Pemerintah atasi hambatan sektor produktif
Kamis, 18 Oktober 2012 - 09:52 WIB
Pemerintah atasi hambatan sektor produktif
A
A
A
Sindonews.com – Mewaspadai terjadinya penggelembungan (bubble) pasar finansial, pemerintah akan mencoba mengurangi aliran uang pasar modal dan sektor nonproduktif secara tidak langsung.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengatasi hambatan (debottlenecking) sektor produktif, melalui pembangunan infrastruktur.
“Termasuk, regulasi dan investasi di sektor ini tentu akan didorong pemerintah. Sekarang, kalau kita lihat, separuh investasi mengarah ke sektor manufaktur sebagai sektor produktif,” kata Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Pendanaan Pembangunan Kementerian Perencanaan pembangunan (PPN) Bambang Priambodo di Jakarta kemarin.
Bambang mengatakan, di sektor nonproduktif seperti properti, pihaknya memang melihat ada peningkatan meski belum dalam tahap membahayakan. Terlepas dari itu, pemerintah gencar melakukan pembangunan infrastruktur guna mengurangi hambatan investasi di sektor produktif.
Dengan begitu, diharapkan aliran dana ke sektor produktif akan terus meningkat. Sebelumnya Ekonom Senior Bank Dunia untuk Indonesia Ndiame Diop mengatakan, kebijakan pelonggaran moneter di sejumlah negara maju mendorong terjadinya kelebihan likuiditas di pasar saham.
Likuiditas berlebih itu cenderung mencari tempat investasi baru, yakni negara-negara berkembang yang memiliki pertumbuhan tinggi seperti Indonesia. Diop menyarankan pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak dari mengalirnya dana segar yang bisa mengarah pada penggelembungan aset di pasar keuangan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengatasi hambatan (debottlenecking) sektor produktif, melalui pembangunan infrastruktur.
“Termasuk, regulasi dan investasi di sektor ini tentu akan didorong pemerintah. Sekarang, kalau kita lihat, separuh investasi mengarah ke sektor manufaktur sebagai sektor produktif,” kata Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Pendanaan Pembangunan Kementerian Perencanaan pembangunan (PPN) Bambang Priambodo di Jakarta kemarin.
Bambang mengatakan, di sektor nonproduktif seperti properti, pihaknya memang melihat ada peningkatan meski belum dalam tahap membahayakan. Terlepas dari itu, pemerintah gencar melakukan pembangunan infrastruktur guna mengurangi hambatan investasi di sektor produktif.
Dengan begitu, diharapkan aliran dana ke sektor produktif akan terus meningkat. Sebelumnya Ekonom Senior Bank Dunia untuk Indonesia Ndiame Diop mengatakan, kebijakan pelonggaran moneter di sejumlah negara maju mendorong terjadinya kelebihan likuiditas di pasar saham.
Likuiditas berlebih itu cenderung mencari tempat investasi baru, yakni negara-negara berkembang yang memiliki pertumbuhan tinggi seperti Indonesia. Diop menyarankan pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak dari mengalirnya dana segar yang bisa mengarah pada penggelembungan aset di pasar keuangan.
(rna)
Lihat Juga :