Timah catat penurunan laba bersih 57%
Kamis, 25 Oktober 2012 - 16:48 WIB
Timah catat penurunan laba bersih 57%
A
A
A
Sindonews.com - PT Timah Tbk (TINS) pada kuartal III tahun ini mencatat penurunan laba bersih sebesar 57 persen menjadi Rp370 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp860 miliar.
Sekretaris Perusahaan Timah Agung Nugroho mengatkan, menurunnya laba bersih perusahaan timah pelat merah tersebut pada kuartal III tahun ini seiring menurunnya pendapatan sebesar 12 persen menjadi Rp6,01 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp6,82 triliun.
"Margin yang diperoleh menurun 64 persen menjadi USD1.750 per ton dibanding kuartal III tahun lalu sebesar USD4.895 per ton," kata dia dalam rilisnya kepada Sindonews, Kamis (25/10/2012).
Volume penjualan logam timah dalam sembilan tahun ini tercatat naik 7 persen menjadi 26.921 metrik ton (MT) dibanding periode yang sama tahun lalu 25.266 MT.
Sementara produksi bijih mengalami penurunan 14 persen menjadi 24.357 ton dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 28.165 ton. Adapun produksi logam timah menurun 18 persen menjadi 23.255 MT dibanding periode yang sama tahun lalu 28.532 MT.
Menurut dia, membanjirnya bijih timah ilegal di pasaran, terutama yang berasal dari Indonesia membuat pasokan melebihi permintaan, sehingga menyebabkan harga timah terkoreksi.
Harga rata-rata logam timah perseroan pada kuartal III tahun ini menurun 24 persen menjadi USD21.532 per MT dari USD28.440 per MT pada periode yang sama tahun lalu.
Jumlah aset perseroan per akhir September tahun ini tercatat Rp6,43 triliun. Angka ini menurun sekitar 2,13 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6,57 triliun.
Sekretaris Perusahaan Timah Agung Nugroho mengatkan, menurunnya laba bersih perusahaan timah pelat merah tersebut pada kuartal III tahun ini seiring menurunnya pendapatan sebesar 12 persen menjadi Rp6,01 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp6,82 triliun.
"Margin yang diperoleh menurun 64 persen menjadi USD1.750 per ton dibanding kuartal III tahun lalu sebesar USD4.895 per ton," kata dia dalam rilisnya kepada Sindonews, Kamis (25/10/2012).
Volume penjualan logam timah dalam sembilan tahun ini tercatat naik 7 persen menjadi 26.921 metrik ton (MT) dibanding periode yang sama tahun lalu 25.266 MT.
Sementara produksi bijih mengalami penurunan 14 persen menjadi 24.357 ton dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 28.165 ton. Adapun produksi logam timah menurun 18 persen menjadi 23.255 MT dibanding periode yang sama tahun lalu 28.532 MT.
Menurut dia, membanjirnya bijih timah ilegal di pasaran, terutama yang berasal dari Indonesia membuat pasokan melebihi permintaan, sehingga menyebabkan harga timah terkoreksi.
Harga rata-rata logam timah perseroan pada kuartal III tahun ini menurun 24 persen menjadi USD21.532 per MT dari USD28.440 per MT pada periode yang sama tahun lalu.
Jumlah aset perseroan per akhir September tahun ini tercatat Rp6,43 triliun. Angka ini menurun sekitar 2,13 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6,57 triliun.
(rna)
Lihat Juga :