Kuartal III, kinerja perbankan naik

Selasa, 30 Oktober 2012 - 09:50 WIB
Kuartal III, kinerja...
Kuartal III, kinerja perbankan naik
A A A
Sindonews.com – Kinerja perbankan selama sembilan bulan ini meningkat.Hal ini ditopang pertumbuhan penyaluran kredit yang signifikan.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membukukan laba bersih Rp11,1 triliun, atau meningkat 21,2 persen dibanding kuartal III/2011 senilai Rp9,2 triliun. Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi mengatakan, peningkatan laba didorong penyaluran kredit perseroan menjadi Rp365,2 triliun dari tahun sebelumnya Rp297,5 triliun.

Dia mengungkapkan, kenaikan penyaluran kredit terjadi di seluruh segmen bisnis, dengan pertumbuhan tertinggi terutama pada segmen mikro yang tumbuh mencapai 77,3 persen menjadi Rp16,8 triliun pada September 2012.

“Jumlah nasabah kredit mikro juga meningkat menjadi 798.000 nasabah dari 626.000 nasabah di kuartal III/2011,” katanya di Jakarta kemarin.

Dia melanjutkan, kredit yang tersalurkan untuk segmen usaha mikro,kecil dan menengah (UMKM) mencatat pertumbuhan sebesar 30,8 persen menjadi Rp50,6 triliun.

Bank Mandiri juga turut menyalurkan pembiayaan khusus dengan skema penjaminan pemerintah, yaitu melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Total limit KUR Bank Mandiri hingga September 2012 mencapai Rp9,9 triliun yang disalurkan kepada 203.805 nasabah.

“Penyaluran kredit Bank Mandiri, terutama ke segmen mikro, yang terus menunjukkan peningkatan merupakan realisasi dari komitmen kami meningkatkan akses masyarakat di berbagai wilayah Indonesia kepada pembiayaan produktif,” paparnya.

Sementara, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat pertumbuhan laba sebesar Rp8,27 triliun pada sembilan bulan pertama 2012, atau hanya tumbuh 8,1 persen jika dibandingkan September 2011 yang sebesar Rp7,65 triliun.

Namun jika dibandingkan pertumbuhan kredit, pada September 2012 kredit BCA tumbuh hingga 34,8 persen mencapai Rp237,7 triliun dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar Rp176,32 triliun.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, pertumbuhan laba ini ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang mencapai sebesar Rp14,2 triliun, atau tumbuh 15,1 persen jika dibandingkan September 2011 yang sebesar Rp12,38 triliun, serta pendapatan nonbunga (noninterest income) mencapai Rp5,56 triliun, tumbuh 8 persen jika dibandingkan September 2011 sebesar Rp5,15 triliun.

“Pertumbuhan laba ini memang mengalami penurunan jika dibandingkan periode sebelumnya. Menurut Jahja, hal ini tidak lain akibat dampak penurunan yield dana cadangan (secondary reserve) BCA di Bank Indonesia (BI) sebesar Rp70 triliun pada instrumen Sertifikat Bank Indonesia (SBI),” ujar Jahja dalam Paparan Kinerja Kuartal III/2012 di Jakarta, kemarin.

Dari sisi kredit, komposisi kredit segmen korporasi, komersial, dan UKM dan konsumer masing-masing adalah sebesar 33,2 persen, 39,3 persen dan 27,5 persen dari total portofolio kredit.

Pertumbuhan kredit tersebut telah mendorong peningkatan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) menjadi 65,7. Kredit konsumer mencatat pertumbuhan yang signifikan sering dengan meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah rendahnya tingkat suku bunga perbankan.

Sementara, PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) membukukan laba bersih sebesar Rp922 miliar atau naik 66 persen pada sembilan bulan tahun 2012 jika dibandingkan dengan periode September 2011.

Presiden Direktur BII Dato’ Khairussaleh Ramli mengatakan, pertumbuhan laba ini ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang meningkat 28 persen dari Rp3,1 triliun pada September 2011 menjadi Rp3,9 triliun pada September 2012 yang disebabkan perbaikan pada kualitas aset. Sementara, pendapatan operasional lainnya (fee based income) terjaga stabil Rp1,6triliun.

”Persaingan yang ketat di industri perbankan memberi tekanan pada margin bunga bersih (NIM) perbankan. Namun, pada September 2012, BII dapat meningkatkan rasio NIM menjadi 5,88 persen dari 5,53 persen pada periode yang sama tahun lalu. Hal ini terutama disebabkan oleh perbaikan berkelanjutan dari beban dana Bank,” tuturnya dalam keterangan tertulisnya kemarin.

Perseroan, lanjut dia, membukukan pertumbuhan kredit sebesar 22 persen dari Rp62,0 triliun pada September 2011 menjadi Rp75,9 triliun pada September 2012.

Sementara itu, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatatkan laba bersih konsolidasi (unaudited) meningkat 30 persen menjadi Rp3,10 triliun pada kuartal III/2012 dibanding periode sama tahun sebelumnya senilai Rp2,38 triliun.

Presiden Direktur CIMB Niaga Arwin Rasyid mengatakan, pertumbuhan laba bersih itu ditopang oleh meningkatnya pendapatan operasional yang naik 25 persen menjadi Rp9,59 triliun per 30 September 2012, dari periode sama tahun lalu sebesar Rp7,65 triliun.

”Bisnis corporate, commercial dan treasury turut memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan operasional CIMB Niaga,” ujarnya usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan di Jakarta kemarin.

Dari sisi fungsi intermediasi, CIMB Niaga berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp138,91 triliun per 30 September 2012, naik 14 persen dari posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp121,71 triliun. RUPSLB juga menyetujui mengangkat wakil presiden direktur, yaitu Lo Nyen Khing menggantikan Catherine Hadiman.

Arwin mengungkapkan, mundurnya Catherine akibat telah memasuki masa pensiun. ”Kami berharap banyak dari pengalaman Lo Nyen Khing dalam dunia perbankan,” ujarnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Target Bank...
Pemerintah Target Bank Syariah Indonesia Tbk Masuk Top 10 Dunia
Ada dari Negara Tetangga,...
Ada dari Negara Tetangga, Berikut 5 Bank Syariah Terbesar di Dunia
MNC Bank Ditunjuk Jadi...
MNC Bank Ditunjuk Jadi Bank RDN Periode 2024-2029
Pembobol Dana Nasahah...
Pembobol Dana Nasahah Bank BJB Ditangkap
Uang di Rekening Hilang...
Uang di Rekening Hilang Nasabah Datangi Kantor Bank Sulselbar
Satu Pelaku Perampokan...
Satu Pelaku Perampokan Bank di Bandar Lampung Ditangkap
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
6 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
7 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
7 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
8 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
8 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
8 jam yang lalu
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved