APLN sisakan dana obligasi Rp712,2 M
Kamis, 18 Oktober 2012 - 10:29 WIB
APLN sisakan dana obligasi Rp712,2 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Agung Podomoro Tbk (APLN) masih menyisakan dana hasil penawaran obligasi II/2012 sebesar Rp712,21 miliar. Nilai itu sekitar 59,35 persen dari total dana hasil obligasi yang diperoleh perseroan sebesar Rp1,2 triliun.
Wakil Direktur Utama I APLN Ariesman Widjaja menuturkan, perseroan belum menggunakan dana hasil obligasi untuk pengembangan usaha di bidang properti melalui perseroan. "Perseroan baru menggunakan dana obligasi untuk pengembangan usaha bidang properti melalui entitas anak," kata dia dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/10/2012).
Adapun dana hasil obligasi yang digunakan untuk pengembangan usaha di bidang properti melalui entitas anak sebesar Rp476,73 miliar. Sementara itu, penggunaan dana hasil obligasi berdasarkan prospektus perseroan digunakan untuk pengembangan usaha bidang properti oleh perseroan sebesar Rp178,34 miliar dan sebesar Rp1,01 triliun untuk pengembangan usaha bidang properti anak usaha.
Sisa dana hasil penawaran obligasi perseroan tersebut ditempatkan dalam bentuk deposito berjangka di bank pelat merah maupun swasta dengan tingkat bunga antara 5,25-6,25 persen. Selain itu, juga dalam defisit transaksi berjalan (current account) di Bank International Indonesia (BII) senilai Rp1,21 miliar.
Obligasi II/2012 yang efektif pasa 12 Agustus tahun ini memiliki tenor lima tahun. Adapun kisaran kupon yang diberikan 9,27-9,87 persen. Bertindak selaku penjamin pelaksana emisi (underwriter) obligasi pada saat itu, yakni PT Deutsche Securities Indonesia, PT HSBC Securities Indonesia, PT Indo Premier Securities dan PT Mandiri Sekuritas.
Wakil Direktur Utama I APLN Ariesman Widjaja menuturkan, perseroan belum menggunakan dana hasil obligasi untuk pengembangan usaha di bidang properti melalui perseroan. "Perseroan baru menggunakan dana obligasi untuk pengembangan usaha bidang properti melalui entitas anak," kata dia dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/10/2012).
Adapun dana hasil obligasi yang digunakan untuk pengembangan usaha di bidang properti melalui entitas anak sebesar Rp476,73 miliar. Sementara itu, penggunaan dana hasil obligasi berdasarkan prospektus perseroan digunakan untuk pengembangan usaha bidang properti oleh perseroan sebesar Rp178,34 miliar dan sebesar Rp1,01 triliun untuk pengembangan usaha bidang properti anak usaha.
Sisa dana hasil penawaran obligasi perseroan tersebut ditempatkan dalam bentuk deposito berjangka di bank pelat merah maupun swasta dengan tingkat bunga antara 5,25-6,25 persen. Selain itu, juga dalam defisit transaksi berjalan (current account) di Bank International Indonesia (BII) senilai Rp1,21 miliar.
Obligasi II/2012 yang efektif pasa 12 Agustus tahun ini memiliki tenor lima tahun. Adapun kisaran kupon yang diberikan 9,27-9,87 persen. Bertindak selaku penjamin pelaksana emisi (underwriter) obligasi pada saat itu, yakni PT Deutsche Securities Indonesia, PT HSBC Securities Indonesia, PT Indo Premier Securities dan PT Mandiri Sekuritas.
(rna)
Lihat Juga :