Investor RI ditawari investasi di pembangkit listrik China
Kamis, 18 Oktober 2012 - 13:47 WIB
Investor RI ditawari investasi di pembangkit listrik China
A
A
A
Sindonews.com - China sebagai anggota The Association of Electricity Supply Industry of East Asia and the Western Pacific (AESIEAP) menyerukan pentingnya kerjasama regional bidang energi dalam memperkuat teknologi pembangkit listrik yang bersih.
Liu Zhenya dari China Energy Council menyampaikan pengalaman negaranya dalam mendorong investasi teknologi yang bersih dalam ajang Conferensi of Electric Power Supply Industri (CEPSI) ke-19, di Nusa Dua Bali yang berakhir Kamis (18/10/2012) ini.
Dia mengatakan, tujuan renewable atau energi terbarukan adalah untuk memenuhi kebutuhan konsumsi listrik dalam negeri yang terus meningkat.
Pemerintah, lanjutnya, juga akan memberikan dukungan moral dan dukungan etis untuk mengembangkan pembangkit listrik dengan hydro power, energi berbahan sampah, solo power, gas dan lainnya. Liu menekankan perlunya pengembangan teknologi pembangkit listrik bersih dengan cara bekerjasama antarnegara-negara di kawasan atau regional Asia.
Disebutkan, pasar listrik China cukup kompetitif termasuk sektor pembangkit listrik yang bersih. Demikian juga pasar negeri Tirai Bambu itu terbuka bagi semua perusahaan asing untuk berinvestasi meski mereka harus siap berkompetisi.
"Namun, kami membuka pintu seluas-luasanya dan menyambut investor asing untuk datang ke china," tegasnya.
Selain menerima masuknya investasi asing, China juga telah menanamkan investasi ke negara lain di bidang energi dan teknologi kelistrikan. Investasi perusahaan China meneyebar ke-18 negara termasuk Singapura, Vietenam, Indonesia, Kamboja dan juga beberapa negara kawasan Afrika termasuk Zambia dan Repulik Demokrat Congo.
Investasi mereka juga ada di beberapa negara Eropa dan Amerika seperti Portugal, Brasil serta Australia dengan total investasi mencapai USD3,11 miliar. Area yang diinvestasikan meliputi pembangkit listrik tenaga surya, pembangkit listrik tenaga air, juga di beberapa bidang lainnya seperti batu bara.
"Saya ingin berbagi bagaimana pertumbuhan yang cepat dan teknologi pembangkit listrik yang bersih terjadi di China," tutupnya.
Liu Zhenya dari China Energy Council menyampaikan pengalaman negaranya dalam mendorong investasi teknologi yang bersih dalam ajang Conferensi of Electric Power Supply Industri (CEPSI) ke-19, di Nusa Dua Bali yang berakhir Kamis (18/10/2012) ini.
Dia mengatakan, tujuan renewable atau energi terbarukan adalah untuk memenuhi kebutuhan konsumsi listrik dalam negeri yang terus meningkat.
Pemerintah, lanjutnya, juga akan memberikan dukungan moral dan dukungan etis untuk mengembangkan pembangkit listrik dengan hydro power, energi berbahan sampah, solo power, gas dan lainnya. Liu menekankan perlunya pengembangan teknologi pembangkit listrik bersih dengan cara bekerjasama antarnegara-negara di kawasan atau regional Asia.
Disebutkan, pasar listrik China cukup kompetitif termasuk sektor pembangkit listrik yang bersih. Demikian juga pasar negeri Tirai Bambu itu terbuka bagi semua perusahaan asing untuk berinvestasi meski mereka harus siap berkompetisi.
"Namun, kami membuka pintu seluas-luasanya dan menyambut investor asing untuk datang ke china," tegasnya.
Selain menerima masuknya investasi asing, China juga telah menanamkan investasi ke negara lain di bidang energi dan teknologi kelistrikan. Investasi perusahaan China meneyebar ke-18 negara termasuk Singapura, Vietenam, Indonesia, Kamboja dan juga beberapa negara kawasan Afrika termasuk Zambia dan Repulik Demokrat Congo.
Investasi mereka juga ada di beberapa negara Eropa dan Amerika seperti Portugal, Brasil serta Australia dengan total investasi mencapai USD3,11 miliar. Area yang diinvestasikan meliputi pembangkit listrik tenaga surya, pembangkit listrik tenaga air, juga di beberapa bidang lainnya seperti batu bara.
"Saya ingin berbagi bagaimana pertumbuhan yang cepat dan teknologi pembangkit listrik yang bersih terjadi di China," tutupnya.
(gpr)
Lihat Juga :