2015, PTPN X masuk ke pasar modal
Senin, 22 Oktober 2012 - 19:26 WIB
2015, PTPN X masuk ke pasar modal
A
A
A
Sindonews.com - Paling lambat tahun 2015, PT Perkebunan Nusantara X (Persero) akan masuk ke pasar modal. Saat ini perusahaan plat merah ini masih mengkaji mekanisme melalui penawaran saham perdana (IPO), emisi obligasi atau medium term notes (MTN).
Menurut Direktur Keuangan PTPN X Dolly P. Pulungan, masuk ke pasar modal ini untuk mencari dana guna kepentingan ekspansi bisnis perusahaan. Selain itu, juga untuk meningkatkan tata kelola perusahaan. PTPN X menjadi perusahaan yang terbuka semakin transparan, kredibel dan akuntabel. Untuk menuju hal itu, PTPN X melakukan sejumlah kajian.
"Kami sudah menyewa konsultan keuangan untuk mengkaji mekanismenya seperti apa (masuk ke pasar modal)," kata Dolly di Surabaya, Senin (22/10/2012).
Dolly menjelaskan, ekspansi bisnis yang dimaksud adalah optimalisasi kapasitas giling, pembangunan pabrik baru yang terintegrasi dari hulu ke hilir di Pulau Madura dan juga perluasan areal tanam tebu. PTPN X juga memperkuat 'garapan' di sektor nongula, seperti pelaksanaan program co-generation untuk memproduksi listrik dari ampas, bioetanol, pupuk organik dan juga rencana pembelian saham PT Mitra Tani 27 yang memproduksi kedelai.
"Dana yang diperoleh dari pasar modal untuk kepentingan ekspansi bisnis PTPN X," tandasnya lagi.
Dolly juga menyebut, kinerja keuangan perusahaan terus membaik dari tahun ke tahun. Tahun 2011, PTPN X berhasil menghimpun laba sebelum pajak sebasar Rp210 Miliar. Dan pada tahun 2012 ini, optimis mampu mencetak laba hingga Rp250 Miliar. Sementara pada tahun 2011, PTPN X mampu memproduksi gula hingga 446.493,57 Ton.
Tak hanya itu, secara produktivitas, PTPN X mampu menekan konsumsi bahan bakar dalam setiap oprasional. Dari konsumsi bahan bakar mencapai Rp128 Miliar pada tahun 2008 menjadi Rp8 Miliar pada tahun 2011. "Musim giling tahun ini diprediksi hanya Rp4 Miliar dengan memaksimalkan ampas tebu untuk bahan bakar. Dan pada tahun 2014 kami menargetkan bebas atau zero BMM untuk pengolahan tebu," tandasnya.
Saat ini, aset perusahaan mencapai Rp2,7 Triluan. Pada 2015 mendatang diperkirakan naik mencapai Rp4 triliun. Ekuitas perseroan saat ini mencapai Rp1,4 triliun dan pada 2015 diprediksi mencapai Rp2,4 triliun. Perseroan, saat ini masih mempunyai sisa kredit investasi sebesar Rp130 miliar dari total Rp227 miliar. Ditargetkan, tahun depan sisas kredit investasi ini akan lunas. "PTPN X masih mempunyai fasilitas kredit Rp282 miliar untuk pembangunan pabrik bioetanol di Mojokerto yang ditargetkan beroperasi tahun depan," tukasnya.
Menurut Direktur Keuangan PTPN X Dolly P. Pulungan, masuk ke pasar modal ini untuk mencari dana guna kepentingan ekspansi bisnis perusahaan. Selain itu, juga untuk meningkatkan tata kelola perusahaan. PTPN X menjadi perusahaan yang terbuka semakin transparan, kredibel dan akuntabel. Untuk menuju hal itu, PTPN X melakukan sejumlah kajian.
"Kami sudah menyewa konsultan keuangan untuk mengkaji mekanismenya seperti apa (masuk ke pasar modal)," kata Dolly di Surabaya, Senin (22/10/2012).
Dolly menjelaskan, ekspansi bisnis yang dimaksud adalah optimalisasi kapasitas giling, pembangunan pabrik baru yang terintegrasi dari hulu ke hilir di Pulau Madura dan juga perluasan areal tanam tebu. PTPN X juga memperkuat 'garapan' di sektor nongula, seperti pelaksanaan program co-generation untuk memproduksi listrik dari ampas, bioetanol, pupuk organik dan juga rencana pembelian saham PT Mitra Tani 27 yang memproduksi kedelai.
"Dana yang diperoleh dari pasar modal untuk kepentingan ekspansi bisnis PTPN X," tandasnya lagi.
Dolly juga menyebut, kinerja keuangan perusahaan terus membaik dari tahun ke tahun. Tahun 2011, PTPN X berhasil menghimpun laba sebelum pajak sebasar Rp210 Miliar. Dan pada tahun 2012 ini, optimis mampu mencetak laba hingga Rp250 Miliar. Sementara pada tahun 2011, PTPN X mampu memproduksi gula hingga 446.493,57 Ton.
Tak hanya itu, secara produktivitas, PTPN X mampu menekan konsumsi bahan bakar dalam setiap oprasional. Dari konsumsi bahan bakar mencapai Rp128 Miliar pada tahun 2008 menjadi Rp8 Miliar pada tahun 2011. "Musim giling tahun ini diprediksi hanya Rp4 Miliar dengan memaksimalkan ampas tebu untuk bahan bakar. Dan pada tahun 2014 kami menargetkan bebas atau zero BMM untuk pengolahan tebu," tandasnya.
Saat ini, aset perusahaan mencapai Rp2,7 Triluan. Pada 2015 mendatang diperkirakan naik mencapai Rp4 triliun. Ekuitas perseroan saat ini mencapai Rp1,4 triliun dan pada 2015 diprediksi mencapai Rp2,4 triliun. Perseroan, saat ini masih mempunyai sisa kredit investasi sebesar Rp130 miliar dari total Rp227 miliar. Ditargetkan, tahun depan sisas kredit investasi ini akan lunas. "PTPN X masih mempunyai fasilitas kredit Rp282 miliar untuk pembangunan pabrik bioetanol di Mojokerto yang ditargetkan beroperasi tahun depan," tukasnya.
(rna)