Apindo: Berantas pungli, demi kesejahteraan buruh
Rabu, 17 Oktober 2012 - 14:59 WIB
Apindo: Berantas pungli, demi kesejahteraan buruh
A
A
A
Sindonews.com - Banyaknya pungutan dalam pengurusan izin usaha di Indonesia membuat Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan ekonomi berbiaya tinggi.
Akibatnya, biaya produksi menjadi semakin tinggi sehingga para pengusaha tidak mampu memberikan upah yang layak bagi pekerja-pekerjanya.
"Kita terkendala high cost economy," ungkap Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi di JI Expo, Jakarta, Rabu (17/10/2012).
Bila pungutan liar yang membebani dunia usaha ini bisa diberantas, beban pengusaha akan jauh berkurang sehingga mereka bisa membayar pekerjanya dengan lebih layak.
Dengan begitu, lanjut Sofjan, iklim usaha akan menjadi jauh lebih kondusif, para buruh tidak perlu lagi melakukan aksi-aksi yang merugikan, investasi pun akan terjamin keamanannya.
Ini berarti, baik pengusaha maupun pekerja sama-sama berkepentingan untuk memberantas pungutan liar demi kesejahteraan bersama. "Kita sama buruh bisa saling kerja sama, tidak perlu lagi sweeping-sweeping, nanti takut investor," harapnya.
Akibatnya, biaya produksi menjadi semakin tinggi sehingga para pengusaha tidak mampu memberikan upah yang layak bagi pekerja-pekerjanya.
"Kita terkendala high cost economy," ungkap Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi di JI Expo, Jakarta, Rabu (17/10/2012).
Bila pungutan liar yang membebani dunia usaha ini bisa diberantas, beban pengusaha akan jauh berkurang sehingga mereka bisa membayar pekerjanya dengan lebih layak.
Dengan begitu, lanjut Sofjan, iklim usaha akan menjadi jauh lebih kondusif, para buruh tidak perlu lagi melakukan aksi-aksi yang merugikan, investasi pun akan terjamin keamanannya.
Ini berarti, baik pengusaha maupun pekerja sama-sama berkepentingan untuk memberantas pungutan liar demi kesejahteraan bersama. "Kita sama buruh bisa saling kerja sama, tidak perlu lagi sweeping-sweeping, nanti takut investor," harapnya.
(gpr)
Lihat Juga :