Pembangunan infrastruktur, peluang RI hindari krisis
Rabu, 17 Oktober 2012 - 18:11 WIB
Pembangunan infrastruktur, peluang RI hindari krisis
A
A
A
Sindonews.com - Indonesia memiliki peluang untuk bertahan dari krisis ekonomi global jika peluang yang ada bisa dimanfaatkan. Di antaranya masih terbukanya peluang melakukan proyek pengembangan infrastruktur yang bakal menyedot banyak tenaga kerja dan mendorong laju ekonomi.
Menurut Direktur Utama PT Semen Gresik Tbk Dwi Soetjipto di sela-sela forum "17 CEO Menjawab 8 Tantangan, Menuju Indonesia Lebih Baik", perekonomian Indonesia ditunjang oleh sebagian besar konsumsi domestik, sekitar 60%, sementara sisanya 40% dipenuhi impor. "Peluang kita adalah jumlah penduduk yang besar dan infrastruktur yang masih tertinggal," ujarnya, Rabu (17/10).
Dengan jumlah penduduk yang besar, maka Indonesia memiliki banyak tenaga kerja. Sementara kondisi infrastruktur yang tertinggal memberi peluang besar untuk pengembangan pada sektor ini.
Namun demikian, lanjut Dwi Soetjipto, menghadapi ancaman krisis perlu juga diperkuat budaya perusahaan dan sumber daya manusia. Sehingga, kinerja perusahaan berjalan dengan lebih optimal.
Menurut dia, akan mudah untuk menumbuhkan kinerja usaha bila didukung sumber daya manusia yang memiliki karakter yang kuat dan tidak ragu-ragu untuk bekerja keras serta berorientasi hasil.
Sayangnya, Dwi menilai karakter seperti itu belum banyak dimiliki sumber daya manusia Indonesia. "Karena itu, kami berupaya untuk membangun SDM yang kreatif, visioner, komunikatif dan pekerja keras. Ini tantangan besar untuk mengubah mindset karyawan.”
Dia menambahkan sumber daya yang handal akan mampu menjawab tantangan menghadapi krisis. Apalagi Indonesia memiliki potensi menetralkan pengaruh negatif krisis tersebut dengan jumlah penduduk besar dan peluang di sektor infrastruktur.
Menurut Direktur Utama PT Semen Gresik Tbk Dwi Soetjipto di sela-sela forum "17 CEO Menjawab 8 Tantangan, Menuju Indonesia Lebih Baik", perekonomian Indonesia ditunjang oleh sebagian besar konsumsi domestik, sekitar 60%, sementara sisanya 40% dipenuhi impor. "Peluang kita adalah jumlah penduduk yang besar dan infrastruktur yang masih tertinggal," ujarnya, Rabu (17/10).
Dengan jumlah penduduk yang besar, maka Indonesia memiliki banyak tenaga kerja. Sementara kondisi infrastruktur yang tertinggal memberi peluang besar untuk pengembangan pada sektor ini.
Namun demikian, lanjut Dwi Soetjipto, menghadapi ancaman krisis perlu juga diperkuat budaya perusahaan dan sumber daya manusia. Sehingga, kinerja perusahaan berjalan dengan lebih optimal.
Menurut dia, akan mudah untuk menumbuhkan kinerja usaha bila didukung sumber daya manusia yang memiliki karakter yang kuat dan tidak ragu-ragu untuk bekerja keras serta berorientasi hasil.
Sayangnya, Dwi menilai karakter seperti itu belum banyak dimiliki sumber daya manusia Indonesia. "Karena itu, kami berupaya untuk membangun SDM yang kreatif, visioner, komunikatif dan pekerja keras. Ini tantangan besar untuk mengubah mindset karyawan.”
Dia menambahkan sumber daya yang handal akan mampu menjawab tantangan menghadapi krisis. Apalagi Indonesia memiliki potensi menetralkan pengaruh negatif krisis tersebut dengan jumlah penduduk besar dan peluang di sektor infrastruktur.
(gpr)
Lihat Juga :