RI-Jerman kerja sama teknologi air tanah
Kamis, 25 Oktober 2012 - 15:48 WIB
RI-Jerman kerja sama teknologi air tanah
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan pemerintah Jerman melalui Karlsruhe Institute Technology (KIT) menandatangani kesepakatan bersama mengenai manajemen sumber air tanah dan implementasi inovasi teknologi untuk karst area di Indonesia.
Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan Menteri PU Djoko Kirmanto bersama Presiden KIT Ederhard Umbach serta Wakil Presiden KIT Peter Fritz. Turut hadir dalam acara tersebut antara Kepala Badan Pembina (BP) Konstruksi Bambang Goeritno Soekamto, Konsul Jenderal Republik Indonesia (RI) di Frankfurt Damos Dumoli Agusman, dan Kepala Kanselerai Bidang Ekonomi Kedutaan Besar RI untuk Republik Jerman Kusuma Pradopo.
Menteri PU dalam sambutannya mengatakan, kerjasama antara Kementerian PU dan KIT yang telah dilakukan sejak 2004 untuk manajemen sumber air tanah karst area di Bribin, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta telah memberikan manfaat yang sangat berharga bagi kedua belah pihak dan juga masyarakat Yogyakarta.
“Sebagai langkah awal dari pelaksanaan nota kesepahaman ini, observasi dan evaluasi yang komprehensif terhadap infrastruktur sumber air tanah yang telah dibangun di Bribin perlu dilakukan, dan digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan masterplan sumber air bawah tanah di karst area lainnya di Indonesia,” kata Djoko dalam keterangan rilisnya dari Karlsruhe, Jerman, Kamis (25/10/2012).
Menurutnya, kerja sama ini merupakan pengembangan dari kerja sama sebelumnya, dimana diharapkan dapat dilakukan pendekatan dan penerapan teknologi yang sama pada karst area yang lebih luas lagi, khususnya bagian Selatan Indonesia dari Jawa sampai bagian Timur seperti Pacitan, Jawa Timur, Sumba dan Kupang di Nusa Tenggara Timur.
“Hal ini sangat penting untuk dapat memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat serta sumber air untuk irigasi di kawasan karst area,” tambahnya.
Melalui nota kesepahaman tersebut, diharapkan kebutuhan air minum dan irigasi di karst area di Indonesia dapat terpenuhi. Disamping itu, dalam pelaksanaan dari kerjasama antara Kementerian PU dengan KIT, diharapkan dapat terjadi interaksi yang baik antara tenaga ahli Jerman dan Indonesia. Dengan hal tersebut nantinya akan ada transfer ilmu pengetahuan dan teknologi dengan baik.
Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan Menteri PU Djoko Kirmanto bersama Presiden KIT Ederhard Umbach serta Wakil Presiden KIT Peter Fritz. Turut hadir dalam acara tersebut antara Kepala Badan Pembina (BP) Konstruksi Bambang Goeritno Soekamto, Konsul Jenderal Republik Indonesia (RI) di Frankfurt Damos Dumoli Agusman, dan Kepala Kanselerai Bidang Ekonomi Kedutaan Besar RI untuk Republik Jerman Kusuma Pradopo.
Menteri PU dalam sambutannya mengatakan, kerjasama antara Kementerian PU dan KIT yang telah dilakukan sejak 2004 untuk manajemen sumber air tanah karst area di Bribin, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta telah memberikan manfaat yang sangat berharga bagi kedua belah pihak dan juga masyarakat Yogyakarta.
“Sebagai langkah awal dari pelaksanaan nota kesepahaman ini, observasi dan evaluasi yang komprehensif terhadap infrastruktur sumber air tanah yang telah dibangun di Bribin perlu dilakukan, dan digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan masterplan sumber air bawah tanah di karst area lainnya di Indonesia,” kata Djoko dalam keterangan rilisnya dari Karlsruhe, Jerman, Kamis (25/10/2012).
Menurutnya, kerja sama ini merupakan pengembangan dari kerja sama sebelumnya, dimana diharapkan dapat dilakukan pendekatan dan penerapan teknologi yang sama pada karst area yang lebih luas lagi, khususnya bagian Selatan Indonesia dari Jawa sampai bagian Timur seperti Pacitan, Jawa Timur, Sumba dan Kupang di Nusa Tenggara Timur.
“Hal ini sangat penting untuk dapat memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat serta sumber air untuk irigasi di kawasan karst area,” tambahnya.
Melalui nota kesepahaman tersebut, diharapkan kebutuhan air minum dan irigasi di karst area di Indonesia dapat terpenuhi. Disamping itu, dalam pelaksanaan dari kerjasama antara Kementerian PU dengan KIT, diharapkan dapat terjadi interaksi yang baik antara tenaga ahli Jerman dan Indonesia. Dengan hal tersebut nantinya akan ada transfer ilmu pengetahuan dan teknologi dengan baik.
(rna)
Lihat Juga :