Petani hortikultura dapat bantuan Rp100 Juta
Rabu, 24 Oktober 2012 - 19:21 WIB
Petani hortikultura dapat bantuan Rp100 Juta
A
A
A
Sindonews.com - Petani Yogyakarta pada tahun ini mendapatkan bantuan untuk pengembangan tanaman hortikultura senilai Rp100 juta. Namun bantuan tersebut bukan dalam bentuk uang atau barang, melainkan untuk kegiatan pelatihan bagi gabungan kelompok tani (Gapoktan) di 14 kecamatan.
Masing-masing Gapoktan mendapatkan kuota 25 orang. Pelatihan sendiri akan dilaksanakan mulai November mendatang. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Yogyakarta Heru Pria Warjaka mengatakan, pengembangan tanaman hortikultura ini sebagai tindaklanjut dari program green city.
Dimana untuk green city pengembangan hortikutura pada komoditas tanaman hias, seperti tanaman bunga Anggrek, Aglonema, Adenium, Krisan, dan Puring. “Sedangkan untuk pengembangan hortikultkura dalam kegiatan ini akan lebih difokuskan pada tanaman sayuran dan buah-buahan,” ungkap Heru usai rapat kerja dengan komisi B DPRD Yogyakarta soal pelatihan pertanian, di ruang komisi B Dewan setempat, Rabu (24/10/2012).
Heru menjelaskan dalam kegiatan nanti, Gapoktan tidak hanya mendapatkan soal pengembangan tanaman hortikultura sayur dan buah, namun juga juga akan mendapatkan pelatihan tentang pengembangan ekonomi produktif dan studi pangan. Selain itu, pelatihan ini juga menjadi bagian dari program ketahanan pangan.
“Namun karena kuotanya terbatas, maka sebelum pelatihan terlebih dahulu akan melakukan inventarisasi terhadap gapoktan,” katanya.
Sekretrais Komisi B DPRD Yogyakarta Bagus Sumbarja mengatakan, pengembangan tanaman hortikultura nanti diharapkan tidak hanya berdampak pada tersedianya jenis tanaman tersebut. Namun yang lebih penting lagi adalah mengembalikan Yogyakarta sebagai tempat kunjungan, baik studi banding maupun pendidikan dan latihan (Diklat) mengenai tanaman hortikultura.
“Karena itu, dari pelatihan tersebut, diharapkan ada inovasi baru dalam pengembangan hortikultura, baik untuk mememuhi kebutuhan sendiri maupun untuk laboratoritum alam, termasuk memenuhi kebutuhan luar daerah,” tandasnya.
Bagus menambahkan, saat ini yang menjadi kendala dalam pengembangan tanaman hortikultura adalah soal kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) itu sendiri. Karena itu, maka peningkatan kualitas SDM dan ketersedian bahan baku harus menjadi perhatian.
“Untuk mewujudkan hal tersebut, salah satunya bisa mendayangkan ahli di bidang tersebut untuk memberikan diklat, baik untuk peningkatan kualitas SDM maupun untuk tanaman,” papar politisi partai Golkar ini.
Menurut Bagus pada tahun 2013 mendatang untuk pengembangan tanaman hortikultura atau pertanian akan lebih diprioritaskan di Yogyakarta bagian barat, khususnya di tiga kecamatan, yakni Wirobrajan, Ngampilan dan Tegalrejo.
Masing-masing Gapoktan mendapatkan kuota 25 orang. Pelatihan sendiri akan dilaksanakan mulai November mendatang. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Yogyakarta Heru Pria Warjaka mengatakan, pengembangan tanaman hortikultura ini sebagai tindaklanjut dari program green city.
Dimana untuk green city pengembangan hortikutura pada komoditas tanaman hias, seperti tanaman bunga Anggrek, Aglonema, Adenium, Krisan, dan Puring. “Sedangkan untuk pengembangan hortikultkura dalam kegiatan ini akan lebih difokuskan pada tanaman sayuran dan buah-buahan,” ungkap Heru usai rapat kerja dengan komisi B DPRD Yogyakarta soal pelatihan pertanian, di ruang komisi B Dewan setempat, Rabu (24/10/2012).
Heru menjelaskan dalam kegiatan nanti, Gapoktan tidak hanya mendapatkan soal pengembangan tanaman hortikultura sayur dan buah, namun juga juga akan mendapatkan pelatihan tentang pengembangan ekonomi produktif dan studi pangan. Selain itu, pelatihan ini juga menjadi bagian dari program ketahanan pangan.
“Namun karena kuotanya terbatas, maka sebelum pelatihan terlebih dahulu akan melakukan inventarisasi terhadap gapoktan,” katanya.
Sekretrais Komisi B DPRD Yogyakarta Bagus Sumbarja mengatakan, pengembangan tanaman hortikultura nanti diharapkan tidak hanya berdampak pada tersedianya jenis tanaman tersebut. Namun yang lebih penting lagi adalah mengembalikan Yogyakarta sebagai tempat kunjungan, baik studi banding maupun pendidikan dan latihan (Diklat) mengenai tanaman hortikultura.
“Karena itu, dari pelatihan tersebut, diharapkan ada inovasi baru dalam pengembangan hortikultura, baik untuk mememuhi kebutuhan sendiri maupun untuk laboratoritum alam, termasuk memenuhi kebutuhan luar daerah,” tandasnya.
Bagus menambahkan, saat ini yang menjadi kendala dalam pengembangan tanaman hortikultura adalah soal kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) itu sendiri. Karena itu, maka peningkatan kualitas SDM dan ketersedian bahan baku harus menjadi perhatian.
“Untuk mewujudkan hal tersebut, salah satunya bisa mendayangkan ahli di bidang tersebut untuk memberikan diklat, baik untuk peningkatan kualitas SDM maupun untuk tanaman,” papar politisi partai Golkar ini.
Menurut Bagus pada tahun 2013 mendatang untuk pengembangan tanaman hortikultura atau pertanian akan lebih diprioritaskan di Yogyakarta bagian barat, khususnya di tiga kecamatan, yakni Wirobrajan, Ngampilan dan Tegalrejo.
(rna)
Lihat Juga :