakarta yang kuota awalnya telah habis sejak 21 September lalu.
”Ini kan sekadar formalitas saja. Kami perusahaan negara tetap mementingkan kepentingan masyarakat,” tutur Ali saat dihubungi, di Jakarta, kemarin.
Dia memastikan, tambahan kuota BBM masih akan mencukupi hingga akhir tahun. Menurut dia, daerah yang sudah habis kuotanya baru Jakarta saja, sementara kuota BBM bersubsidi di daerah lain masih belum habis.
Berdasarkan data Pertamina, BUMN migas tersebut telah menyalurkan tambahan kuota BBM bersubsidi ke masyarakat di Jakarta mencapai 6.000 kl per hari atau sekitar 138.000 kl sejak 22 September-14 Oktober 2012.
”Pasti cukup tambahan kuotanya, kan (tambahannya) sampai akhir tahun,”tutur dia.
Direktur BBM BPH Migas Djoko Siswanto menuturkan, pihaknya akan tetap memberikan surat penugasan ke Pertamina untuk menyalurkan tambahan kuota BBM bersubsidi. Namun, dia mengakui bahwa masih ada beberapa kendala, antara lain terkait perincian kuota BBM bersubsidi di setiap kabupaten dan urusan administrasi terkait legal hukum surat penugasan ini.
”Perincian kuota BBM dinyatakan sudah selesai, tetapi masih harus menunggu paraf dari semua komite BPH Migas. Pak Andy kan (Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Sommeng) baru masuk sekarang karena tugas, padahal butuh paraf dari semua komite,” kata dia saat dihubungi, kemarin.
Pertamina menyatakan, realisasi premium di Jakarta hingga 30 September 2012 telah mencapai 1,6 juta kl atau melampaui 1,63 persen dari kuota pada periode tersebut sebesar 1,58 juta kl.
Adapun,kuota premium di Jakarta hingga akhir tahun direncanakan sebesar 2,11 juta kl. Sementara, realisasi penyaluran solar di Jakarta hingga 30 September mencapai 636.830 kl, atau melampaui 2,59 persen dari kuota sebesar 620.760 kl.
Padahal, surat penugasan itu dijanjikan telah diterima BUMN energi itu pada Senin (15/10/2012). Kendati demikian, Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir menegaskan bahwa hal itu tidak membuat Pertamina menunda penyaluran BBM bersubsidi, terutama untuk DKI Jakarta yang kuota awalnya telah habis sejak 21 September lalu.
”Ini kan sekadar formalitas saja. Kami perusahaan negara tetap mementingkan kepentingan masyarakat,” tutur Ali saat dihubungi, di Jakarta, kemarin.
Dia memastikan, tambahan kuota BBM masih akan mencukupi hingga akhir tahun. Menurut dia, daerah yang sudah habis kuotanya baru Jakarta saja, sementara kuota BBM bersubsidi di daerah lain masih belum habis.
Berdasarkan data Pertamina, BUMN migas tersebut telah menyalurkan tambahan kuota BBM bersubsidi ke masyarakat di Jakarta mencapai 6.000 kl per hari atau sekitar 138.000 kl sejak 22 September-14 Oktober 2012.
”Pasti cukup tambahan kuotanya, kan (tambahannya) sampai akhir tahun,”tutur dia.
Direktur BBM BPH Migas Djoko Siswanto menuturkan, pihaknya akan tetap memberikan surat penugasan ke Pertamina untuk menyalurkan tambahan kuota BBM bersubsidi. Namun, dia mengakui bahwa masih ada beberapa kendala, antara lain terkait perincian kuota BBM bersubsidi di setiap kabupaten dan urusan administrasi terkait legal hukum surat penugasan ini.
”Perincian kuota BBM dinyatakan sudah selesai, tetapi masih harus menunggu paraf dari semua komite BPH Migas. Pak Andy kan (Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Sommeng) baru masuk sekarang karena tugas, padahal butuh paraf dari semua komite,” kata dia saat dihubungi, kemarin.
Pertamina menyatakan, realisasi premium di Jakarta hingga 30 September 2012 telah mencapai 1,6 juta kl atau melampaui 1,63 persen dari kuota pada periode tersebut sebesar 1,58 juta kl.
Adapun,kuota premium di Jakarta hingga akhir tahun direncanakan sebesar 2,11 juta kl. Sementara, realisasi penyaluran solar di Jakarta hingga 30 September mencapai 636.830 kl, atau melampaui 2,59 persen dari kuota sebesar 620.760 kl.
(rna)
Lihat Juga :