Posisi ketum HNSI diincar 2 mantan Menteri
Minggu, 21 Oktober 2012 - 11:20 WIB
Posisi ketum HNSI diincar 2 mantan Menteri
A
A
A
Sindonews.com - Wacana bakal calon Ketua Umum DPP Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) diramaikan dengan munculnya dua mantan Menteri Kelautan dan Perikanan yakni Fadel Muhammad dan Rochmin Dahuri.
Menjelang pelaksanaan Musyawarah HNSI di Batam 7-11 November 2012, kini mulai ramai diperbincangkan tampilnya lima figur nasional, dua di antaranya mantan menteri di era Kabinet Gotong Royong (Rochmin) dan Kabinet Indonesia Bersatu I (Fadel).
Tiga figur lainnya adalah Oesman Sapta Odang Ketum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Husni Manggabarani (Mantan Inspektorat Kementerian Perikanan dan Kelautan), dan anak mantan Presiden Soeharto Tommy Soeharto.
"Ya benar, lima nama itu akan meramaikan pencalonan Ketua Umum DPP HNSI periode 2012-2017)," jelas Ketua Umum DPP HNSI Letjend (Purn) Yussuf Solichien usai rapat kerja daerah HNSI Provinsi Bali di Denpasar, Sabtu (20/10/2012) malam.
Banyaknya, tokoh nasional yang ingin menduduki kursi ketum HNSI kata Yussuf, hal itu menandakan bahwa organisasi yang diklaim memiliki 17 juta anggota nelayan itu, kini makin besar dan diminati banyak orang. Kondisi ini berbeda dibandingkan 2007 lalu, ketika orang tidak ada yang mau atau tertarik menjadi ketua umum.
Tampilnya tokoh-tokoh di panggung nasional itu, akan membuat perebutan kursi Ketum HNSI menjadi ketat. Namun semua diserahkan kembali kepada semua utusan munas yang memiliki hak suara untuk memilih siapa tokoh yang dianggap layak menggawangi organisasi nelayan terbesar di Indonesia.
Selain kelima figur tadi, nama Yussuf juga disebut-sebut berpeluang besar memimpin kembali lima tahun berikutnya menyusul dukungan dari arus bawah yang terus mengalir. Yussuf mengatakan, kesiapannya untuk maju kembali, jika memang dikehendaki anggota Munas yang terdiri dari 33 DPD dan 400 lebih DPC se-Indonesia.
Bahkan, jenderal bintang tiga dari TNI AL itu, mengklaim telah mengantongi 28 dukungan dari DPD, sehingga ia siap bertarung dalam perebutan ketum di ajang Munas HNSI mendatang.
"Dengan dukungan teman-teman di daerah, saya siap melanjutkan kepemimpinan HNSI lima tahun mendatang," ucapnya optimistis.
Menjelang pelaksanaan Musyawarah HNSI di Batam 7-11 November 2012, kini mulai ramai diperbincangkan tampilnya lima figur nasional, dua di antaranya mantan menteri di era Kabinet Gotong Royong (Rochmin) dan Kabinet Indonesia Bersatu I (Fadel).
Tiga figur lainnya adalah Oesman Sapta Odang Ketum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Husni Manggabarani (Mantan Inspektorat Kementerian Perikanan dan Kelautan), dan anak mantan Presiden Soeharto Tommy Soeharto.
"Ya benar, lima nama itu akan meramaikan pencalonan Ketua Umum DPP HNSI periode 2012-2017)," jelas Ketua Umum DPP HNSI Letjend (Purn) Yussuf Solichien usai rapat kerja daerah HNSI Provinsi Bali di Denpasar, Sabtu (20/10/2012) malam.
Banyaknya, tokoh nasional yang ingin menduduki kursi ketum HNSI kata Yussuf, hal itu menandakan bahwa organisasi yang diklaim memiliki 17 juta anggota nelayan itu, kini makin besar dan diminati banyak orang. Kondisi ini berbeda dibandingkan 2007 lalu, ketika orang tidak ada yang mau atau tertarik menjadi ketua umum.
Tampilnya tokoh-tokoh di panggung nasional itu, akan membuat perebutan kursi Ketum HNSI menjadi ketat. Namun semua diserahkan kembali kepada semua utusan munas yang memiliki hak suara untuk memilih siapa tokoh yang dianggap layak menggawangi organisasi nelayan terbesar di Indonesia.
Selain kelima figur tadi, nama Yussuf juga disebut-sebut berpeluang besar memimpin kembali lima tahun berikutnya menyusul dukungan dari arus bawah yang terus mengalir. Yussuf mengatakan, kesiapannya untuk maju kembali, jika memang dikehendaki anggota Munas yang terdiri dari 33 DPD dan 400 lebih DPC se-Indonesia.
Bahkan, jenderal bintang tiga dari TNI AL itu, mengklaim telah mengantongi 28 dukungan dari DPD, sehingga ia siap bertarung dalam perebutan ketum di ajang Munas HNSI mendatang.
"Dengan dukungan teman-teman di daerah, saya siap melanjutkan kepemimpinan HNSI lima tahun mendatang," ucapnya optimistis.
(gpr)
Lihat Juga :