Layanan asuransi masih dinilai mahal

Kamis, 18 Oktober 2012 - 09:58 WIB
Layanan asuransi masih...
Layanan asuransi masih dinilai mahal
A A A
Sindonews.com – Pemerintah menilai masyarakat belum menikmati jasa asuransi sebagai lembaga yang memberikan proteksi keuangan di masa depan karena menganggap layanan itu mahal dan sulit dijangkau.

Hal ini membuat penetrasi pertumbuhan asuransi jiwa di Indonesia masih rendah. ”Masih ada asumsi bahwa asuransiitumahaldanhanya bisa dimiliki orang-orang yang berpenghasilan besar,” ujar Kepala Biro Perasuransian Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Isa Rachmatarwata saat konferensi pers peringatan Hari Asuransi Nasional di Jakarta kemarin.

Isa mengatakan, pemikiran jasa asuransi masih mahal sangat disayangkan karena asuransi bisa memberikan proteksi akan kebutuhan dana yang kemungkinan tidak bisa didapatkan di masa mendatang. Menurut dia, industri asuransi yang semakin berkembang saat ini tidak diikuti oleh pertumbuhan orang yang berasuransi, sehingga masyarakat masih belum menikmati jasa keuangan berbasis keamanan itu.

”Banyak yang menganggap premi asuransi terlalu mahal, padahal saat ini ada banyak perusahaan yang menawarkan premi dalam nilai yang cukup terjangkau,” kata dia.

Akibat hal ini kontribusi asuransi terhadap produk domestik bruto berada di level 1,82 persen. ”Angka ini belum termasuk asuransi wajib seperti Taspen, Jamsostek, dan Askes. Jika digabung dengan asuransi wajib menjadi sekitar 2,03–2,05 persen,” jelas dia.

Hingga akhir tahun pemerintah menargetkan bisa mendorong angka tersebut menjadi 2 persen untuk kontribusi asuransi biasa dan 2,5 persen untuk kelompok yang digabung dengan asuransi wajib.

Menurut Isa, tak hanya proteksi jiwa, kesehatan dan harta, saat ini ada sejumlah perusahaan yang menawarkan asuransi khusus yang lebih spesifik seperti perlindungan kendaraan bermotor atau perlindungan terhadap penyakit tertentu.

Sementara, Ketua Panita Insurance Day Nelly Husnayati mengatakan, AsosiasiAsuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menggelar serangkaian acara bertajuk Insurance Day untuk memperingati Hari Asuransi Nasional yang jatuh pada 18 Oktober 2012. Acara ini dimaksudkan untuk menyosialisasikan kesadaran akan proteksi keuangan di masa depan.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Covid-19 Mempengaruhi...
Pandemi Covid-19 Mempengaruhi Cara Masyarakat Dalam Memenuhi Kebutuhan Proteksi Diri
Daftar Rumah Sakit di...
Daftar Rumah Sakit di Jakarta yang Tidak Menerima BPJS Kesehatan
OJK Harus Tingkatkan...
OJK Harus Tingkatkan Regulasi untuk Menangani Kasus Gagal Bayar Asuransi Jiwa
Meneropong Potensi Besar...
Meneropong Potensi Besar Pasar Penjualan Asuransi Kecelakaan
Apa Pentingnya Punya...
Apa Pentingnya Punya Asuransi Kendaraan Ketika Mudik Lebaran?
BRINS Hadirkan Greensurance,...
BRINS Hadirkan Greensurance, Inovasi Terbaru Asuransi Ramah Lingkungan
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
3 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
4 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
5 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
5 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
6 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
6 jam yang lalu
Infografis
Habitat Asli Harimau...
Habitat Asli Harimau Jawa yang Masih Terjaga hingga Saat Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved