DPRD Blitar desak revitalisasi obyek wisata
Jum'at, 26 Oktober 2012 - 14:05 WIB
DPRD Blitar desak revitalisasi obyek wisata
A
A
A
Sindonews.com - DPRD Kabupaten Blitar meminta pemerintah melakukan revitalisasi sejumlah obyek wisata di Kabupaten Blitar. Sebab sejauh ini tidak sedikit infrastruktur yang berada di lokasi wisata mengalami kerusakan.
Sebut saja buruknya akses jalan menuju pantai selatan Tambakrejo dan Serang di wilayah Kecamatan Wonotirto. Kemudian juga parahnya kondisi pagar di Candi Penataran, Kecamatan Nglegok yang merupakan candi terbesar di Jawa Timur.
“Selain tidak sedap dipandang mata, buruknya infrastruktur yang ada akan menurunkan minat wisatawan,“ ujar Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar Gatot Darwoto kepada wartawan, kemarin.
Nyaris tidak ada upaya Pemkab Blitar untuk mempercantik obyek yang ada. Dari dulu hingga kini, situasi yang ada tidak banyak berubah. Candi Penataran misalnya, tetap tidak bisa terlihat langsung dari akses jalan raya sebagaimana lokasi wisata candi yang ada di Jawa Tengah.
Keindahan bangunan candi masih terhalangi pemukiman rumah warga yang secara geografis menjadi satu dengan lokasi candi. Sempat muncul wacana mempertegas keberadaan Penataran.
Salah satunya berkiblat pada konsep wisata Candi Prambanan dan Borobudur. Namun rencana tersebut tidak pernah terealisasi. “Yang terjadi kualitas semakin lama semakin buruk," terangnya.
Sementara seperti diketahui, aset wisata alam dan sejarah yang ada telah memberi kontribusi ke daerah yang tidak kecil setiap tahunya.
Jika kondisi ini tetap diabaikan, Gatot khawatir, aset wisata yang dimiliki Pemkab Tulungagung akan benar-benar kehilangan peminat. Menanggapi hal ini Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar Izul Marom mengatakan pemkab memang telah merencanakan revitalisasi obyek wisata.
Untuk peremajaan infrastruktur yang ada di Candi Penataran, Pemkab Blitar telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp350 juta. “Kita juga berencana melakukan perbaikan pada sejumlah akses jalan menuju wisata pantai selatan," ujarnya.
Marom mengakui jika infrastruktur wisata yang ada memang sudah waktunya diremajakan. Karenanya rencana tersebut dalam waktu dekat akan segera direalisasikan. “Sebab kita juga tidak berharap wisata di Kabupaten Blitar akan kehilangan peminat," pungkasnya.
Sebut saja buruknya akses jalan menuju pantai selatan Tambakrejo dan Serang di wilayah Kecamatan Wonotirto. Kemudian juga parahnya kondisi pagar di Candi Penataran, Kecamatan Nglegok yang merupakan candi terbesar di Jawa Timur.
“Selain tidak sedap dipandang mata, buruknya infrastruktur yang ada akan menurunkan minat wisatawan,“ ujar Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar Gatot Darwoto kepada wartawan, kemarin.
Nyaris tidak ada upaya Pemkab Blitar untuk mempercantik obyek yang ada. Dari dulu hingga kini, situasi yang ada tidak banyak berubah. Candi Penataran misalnya, tetap tidak bisa terlihat langsung dari akses jalan raya sebagaimana lokasi wisata candi yang ada di Jawa Tengah.
Keindahan bangunan candi masih terhalangi pemukiman rumah warga yang secara geografis menjadi satu dengan lokasi candi. Sempat muncul wacana mempertegas keberadaan Penataran.
Salah satunya berkiblat pada konsep wisata Candi Prambanan dan Borobudur. Namun rencana tersebut tidak pernah terealisasi. “Yang terjadi kualitas semakin lama semakin buruk," terangnya.
Sementara seperti diketahui, aset wisata alam dan sejarah yang ada telah memberi kontribusi ke daerah yang tidak kecil setiap tahunya.
Jika kondisi ini tetap diabaikan, Gatot khawatir, aset wisata yang dimiliki Pemkab Tulungagung akan benar-benar kehilangan peminat. Menanggapi hal ini Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar Izul Marom mengatakan pemkab memang telah merencanakan revitalisasi obyek wisata.
Untuk peremajaan infrastruktur yang ada di Candi Penataran, Pemkab Blitar telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp350 juta. “Kita juga berencana melakukan perbaikan pada sejumlah akses jalan menuju wisata pantai selatan," ujarnya.
Marom mengakui jika infrastruktur wisata yang ada memang sudah waktunya diremajakan. Karenanya rencana tersebut dalam waktu dekat akan segera direalisasikan. “Sebab kita juga tidak berharap wisata di Kabupaten Blitar akan kehilangan peminat," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :